KOMPAS.com — Pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia menunjukkan tren kenaikan dalam tiga tahun terakhir.
Berdasarkan data Gaikindo per November 2025, penetrasi EV tercatat meningkat dari sekitar 2–3 persen pada 2023 menjadi 5 persen pada 2024, lalu mencapai sekitar 12 persen menjelang akhir 2025.
Pada periode yang sama, tren elektrifikasi lain juga tercatat naik. Pangsa pasar plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dan hybrid electric vehicle (HEV) disebut bergerak dari 6 persen pada 2024 menjadi 9 persen pada 2025.
Momentum itu menjadi bukti bahwa EV berperan strategis dan bergerak ke arah yang lebih progresif, serta membawa dampak yang lebih luas bagi ekosistem otomotif nasional.
Lonjakan besar pada Oktober–November 2025
Gaikindo juga mencatat lonjakan pada Oktober dan November 2025. Pada periode ini, penjualan EV disebut mencapai 13.000 unit atau setara 18 persen dari total penjualan kendaraan di Indonesia.
Artinya, 2 dari 10 konsumen sudah mulai beralih ke kendaraan listrik dengan permintaan pasar yang didominasi oleh kendaraan listrik BYD. Peningkatan ini membawa Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan EV yang tercepat di sejumlah negara Asia Tenggara saat ini
Menariknya, pertumbuhan kendaraan ramah lingkungan pada 2025 tersebut terjadi di tengah kondisi industri otomotif yang secara umum mengalami perlambatan.
Perkembangan pasar juga tecermin pada pergerakan di tingkat segmen. Pada periode Januari–November 2025, BYD Atto 1 disebut menjadi salah satu kontributor yang mendorong peningkatan pasar EV, khususnya di segmen low hatchback.
Pada Januari–November 2025, penjualan segmen low hatchback disebut meningkat hampir dua kali lipat jika dibandingkan Januari–November 2024.
Selain itu, penjualan segmen sedan juga disebut meningkat signifikan sejak 2024. Hal ini didukung dengan masuknya BYD Seal ke pasar Indonesia.
Pergerakan juga disebut terjadi pada segmen premium multi-purpose vehicle (MPV). Pada Januari–November 2025, segmen ini disebut meningkat 70 persen jika dibandingkan periode yang sama pada 2024.
Salah satu kontributor peningkatan tersebut adalah kehadiran DENZA D9 di pasar otomotif Indonesia.
Untuk segmen high sport utility vehicle (SUV), Gaikindo mencatat peningkatan 20 persen pada Januari–November 2025 jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penjualan BYD tumbuh optimal
Di tengah pertumbuhan pasar tersebut, BYD Indonesia mencatat penjualan lebih dari 54.100 unit sepanjang Januari hingga Desember 2025. Dengan capaian tersebut, BYD mampu menguasai sekitar 52 persen pangsa pasar dari total penjualan EV nasional.
Sebagai pembanding, total penjualan EV nasional pada 2024 sebesar 43.000 unit untuk seluruh merek.
Dengan demikian, penjualan BYD pada Januari–November 2025 telah melampaui total penjualan EV nasional sepanjang 2024. Dari sisi produk, BYD memiliki portofolio kendaraan listrik di hampir semua segmen, mulai dari city car, SUV modern, hingga MPV keluarga.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao saat memaparkan situasi terkini pasar EV Tanah Air dalam acara Year End Gathering di Palm Hill Golf Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/12/2025).BYD juga meraih sejumlah apresiasi di berbagai segmen kendaraan listrik, yang diklaim menegaskan kualitas dan konsistensinya, serta menjadi “top recommendation” EV di masing-masing segmen.
Soal penerimaan pasar, BYD menyebut cerita pengguna, hasil media test drive, hingga sesi public test drive turut memperlihatkan penerimaan EV yang semakin luas.
Sebagai contoh, berdasarkan data internal BYD, total biaya kepemilikan BYD Atto 1 dapat menghemat sampai 50-70 persen lebih rendah jika dibandingkan kendaraan konvensional.
Penerimaan terhadap produk BYD tersebut didorong oleh rasionalitas ekonomi yang kompetitif tanpa mengorbankan kebutuhan gaya hidup yang modern dan ramah lingkungan.
Teknologi, basis riset, dan fitur pengisian cepat
Tidak hanya menghadirkan line-up EV terbaru untuk pasar Indonesia, BYD juga aktif membawa masa depan ekosistem EV global ke Tanah Air lewat langkah transformasi teknologi dan perjalanan inovasi perusahaan selama tiga dekade.
BYD memiliki lebih dari 122.000 tenaga ahli riset dan pengembangan (R&D) dan lebih dari 65.000 paten yang diajukan.
Terkini, BYD telah memiliki lebih dari 39.000 granted patents, dengan “19 granted patents per working day”.
Dari sisi inovasi, BYD mendorong teknologi, seperti Blade Battery dan e-platform yang dirancang untuk memaksimalkan keselamatan, efisiensi, dan kenyamanan berkendara.
Selain itu, BYD juga menghadirkan inovasi terbaru berupa BYD Megawatt Charging yang terintegrasi dengan Super E-Platform untuk pengisian daya supercepat.
Teknologi tersebut memungkinkan pengisian daya ultra-cepat sekitar 5 menit untuk mendukung jarak tempuh panjang.
Inovasi tersebut menjawab kekhawatiran utama konsumen terkait keterbatasan daya jelajah dan waktu pengisian, serta sekaligus menunjukkan kesiapan teknologi EV untuk mendukung mobilitas harian yang semakin praktis.
Teknologi unggul BYD itu telah terimplementasi melalui 14 juta unit kendaraan yang telah tersebar pada lebih dari 117 negara di seluruh dunia.