Advertorial

Alfamart Perkuat Intervensi Gizi Anak pada 2026 dengan 510.000 Butir Telur

Kompas.com - 25/01/2026, 17:42 WIB

KOMPAS.com - Alfamart menyediakan 510.000 butir telur dalam peringatan Hari Gizi Nasional 2026 untuk mendukung intervensi gizi anak dan mencegah stunting di berbagai daerah.

Lewat program Satu Telur Sehari, Alfamart menyasar 34 kabupaten dan kota dengan prevalensi stunting yang relatif tinggi.

Program itu menargetkan 2.700 anak melalui skema pendampingan gizi terukur selama tiga hingga enam bulan.

Jumlah intervensi pada 2026 tersebut menambah cakupan penerima manfaat program Satu Telur Sehari yang telah dijalankan sejak 2024.

Pada tahap awal pelaksanaannya, Alfamart telah menyalurkan lebih dari 292.000 butir telur kepada 1.662 anak yang terindikasi stunting di berbagai wilayah.

Program tersebut menjadi bentuk intervensi gizi langsung bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan protein hewani pada masa pertumbuhan krusial.

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan bersama dinas terkait dan kader posyandu, lebih dari 75 persen penerima manfaat menunjukkan peningkatan status gizi.

Capaian tersebut tidak hanya dipengaruhi dukungan asupan protein, tetapi juga edukasi gizi berkelanjutan serta perubahan pola asuh di tingkat keluarga.

Selain intervensi gizi langsung, Alfamart melengkapi program tersebut dengan pemberdayaan keluarga sebagai penopang keberlanjutan penanganan stunting.

Pemberdayaan keluarga dilakukan melalui edukasi gizi bagi keluarga, penguatan peran ibu dalam pemenuhan gizi keluarga, serta pendampingan perubahan perilaku hidup sehat di tingkat rumah tangga.

Dalam pelaksanaannya, program Satu Telur Sehari dilakukan melalui kolaborasi dengan dinas terkait dan kader posyandu setempat.

Setiap anak memperoleh konsumsi satu telur per hari sebagai sumber protein hewani esensial, disertai pendampingan rutin untuk memastikan ketepatan sasaran serta pemantauan tumbuh kembang anak.

General Manager Corporate Communications Alfamart Rani Wijaya mengatakan, Alfamart memaknai momentum Hari Gizi Nasional 2026 sebagai pengingat pentingnya konsistensi intervensi gizi sejak usia dini.

“Upaya yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pemenuhan asupan gizi, tetapi juga pada penguatan keluarga sebagai lingkungan pertama tumbuh kembang anak,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (25/1/2026).

Rani menjelaskan, intervensi gizi tersebut menjadi bagian dari pendekatan yang lebih luas melalui program Alfamart Sahabat Posyandu.

Salah satu fokus program tersebut adalah penguatan peran posyandu sebagai garda terdepan pemantauan tumbuh kembang anak sekaligus ruang edukasi gizi keluarga.

Hingga akhir 2025, program Alfamart Sahabat Posyandu telah menjangkau lebih dari 70.000 penerima manfaat ibu dan anak di lebih dari 800 titik posyandu yang tersebar di 34 kota.

Pada 2026, Alfamart menargetkan penambahan sekitar 40.000 penerima manfaat sehingga total penerima manfaat program ini diharapkan melampaui 100.000 ibu dan anak.

Rani mengatakan, momen Hari Gizi Nasional 2026 menjadi pengingat peran Alfamart dalam mendukung pemenuhan gizi anak.

“Melalui program Satu Telur Sehari dan Alfamart Sahabat Posyandu, kami berkomitmen untuk terus berkontribusi secara konsisten dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dengan intervensi gizi yang terukur dan penguatan keluarga sebagai fondasi, upaya pencegahan stunting diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan asupan gizi jangka pendek.

Lebih mendasar dari itu, pencegahan stunting diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga kualitas awal kehidupan anak Indonesia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau