KOMPAS.com — PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperluas akses keuangan bagi perempuan prasejahtera dengan menjangkau wilayah-wilayah terdepan Indonesia.
Terbaru, PNM meresmikan empat unit program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) di Morotai, Tidore, Weda, dan Sofifi, Maluku Utara.
Keempat wilayah tersebut selama ini dikenal memiliki tantangan geografis serta keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal, terutama bagi pelaku usaha ultramikro berbasis rumah tangga.
Peresmian empat unit Mekaar tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos.
Sherly mengatakan, kehadiran unit-unit baru PNM itu menandakan dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara terhadap upaya penguatan ekonomi masyarakat subsisten, khususnya perempuan pengusaha ultramikro.
Sherly turut menyoroti sejumlah persoalan yang kerap dihadapi perempuan prasejahtera dalam mengembangkan usaha, mulai dari keterbatasan akses modal hingga tantangan pemasaran dan pelatihan.
“Permasalahannya selalu di akses modal, bingung harus menjual produk apa, serta pelatihan dan pemasaran. Tugas kami di sini memastikan ibu-ibu (bisa) naik kelas dan (punya) literasi keuangan. (Ini) tidak hanya menjadi PR PNM, tetapi juga Pemprov Maluku Utara,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (23/1/2026).
Kehadiran PNM Mekaar di empat titik tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi perempuan prasejahtera untuk membangun usaha yang lebih berkelanjutan serta mengurangi ketergantungan pada praktik pembiayaan informal yang berisiko.
Selain menyediakan pembiayaan usaha, program PNM Mekaar juga memberikan pendampingan rutin dan penguatan kapasitas nasabah.
Pendampingan tersebut mencakup pengelolaan keuangan sederhana hingga pembentukan disiplin usaha. Pola pendampingan ini dinilai relevan bagi masyarakat kepulauan yang selama ini mengandalkan usaha kecil berbasis rumah tangga sebagai penopang ekonomi keluarga.
Pastikan tidak ada wilayah tertinggal
Sekretaris Perusahaan PNM L Dodot Patria Ary menegaskan bahwa ekspansi layanan ke Maluku Utara merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dari akses keuangan formal.
“PNM berkomitmen hadir hingga ke titik-titik yang sulit dijangkau. Kami ingin memastikan seluruh masyarakat, termasuk perempuan prasejahtera di wilayah kepulauan, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses keuangan yang aman, legal, dan disertai pendampingan,” ujar Dodot.
Menurutnya, kehadiran PNM Mekaar tidak sekadar membuka unit layanan, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan yang memberikan rasa aman bagi nasabah dalam mengembangkan usaha.
Dengan akses pembiayaan yang terjangkau dan pendampingan berkelanjutan, perempuan prasejahtera diharapkan mampu memperkuat ekonomi keluarga serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Langkah itu sejalan dengan upaya Pemprov Maluku Utara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat subsisten melalui pendekatan pemberdayaan.
Pasalnya, di wilayah kepulauan, seperti Morotai hingga Weda, keberadaan layanan keuangan yang dekat dan tepercaya dinilai menjadi faktor penting untuk mendorong usaha kecil tumbuh dan bertahan.
Pembukaan empat unit Mekaar tersebut juga menandai bahwa upaya pemberdayaan perempuan tidak hanya terpusat di kawasan ekonomi utama. Akan tetapi, terus bergerak hingga ke pulau-pulau terluar, tempat harapan sering tumbuh dari usaha yang dijalankan dengan ketekunan dan keberanian.