KOMPAS.com – Momentum Ramadhan kini semakin hidup di ruang digital. Sepanjang bulan suci, aktivitas masyarakat di TikTok meningkat, seiring mereka berbagi cerita, mencari inspirasi, dan mempersiapkan berbagai kebutuhan Ramadhan hingga Lebaran.
TikTok menjadi ruang aktif tempat jutaan konten dibagikan selama Ramadhan, mulai dari rutinitas keseharian, ide buka puasa, hingga persiapan Idul Fitri. Tingginya aktivitas ini menegaskan peran TikTok sebagai platform strategis bagi brand untuk hadir dan memaksimalkan momentum Ramadhan.
Selama Ramadhan 2025, TikTok menjadi salah satu platform utama bagi masyarakat untuk menemukan inspirasi dan berbagi ide seputar Ramadhan. Ini terbukti lebih dari 21,9 juta video dipublikasikan di TikTok, atau rata-rata lebih dari 730.000 video per hari.
Antusiasme masyarakat juga tecermin dari penggunaan tagar #Ramadan dan #Ramadhan di TikTok yang mencapai 4,8 juta video, dengan pertumbuhan sekitar 30 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Aktivitas pembuatan konten para pengguna juga terlihat meningkat signifikan pada waktu sahur, sekitar pukul 04.00–05.00. Hal ini menandakan tingginya tingkat interaksi dan penggunaan TikTok pada momen krusial selama Ramadhan.
Tak hanya dari sisi konten, aktivitas ekonomi juga menunjukkan peningkatan signifikan.
Pada kampanye Ramadan Ekstra Seru 2025, tercatat peningkatan pesanan penjual di TikTok Shop by Tokopedia dalam kampanye Ramadhan 2025 naik rata-rata 2x lipat. Selain itu, saat sahur, nilai transaksi di TikTok Shop berkat Ramadhan Ekstra Seru 2025 naik rata-rata 10,5 kali lipat.
Ubah interaksi jadi pertumbuhan terukur
Di TikTok, perhatian pengguna tidak berhenti pada konsumsi konten semata. Interaksi yang terbangun selama Ramadhan turut mendorong aksi nyata, termasuk keputusan berbelanja.
Pengguna merayakan dan berbelanja di seluruh fase Ramadhan. Kondisi ini membuka peluang luas bagi brand untuk terlibat secara relevan sejak pra-Ramadhan hingga setelah Lebaran.
Sebanyak 68 persen pengguna TikTok mulai mempersiapkan Ramadhan sejak satu bulan hingga satu minggu sebelum bulan puasa dimulai. Pada fase perayaan Ramadhan, 68 persen pengguna secara aktif mencari konten terkait belanja.
Bahkan setelah Idul Fitri, satu dari dua pengguna TikTok berencana untuk tetap berbelanja. Hal ini memperpanjang dampak bisnis hingga periode pasca-Lebaran.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya aktivasi kampanye secara menyeluruh, tidak hanya terfokus pada satu momen tertentu.
Riset NielsenIQ mencatat, TikTok menghadirkan efek lanjutan (halo effect) sebesar 57 persen. Artinya, dampak kampanye tidak hanya terasa di dalam platform, tetapi juga mendorong performa di luar platform.
Secara total, TikTok menghasilkan return on investment (ROI) 3,4 kali lebih tinggi dibandingkan TV. Platform ini juga memungkinkan peningkatan investasi hingga 51 persen tanpa mengorbankan efisiensi.
Kinerja tersebut turut tecermin dari pemanfaatan TikTok Shop by Tokopedia Ads. Dampaknya tidak hanya mendorong penjualan di dalam TikTok Shop by Tokopedia, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan ke platform e-commerce lain dan toko ritel offline. Kontribusi ini terutama terlihat pada momen puncak Ramadhan dan tanggal gajian.
Hal itu diamini Digital Marketing Manager DANA Indonesia, Bintoro Hanyokrokusumo. Ia mengatakan, TikTok berperan penting dalam menghubungkan kebutuhan konsumen dengan tujuan bisnis perusahaan selama Ramadhan.
“Pada Ramadhan 2025, kami memanfaatkan TikTok untuk menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dan relevan bagi konsumen,” ujar Bintoro dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (15/1/20265).
Ia melanjutkan, melalui berbagai format konten dan siaran langsung Ramadhan, kampanye NGABUBURICH membantu masyarakat menemukan cara yang lebih mudah dan menyenangkan dalam menggunakan layanan DANA selama bulan suci.
“Dari sisi bisnis, kampanye tersebut mendorong lebih dari 10.000 pencarian DANA di TikTok. Selain itu, efisiensi juga meningkat dengan menekan biaya transaksi dan pendaftaran secara signifikan dibandingkan bulan sebelumnya,” kata Bintoro.
Bantu brand tumbuh lebih pasti
Di tengah tantangan efisiensi anggaran, brand membutuhkan platform dengan data yang jelas dan hasil terukur.
TikTok menghadirkan berbagai solusi strategis, termasuk TikTok One, untuk membantu brand dan agensi memahami peluang serta mengukur dampak kampanye.
Solusi tersebut dirancang untuk membantu brand menjangkau konsumen di setiap tahap perjalanan. Mulai dari tahap dikenal, dipertimbangkan, hingga akhirnya melakukan pembelian.
Dengan fitur yang terbukti efektif, brand dapat menjalankan kampanye secara lebih cermat. Dampak bisnis yang dihasilkan pun dapat diukur dengan lebih jelas.
Keberhasilan pendekatan itu tecermin dari berbagai studi kasus, termasuk Wardah. Melalui strategi Ramadhan yang menyeluruh di TikTok—mulai dari kampanye kreatif, penempatan konten utama, hingga kolaborasi dengan kreator—Wardah mencatat peningkatan penjualan hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, Wardah juga masuk dalam lima besar brand di kategori kecantikan dan perawatan pribadi selama Ramadhan.
Dengan ekosistem yang menggabungkan kreativitas, data, serta solusi bisnis terintegrasi, TikTok kian mengukuhkan perannya sebagai platform strategis.
Peran tersebut memungkinkan brand tumbuh lebih relevan dan berdampak selama Ramadhan, sekaligus memperpanjang momentum hingga setelah Lebaran. Melalui TikTok, brand dapat mulai memanfaatkan solusi investasi iklan untuk merancang strategi Ramadhan yang lebih terukur dan berdampak.
Berbagai informasi terkait solusi Ramadhan di TikTok dapat diakses melalui tiktokramadan.com.