KOMPAS.com – Sebanyak 1.000 pelajar jenjang sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Madani Visual Parade (MVP) yang diselenggarakan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Kompetisi kreativitas video berskala nasional tersebut mengusung tema “Ibuku Pahlawanku” sebagai bentuk apresiasi terhadap peran ibu dalam keluarga.
Di tengah maraknya tren pembuatan konten visual di media sosial (medsos), PNM menghadirkan MVP sebagai ruang bagi pelajar untuk menyalurkan kreativitas dengan makna yang lebih mendalam.
Ajang ini tidak sekadar menjadi lomba untuk meraih popularitas, melainkan ajakan untuk menyusun cerita visual tentang sosok ibu yang paling dekat dalam kehidupan sehari-hari.
MVP merupakan lomba kreativitas video yang ditujukan bagi pelajar SLTA di seluruh Indonesia. Kompetisi ini bertujuan memvisualisasikan peran ibu sebagai pahlawan keluarga melalui sudut pandang generasi muda.
Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria, mengatakan bahwa MVP bukan sekadar kompetisi, melainkan cara PNM merangkul generasi muda untuk memaknai peran ibu melalui narasi visual yang berdampak.
“Kami melihat kreativitas anak-anak SLTA bukan hanya soal teknis pembuatan video, tetapi juga bagaimana mereka menggunakan konten sebagai cara membaca kondisi, menangkap realitas, dan menyampaikan pesan dengan empati. MVP kami hadirkan sebagai ruang belajar, ruang berekspresi, sekaligus ruang menumbuhkan perspektif,” ujar Lalu dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (17/1/2025).
Pada penyelenggaraan MVP 2026, antusiasme peserta tercatat tinggi dengan keikutsertaan 1.000 siswa dari 86 sekolah di seluruh Indonesia.
Lalu menambahkan, PNM memosisikan konten sebagai alat refleksi untuk menafsirkan kota, kehidupan, dan harapan.
Hal tersebut sejalan dengan semangat Asa Madani yang menggambarkan PNM sebagai institusi yang terus memberi harapan bagi nasabah dan masyarakat Indonesia melalui sentuhan yang “madani”.
“PNM memberi sentuhan madani itu, karena kami percaya dari karya-karya ini akan lahir generasi muda yang lebih peka dan berdaya,” kata Lalu.
Memasuki penyelenggaraan kedua, MVP mengalami perluasan cakupan. Jika sebelumnya kompetisi ini hanya diperuntukkan bagi pelajar SMK dengan total hadiah puluhan juta rupiah, kini MVP terbuka untuk seluruh jenjang SLTA dengan total hadiah ratusan juta rupiah.
Dari seluruh peserta, terpilih 10 finalis SLTA terbaik yang berhak mengikuti winner tour selama tiga hari dua malam di Jakarta.
Rangkaian kegiatantersebut meliputi tur keliling kota hingga mengikuti Sashiko Workshop. Para finalis juga mengikuti talk show bertema “Refleksi Kota & Asa Madani” bersama produser Vindes, Iqbal Raisid (Iqbalbalqi), dan sutradara film Suka Duka Tawa untuk Tujuan, Aco Tenriyagelli (acotenri).
Salah satu peserta MVP mengungkapkan bahwa kompetisi ini memberinya sudut pandang baru dalam membuat konten.
“Biasanya kami bikin video supaya viral atau estetik. Tapi, lewat MVP kami belajar bikin konten yang punya makna, kayak refleksi tentang kota kami, tentang ibu kami, tentang hal-hal yang selama ini kami anggap biasa,” kata peserta tersebut.
Seluruh rangkaian winner tour disiapkan sepenuhnya oleh PNM, termasuk tiket pesawat dan akomodasi hotel sejak kedatangan hingga kepulangan tanpa dipungut biaya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PNM mengenalkan program pemberdayaan sejak dini kepada para siswa yang ke depan berpotensi menjadi garda terdepan pemberdaya di lapangan, yakni Account Officer (AO).