Advertorial

Perkuat Ekspansi di Asia Tenggara, Sailun Group Resmikan Basis Manufaktur di Demak

Kompas.com - 26/01/2026, 14:29 WIB

KOMPAS.com — Sailun Group meresmikan operasional fasilitas manufaktur terbarunya di Demak, Jawa Tengah.

Peresmian pabrik tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Sailun untuk memperkuat ekspansi di Asia Tenggara serta mendukung posisi Indonesia sebagai pusat produksi dan distribusi ban di kawasan.

Berdasarkan laporan “Tire Press 2024”, Sailun Group berdiri pada 2002 dan menempati peringkat ke-10 sebagai produsen ban terbesar dunia. Sailun juga berada di posisi ke-11 sebagai merek ban paling bernilai secara global menurut Brand Finance 2023.

Sailun Group sendiri beroperasi di lebih dari 180 negara. Perusahaan ini memiliki sembilan pabrik manufaktur serta empat pusat riset dan pengembangan (R&D) yang tersebar di Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Sailun memiliki fokus pada inovasi teknologi, kualitas produk, dan keberlanjutan.

Bisnis Sailun Group terus bertumbuh. Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan penjualan global dari 296 juta dollar AS pada 2008 menjadi 3 miliar dollar AS pada 2022.

Saat ini, Sailun memiliki lebih dari 1.500 varian produk ban yang mencakup segmen kendaraan penumpang, kendaraan niaga, hingga aplikasi khusus, seperti pertambangan, kehutanan, dan pertanian.

Pabrik di Demak dibangun dengan nilai investasi 251,44 juta dollar AS dan dikelola oleh PT Sailun Manufacturing Indonesia, anak usaha Sailun International Holding.

Pabrik itu akan memproduksi ban radial untuk kendaraan penumpang (passenger car radial/PCR), bus dan truk (truck and bus radial/TBR), serta alat berat (off-the-road/OTR).

Pabrik Sailun Group di Demak, Jawa Tengah, akan memproduksi ban radial untuk kendaraan penumpang (passenger car radial/PCR), bus dan truk (truck and bus radial/TBR), serta alat berat (off-the-road/OTR).dok. Sailun Group Pabrik Sailun Group di Demak, Jawa Tengah, akan memproduksi ban radial untuk kendaraan penumpang (passenger car radial/PCR), bus dan truk (truck and bus radial/TBR), serta alat berat (off-the-road/OTR).

Pada fase awal, pabrik Sailun Indonesia ditargetkan memiliki kapasitas produksi tahunan hingga 3,6 juta ban PCR, 600.000 ban TBR, dan 37.000 ton ban OTR.

Selain untuk memenuhi kebutuhan domestik, fasilitas ini juga dirancang sebagai basis ekspor untuk kawasan Asia Pasifik.

Kembangkan distribusi dan layanan purnajual

Selain manufaktur, Sailun Indonesia juga dikembangkan sebagai hub distribusi dan layanan purnajual nasional.

Melalui PT Sailun Tire Indonesia dan dukungan mitra lokal, perusahaan turut membangun sistem distribusi untuk memastikan ketersediaan produk, kecepatan pengiriman, serta layanan purnajual yang kompetitif di seluruh Indonesia.

Direktur Sales & Marketing PT Sailun Tire Indonesia Eko Supriyatin mengatakan, pengoperasian basis manufaktur Sailun di Indonesia ditujukan untuk membangun ekosistem produk dan layanan yang terintegrasi.

“Dengan pengoperasian basis manufaktur Sailun di Indonesia, kami membangun ekosistem produk dan layanan yang lengkap, mulai dari PCR, TBR, OTR, hingga TUBE dan FLAP, yang berakar pada semangat Made in Indonesia,” ujar Eko dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (26/1/2026).

Eko melanjutkan, langkah tersebut tidak hanya menjadi perluasan kapasitas produksi, tetapi juga peningkatan kemampuan perusahaan dalam menyediakan produk dan layanan yang lebih lokal, responsif, dan terintegrasi bagi para mitra.

Momentum peresmian tersebut juga dirayakan melalui agenda “Smart Manufacturing · Shared Success – Sailun Group Partners Conference” yang menjadi ajang kolaborasi strategis untuk membuka babak baru pertumbuhan Sailun di Asia Tenggara.

Sailun Group optimistis, kehadirannya di Indonesia dapat berkontribusi bagi industri ban nasional, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing Indonesia di rantai pasok otomotif global.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau