Advertorial

Mirae Asset Soroti Reksa Dana Saham sebagai Alternatif Investasi di 2026

Kompas.com - 15/01/2026, 10:00 WIB

KOMPAS.com – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai, reksa dana saham berpeluang menjadi alternatif investasi menarik pada 2026 di tengah volatilitas global dan dinamika makroekonomi yang masih membayangi pasar keuangan.

Instrumen tersebut pun dinilai relevan bagi investor yang berorientasi jangka menengah hingga panjang.

Meski ketidakpastian global masih tinggi, sejumlah analis menilai, pasar saham Indonesia berada dalam tren yang konstruktif. Oleh karena itu, peluang investasi di instrumen berbasis saham pun masih terbuka, terutama bagi investor yang ingin memanfaatkan potensi pertumbuhan secara terdiversifikasi.

Chief Economist and Head of Research PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan, reksa dana saham dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin berpartisipasi di pasar saham dengan cara yang lebih praktis.

“Melalui reksa dana saham, investor tetap dapat memanfaatkan potensi pertumbuhan pasar dan sektor-sektor unggulan dengan pengelolaan profesional sehingga lebih adaptif menghadapi kondisi pasar yang dinamis,” ujar Rully dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (14/1/2026).

Dari sisi sektoral, Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Novani Karina Saputri menilai, sektor komoditas, khususnya emas, menjadi salah satu pendorong utama penguatan pasar saham di awal 2026.

Peningkatan ketidakpastian geopolitik global mendorong kembali minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai.

“Kondisi tersebut turut berdampak pada kinerja saham-saham berbasis komoditas, termasuk sektor energi dan pertambangan, yang menjadi kontributor penting bagi penguatan IHSG,” jelas Novani.

Seiring reli pasar yang berlangsung cukup cepat, Novani mengingatkan bahwa terdapat potensi koreksi jangka pendek yang tetap perlu diantisipasi. Namun, ia menilai, koreksi tersebut bersifat teknikal dan dapat dimaknai sebagai peluang akumulasi, bukan sebagai perubahan arah tren pasar.

Dengan kondisi tersebut, strategi investasi yang terukur serta berorientasi jangka menengah hingga panjang masih tetap relevan. Dalam memilih reksa dana saham, investor pun disarankan memperhatikan kualitas manajer investasi serta konsistensi strategi pengelolaan.

Investor juga dapat mencermati fund fact sheet untuk menilai kinerja historis dan alokasi sektor reksa dana. Portofolio yang terdiversifikasi serta fleksibel dalam menangkap tema unggulan, seperti komoditas, dinilai lebih adaptif dalam menghadapi dinamika pasar.

Novani menambahkan, sejumlah reksa dana saham mencatatkan kinerja menonjol dan dapat menjadi referensi investor. Beberapa di antaranya adalah HPAM Ultima Ekuitas 1 yang mencatatkan imbal hasil sekitar 41,6 persen per Jumat (9/1/2026) dengan AUM di atas Rp 530 miliar hingga akhir 2025 serta Sucorinvest Maxi Fund yang membukukan kenaikan sekitar 71,3 persen.

Kinerja tersebut, lanjut Novani, mencerminkan strategi pengelolaan yang aktif dan responsif terhadap momentum pasar.

Pada kesempatan sama, Head of Fund Services PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Francisca Gerungan mengatakan, Mirae Asset menghadirkan platform reksa dana NAVI untuk memberikan akses bagi investor terhadap berbagai pilihan produk reksa dana dari beragam kelas aset.

“Melalui NAVI dengan rekening dana nasabah (RDN) telah terintegrasi, investor dapat melakukan transaksi reksa dana secara lebih praktis dengan pilihan produk dari berbagai manajer investasi di Indonesia,” ujar Francisca.

Platform NAVI dapat diakses melalui situs web maupun aplikasi mobile di http://masi.id/download-navi sebagai bagian dari perencanaan investasi jangka menengah hingga panjang.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau