Advertorial

Eka Hospital Group Perluas Jaringan Layanan Kesehatan Premium di Kawasan Strategis MT Haryono

Kompas.com - 26/01/2026, 17:15 WIB

KOMPAS.com – Eka Hospital Group menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan berkualitas internasional dengan meresmikan cabang ke-9di kawasan premium MT Haryono, Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Kehadiran rumah sakit terbaru itu menjadi tonggak penting ekspansi Eka Hospital Group sekaligus menghadirkan teknologi medis mutakhir, termasuk robot bedah Da Vinci Xi, yang telah menjadi standar emas di berbagai rumah sakit terkemuka dunia.

Berlokasi di salah satu koridor bisnis dan hunian strategis Jakarta Selatan, Eka Hospital MT Haryono dirancang sebagai rumah sakit modern dengan arsitektur istimewa dan desain interior yang elegan.

Didukung teknologi medis terkini, rumah sakit tersebut juga memiliki tenaga medis multidisiplin yang berpengalaman.

Eka Hospital MT Haryono dilengkapi dengan teknologi canggih Da Vinci Xi yang memungkinkan dokter bedah melakukan tindakan minimal invasif dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.

Teknologi tersebut memberikan visualisasi tiga dimensi berdefinisi tinggi, kontrol gerakan yang lebih stabil, serta fleksibilitas tindakan bedah pada berbagai prosedur kompleks.

Penggunaan robot bedah tersebut memberikan berbagai keuntungan bagi pasien, seperti sayatan yang lebih kecil, nyeri pascaoperasi yang minimal, risiko komplikasi lebih rendah, serta proses pemulihan yang lebih cepat dengan waktu rawat inap lebih singkat.

Teknologi tersebut telah digunakan secara luas di berbagai negara untuk tindakan bedah urologi, digestif, ginekologi, hingga prosedur bedah kompleks lainnya.

Chief Executive Officer Eka Hospital Group drg Rina Setiawati menyampaikan bahwa pembukaan cabang ke-9 itu merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya lengkap dan canggih, tetapi juga mudah dijangkau oleh masyarakat.

“Eka Hospital MT Haryono merupakan kawasan premium dan strategis yang menjadi penghubung berbagai pusat aktivitas di Jakarta,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (26/1/2026).

Ia menambahkan, kehadiran robot bedah Da Vinci Xi di rumah sakit tersebut mencerminkan komitmen manajemen dalam menghadirkan teknologi terkini yang telah menjadi standar emas di banyak rumah sakit global, demi menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional bagi masyarakat Indonesia di dalam negeri.

Eka Hospital MT Haryono menghadirkan berbagai layanan unggulan (Center of Excellence) yang didukung fasilitas diagnostik modern, ruang perawatan yang nyaman, serta standar keselamatan pasien yang ketat.

Rumah sakit tersebut juga menjadi bagian dari ekosistem Eka Hospital Group yang terintegrasi, memungkinkan kolaborasi lintascabang dan lintas spesialis demi memberikan hasil klinis terbaik bagi pasien.

Sementara itu, Hospital Director Eka Hospital MT Haryono dr Sheirly Novan Indra, MARS, menambahkan bahwa kehadiran cabang terbaru Eka Hospital itu akan memberikan nilai tambah bagi pasien dari sisi kualitas klinis dan kolaborasi antarspesialis.

“Dengan dukungan teknologi medis terkini dan kolaborasi lintas disiplin, kami dapat memberikan penanganan yang lebih akurat, cepat, dan menyeluruh sesuai kebutuhan setiap pasien,” katanya.

Dengan dibukanya cabang ke-9 tersebut, Eka Hospital Group semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu jaringan rumah sakit swasta terdepan di Indonesia, sekaligus mencerminkan komitmen berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan nasional.

Lebih lanjut, Managing Director Sinar Mas Ferry Salman mengatakan bahwa rumah sakit tersebut mengintegrasikan teknologi medis terdepan dengan pengelolaan tenaga medis dan staf pendukung yang berdedikasi serta berpengalaman.

Hal itu, kata dia, mencerminkan keyakinan Sinar Mas bahwa layanan kesehatan yang berkualitas, humanis, dan berkeadilan merupakan hak dasar setiap manusia.

Ia berharap, keberadaan rumah sakit tersebut dapat menjadi fondasi bagi terwujudnya Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing, sejalan dengan visi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 yang dicita-citakan pemerintah.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau