Advertorial

Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals Teken MoU AI ProHealth, Siapkan RS Internasional Pertama di KEK Batam

Kompas.com - 21/01/2026, 17:47 WIB

KOMPAS.com - Kolaborasi klinis lintas negara antara PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (Mayapada Healthcare) (kode emiten: SRAJ) dan Apollo Hospitals India terus menunjukkan kemajuan signifikan.

Salah satu wujud nyata kolaborasi itu adalah pengembangan Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH).

Rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit internasional swasta pertama yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam.

Untuk menegaskan komitmen itu, jajaran pimpinan Apollo Hospitals India melakukan kunjungan resmi pada 7–9 Januari 2026. Kunjungan dilakukan di Batam dan Jakarta dengan dukungan aktif pemerintah Indonesia dan India.

Sebagai bagian dari pematangan implementasi kolaborasi, rangkaian kunjungan strategis diawali dengan pertemuan bersama BP Batam pada Rabu (7/1/2026).

Pertemuan tersebut membahas kesiapan pengembangan MABIH di KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung lokasi MABIH. Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur dan operasional rumah sakit internasional tersebut.

Pada Kamis (8/1/2026), dua nota kesepahaman (MoU) ditandatangani di Mayapada Hospital Jakarta Selatan antara Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals.

MoU pertama mencakup implementasi layanan kesehatan preventif berbasis AI yang fokus pada prediksi risiko dan pencegahan penyakit tidak menular, ProHealth.

Sementara itu, MoU kedua fokus pada penguatan kompetensi keperawatan dalam layanan kegawatdaruratan dan perawatan kritis melalui Medvarsity—institusi pendidikan kesehatan terbesar di Asia yang merupakan bagian dari Apollo Hospitals.

Secara terpisah, MoU juga ditandatangani antara Mayapada Healthcare dan Kedutaan Besar India.

MoU tersebut menetapkan Mayapada Hospital sebagai rumah sakit rujukan resmi Kedutaan Besar India di Indonesia. Langkah ini memperkuat posisi Mayapada Healthcare dalam melayani pasien internasional.

Rangkaian kunjungan ditutup pada Jumat (9/1/2026) dengan pembahasan kolaborasi pemanfaatan fasilitas, teknologi, dan sumber daya manusia dalam layanan kesehatan. Acara ini disaksikan langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Puncak kegiatan ditandai dengan pertemuan bersama Wakil Presiden Republik Indonesia. Pertemuan tersebut menegaskan dukungan tingkat tinggi pemerintah terhadap kolaborasi kesehatan lintas negara ini.

Sebagai informasi, kolaborasi antara Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals dimulai pada 2023 dan semakin diperkuat melalui penandatanganan MoU di New Delhi pada awal 2025.

Kerja sama telah diwujudkan melalui berbagai program konkret, mulai dari Continuing Medical Education (CME), proctorship penanganan kasus kompleks, seperti advanced total knee replacement, hingga pelatihan intensif dokter dan perawat Mayapada Hospital di India.

Rangkaian program itu mencerminkan komitmen jangka panjang dalam transfer keahlian dan peningkatan mutu layanan klinis.

Perkuat posisi Batam

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, kehadiran MABIH akan memperkuat posisi Batam sebagai destinasi investasi kesehatan, mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing regional, dan memperkuat kemandirian layanan kesehatan nasional.

Sementara itu, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Mayapada Healthcare Navin Sonthalia menjelaskan bahwa rangkaian kunjungan Apollo Hospitals mencerminkan keseriusan bersama dalam membangun ekosistem layanan kesehatan berkelas dunia yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Jajaran pimpinan Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals India usai penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026), terkait layanan kesehatan berbasis AI dan penguatan kompetensi keperawatan.Dok. Mayapada Hospital Jajaran pimpinan Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals India usai penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026), terkait layanan kesehatan berbasis AI dan penguatan kompetensi keperawatan.

“Dengan dukungan BP Batam, MABIH menghadirkan standar klinis global dan kredibilitas internasional yang memperkuat posisi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Batam, mengurangi ketergantungan masyarakat Indonesia pada layanan kesehatan di luar negeri, serta membangun ekosistem layanan kesehatan yang berkelanjutan,” ujar Navin dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (20/1/2026).

Presiden Komisaris Mayapada Healthcare Jonathan Tahir menegaskan, kolaborasi klinis bersama Apollo Hospitals merupakan komitmen yang konkret, berkelanjutan, dan terus bertumbuh.

Mayapada Healthcare meyakini bahwa setiap kehidupan berhak atas standar layanan kesehatan tertinggi.

Melalui kolaborasi jangka panjang tersebut, pihaknya berupaya menggabungkan keunggulan infrastruktur dan sumber daya manusia Mayapada Healthcare dengan keunggulan global Apollo Hospitals.

Langkah tersebut diambil untuk menghadirkan pusat layanan kesehatan berkelas dunia, baik melalui MABIH maupun jaringan Mayapada Hospital lainnya.

“Didukung kepemimpinan yang selaras, inovasi teknologi berbasis AI, seamless care, serta transfer pengetahuan dan keahlian, kami membangun keunggulan klinis yang tidak hanya relevan hari ini, tetapi untuk diwariskan bagi generasi tenaga kesehatan Indonesia,” ucap Jonathan.

Peran strategis Apollo Hospitals

Apollo Hospitals berperan strategis dalam pengembangan MABIH dan Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS). MABIH akan menangani kasus kompleks, seperti kanker, penyakit jantung, dan transplantasi organ.

Rumah sakit itu juga akan menerapkan inovasi teknologi medis canggih, termasuk AI, dengan kolaborasi dokter Indonesia dan internasional. Sementara itu, Tower 3 akan menjadikan MHJS sebagai rumah sakit swasta terbesar di Indonesia.

Tower 3 dilengkapi teknologi mutakhir, seperti Digital PET Scan, SPECT-CT, dan layanan kedokteran nuklir. Fasilitas lainnya mencakup bedah minimal invasif, bedah robotik, dan rehabilitasi terpadu.

Tower 3 juga akan menjadi pusat alih pengetahuan dan pengembangan kompetensi dokter spesialis dan subspesialis. Langkah ini sejalan dengan komitmen meningkatkan mutu layanan kesehatan di Indonesia.

Sejalan dengan itu, Joint Managing Director Apollo Hospitals Group Dr Sangita Reddy mengatakan bahwa layanan kesehatan terus berkembang.

Metode pengobatan kini semakin maju dan kompleks sehingga mendorong meningkatnya kebutuhan global akan tenaga medis yang berpengalaman serta sistem layanan kesehatan yang kuat.

"Melalui kemitraan ini, kami ingin saling melengkapi dalam memajukan layanan kesehatan dan memperluas akses terhadap pelayanan berkualitas tinggi. Dengan melangkah maju bersama, selaras dalam visi dan dipersatukan oleh komitmen, kolaborasi ini mencerminkan dedikasi bersama untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik bagi Indonesia," ujar Sangita.

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut didukung oleh ekspansi berkelanjutan Mayapada Healthcare, termasuk pengembangan tower baru.

Menurutnya, kerja sama tersebut akan semakin memperkuat penyediaan layanan kesehatan berstandar kelas dunia di Indonesia.

Mayapada Hospital jadi rujukan resmi Kedutaan Besar India

Kolaborasi lintas negara semakin diperkuat melalui penandatanganan kesepakatan dengan Kedutaan Besar India di Indonesia.

Kesepakatan ini menetapkan Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Kuningan sebagai rumah sakit rujukan resmi (hospital panel) bagi pegawai dan keluarga Kedutaan Besar India di Indonesia.

Penetapan tersebut sekaligus menegaskan posisi Mayapada Hospital dalam jaringan layanan kesehatan internasional.

Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan Mayapada Healthcare.

"Kami telah melihat perkembangan Mayapada Healthcare dalam beberapa tahun terakhir dan berani menjawab tantangan melalui ekspansi yang dilakukan. MoU ini akan semakin memperdalam hubungan kerja sama kita," ujar Sandeep.

Ia menambahkan, dari sisi Kedutaan Besar, pihaknya akan mendukung setiap inisiatif yang dapat semakin mendekatkan India dan Indonesia. Dukungan ini diharapkan memperkuat kerja sama bilateral di bidang kesehatan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau