Advertorial

Telkom Paparkan Strategi Digital untuk Pembangunan Indonesia di WEF Davos 2026

Kompas.com - 27/01/2026, 12:21 WIB

KOMPAS.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengikuti World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, pada Senin (19/1/2026) hingga Jumat (23/1/2026).

Acara yang dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto itu menjadi forum strategis bagi Telkom untuk menegaskan perannya dalam membangun fondasi digital nasional yang berkelanjutan.

Dalam acara tersebut, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Danantara dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) turut menghadirkan Indonesia Pavilion guna menyatukan unsur pemerintah, pelaku bisnis, dan akademisi.

Mengusung tema “Endless Horizons with Indonesia”, platform tersebut bertujuan mendorong dialog, kolaborasi, dan kemitraan global guna mendukung agenda transformasi ekonomi digital di Indonesia.

Rangkaian forum tersebut melibatkan perwakilan lebih dari 50 negara, 1.000 perusahaan global terkemuka, 100 pimpinan perusahaan, serta kepala negara dan pemimpin dunia dari berbagai sektor industri.

Dalam forum tersebut, keikutsertaan Telkom sejalan dengan dibukanya kembali Indonesia Pavilion pada WEF Annual Meeting 2026.

Untuk diketahui, Indonesia Pavilion menghadirkan ruang pertemuan bagi para pemangku kepentingan lintas sektor. Ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat visi Indonesia serta membuka peluang kolaborasi strategis yang mendukung pengembangan kapabilitas digital secara berkelanjutan.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini turut hadir sebagai narasumber dalam sesi diskusi panel bertema “Indonesia’s Digital Renaissance: Creating a Connected, Creative, and Competitive Economy”.

Sesi tersebut menekankan strategi membangun ekonomi digital yang terhubung, kreatif, dan kompetitif melalui kolaborasi global dan inovasi teknologi. Ini sejalan dengan peran Telkom dalam memperkuat fondasi infrastruktur digital nasional.

Sebagai perusahaan digital telco terdepan di Indonesia, TelkomGroup memegang peran kunci dalam membangun fondasi digital nasional. Hingga saat ini, TelkomGroup telah menggelar lebih dari 180.000 kilometer infrastruktur backbone dan kabel bawah laut serta terlibat dalam 27 sistem kabel laut internasional.

Dengan kepemilikan infrastruktur fiber yang ekstensif, TelkomGroup menjadi tulang punggung konektivitas di negara kepulauan terbesar di dunia. Upaya ini sekaligus mendorong ekosistem digital yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Dian Siswarini menyampaikan bahwa transformasi digital yang berkelanjutan membutuhkan fondasi industri yang kuat, tepercaya, dan terintegrasi.

“Melalui World Economic Forum Davos, Telkom menegaskan perannya sebagai penyedia infrastruktur digital strategis yang mendukung kolaborasi lintas industri, menarik investasi jangka panjang, dan memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia di tingkat global,” kata Dian dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (26/1/2026).

Peran tersebut semakin strategis seiring agenda nasional pemerataan akses digital yang menargetkan konektivitas serat optik di 90 persen kecamatan serta cakupan mobile broadband bagi 98 persen populasi.

TelkomGroup berkontribusi aktif dalam memastikan perluasan jaringan tidak hanya terfokus pada pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Ini guna mengurangi kesenjangan dan mendorong pemerataan akses digital antarwilayah.

Saat ini, Telkomsel melayani 157,6 juta pelanggan mobile broadband. Sementara itu, IndiHome menjangkau 10,3 juta pelanggan fixed broadband. Adapun luas jaringan TelkomGroup mencakup 97 persen populasi Indonesia.

Selain konektivitas, TelkomGroup juga memperkuat kedaulatan data nasional melalui pengembangan data center bersertifikasi internasional dan kapabilitas cloud lokal.

Inisiatif tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung digitalisasi pemerintah, sektor usaha, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Ini sekaligus memastikan data strategis nasional dikelola secara aman, andal, dan selaras dengan prinsip tata kelola data global.

Pada 2026, fasilitas Hyperscale Data Center (HDC) di Cikarang dan HDC NeutraDC Nxera Batam yang AI-ready siap beroperasi dan melayani pelanggan sekaligus mendukung kebutuhan hyperscaler dan enterprise global.

Fasilitas tersebut didukung ekosistem konektivitas internasional dan standar operasional global. TelkomGroup juga mengutamakan keandalan dan keamanan operasional sebagai prioritas utama dalam memberikan service excellence.

Inisiatif tersebut diwujudkan melalui penguatan rute jaringan, diversifikasi jalur kabel laut untuk mengurangi risiko single point of failure, serta penerapan standar keamanan internasional guna menjaga kepercayaan dan stabilitas layanan.

Lebih lanjut, Dian menambahkan bahwa Indonesia tidak hanya siap tumbuh secara digital, tetapi juga siap berkolaborasi secara terbuka dengan mitra global untuk membangun ekosistem digital yang andal dan berkelanjutan.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini berpartisipasi dalam sesi Indonesia Pavilion pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 membahas strategi Indonesia dalam membangun ekonomi digital yang terhubung, kreatif, dan berdaya saing global di Davos, Swiss, Senin-Jumat (19-23/1).DOK. Telkom Direktur Utama Telkom Dian Siswarini berpartisipasi dalam sesi Indonesia Pavilion pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 membahas strategi Indonesia dalam membangun ekonomi digital yang terhubung, kreatif, dan berdaya saing global di Davos, Swiss, Senin-Jumat (19-23/1).

TelkomGroup berkomitmen menjadi penghubung antara pemerintah, industri, dan partner global untuk mendorong beragam solusi dan inovasi digital demi masa depan Indonesia.

“Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan,” tutur Dian.

Sebagai anchor enabler infrastruktur digital nasional yang berdaya saing global, TelkomGroup menghubungkan agenda transformasi ekonomi digital Indonesia sekaligus membuka peluang kolaborasi dan investasi.

Peran tersebut menegaskan posisi TelkomGroup sebagai penghubung strategis antara kebijakan publik, kebutuhan industri, dan ekosistem digital internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis dan pusat peluang investasi di kawasan Indo-Pasifik.

Melalui perhelatan tersebut, TelkomGroup terus berupaya mendorong sinergi antara pemerintah, industri, dan para pemain global untuk mengakselerasi transformasi digital nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau