Kabar imipas

Hari Bakti Imigrasi Ke-76, Kementerian Imipas Perluas Pengabdian lewat Bakti Sosial dan Penanaman Kelapa

Kompas.com - 20/01/2026, 17:08 WIB

KOMPAS.com - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) menggelar rangkaian kegiatan bakti sosial dalam rangka Hari Bakti Imigrasi Ke-76 di Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) Tangerang, Selasa (20/1/2026).

Pada kegiatan tersebut, Kementerian Imipas menyelenggarakan bakti sosial, donor darah, serta penyerahan 20.000 bibit kelapa genjah hibrida. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Imipas untuk menghadirkan peran imigrasi yang tidak hanya berfokus pada pelayanan administratif, tetapi juga kepedulian sosial dan keberlanjutan lingkungan. 

Kementerian Imipas melibatkan jajaran imigrasi serta bersinergi dengan pemerintah daerah dan mitra terkait dalam kegiatan itu. 

Adapun 20.000 bibit kelapa genjah hibrida diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Selanjutnya, bibit ini didistribusikan kepada perangkat daerah dan masyarakat.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi simbol dukungan Kementerian Imipas terhadap ketahanan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan hidup. 

Menteri Imipas Agus Andrianto menegaskan, peringatan Hari Bakti Imigrasi harus dimaknai sebagai momentum pengabdian yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat. 

Kegiatan bakti sosial dan donor darah memiliki fungsi strategis untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya dalam membantu masyarakat yang kurang mampu.

“Kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada masyarakat yang berdiri di sekitar Kementerian Imipas,” ujar Menteri Agus dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (20/1/2026). 

Menteri Agus juga menekankan, penyerahan dan penanaman bibit kelapa memiliki nilai strategis bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. 

Menurutnya, penyerahan bibit kelapa mencerminkan dukungan terhadap agenda pembangunan berkelanjutan, ketahanan ekonomi masyarakat, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Kelapa merupakan komoditas strategis yang bernilai ekonomi tinggi dan bermanfaat jangka panjang,” imbuhnya. 

Sebelumnya, Direktur Kerja Sama Keimigrasian dan Bina Perwakilan Kementerian Imipas Arif Munandar menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial telah dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah.

Pada puncak kegiatan di Tangerang, Kementerian Imipas menyalurkan 5.000 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menteri Imipas Agus Andrianto.DOK. Kementerian Imipas Menteri Imipas Agus Andrianto.

Bantuan diberikan kepada warga yang terdampak bencana banjir, desa binaan, yayasan sosial, dan pondok pesantren di wilayah kerja Kantor Imigrasi Tangerang, Soekarno-Hatta, Serang, dan Cilegon.

Selain itu, kegiatan donor darah diikuti lebih dari 500 pendonor dari pegawai Kementerian Imipas dan masyarakat umum. 

Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Imipas berharap kehadiran Imigrasi semakin dirasakan masyarakat, khususnya dalam membantu kelompok rentan, mendukung pemulihan pascabencana, serta mendorong program pembangunan berkelanjutan yang berdampak jangka panjang. 

Rangkaian kegiatan Hari Bakti Imigrasi Ke-76 menjadi penegasan komitmen Kementerian Imipas untuk terus memperkuat peran sebagai pelayan masyarakat yang profesional, humanis, dan berorientasi pada solusi.

Dengan semangat Imigrasi Berbakti, Kementerian Imipas berkomitmen menghadirkan pengabdian yang tidak hanya simbolik, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau