Advertorial

DPRD Surabaya: Becak Listrik Bantuan Presiden Tidak Boleh Dijual atau Dimodifikasi

Kompas.com - 27/01/2026, 17:09 WIB

KOMPAS.com — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menyerahkan 200 unit becak listrik kepada penarik becak berusia di atas 55 tahun yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur. Penyaluran bantuan dilakukan oleh Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Bahtiyar Rifai pun mengingatkan para penerima bantuan untuk memanfaatkan becak listrik tersebut sebaik-baiknya dan tidak menyalahgunakannya.

Bahtiyar menegaskan, becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto tidak boleh dijual, dipindahtangankan, ataupun dimodifikasi menjadi gerobak.

Becak tersebut hanya dapat diwariskan kepada anak penerima dengan catatan anak tersebut melanjutkan profesi sebagai tukang becak.

“Becak bantuan Presiden dilarang dijual dan pindah tangan. Tidak boleh dimodifikasi jadi gerobak. Kecuali, diwariskan kepada anak yang akan melanjutkan menjadi tukang becak,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (27/1/2026).

Bahtiyar mengatakan, bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban kerja tukang becak, terutama mereka yang sudah lanjut usia (lansia).

Becak listrik itu memiliki daya jelajah hingga 40 km dengan kecepatan maksimal 15 km per jam dan tetap bisa dikayuh secara manual.

Bahtiyar mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan melakukan monitoring karena data penerima tercatat di Pemkot. Ia juga meminta penerima merawat becak dengan baik dan berkoordinasi dengan pihak yayasan jika ada kendala pada unit.

“Pemerintah meminta penerima bantuan merawat becak baru itu dengan baik. Nanti akan ada monitoring dari Pemkot. Semua data penerima ada di Pemkot, termasuk jika ada masalah pada unit becak juga bisa berkoordinasi dengan yayasan,” katanya.

Adapun untuk mendukung perawatan dan perbaikan, telah disiapkan bengkel khusus yang bekerja sama dengan pihak yayasan.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mengapresiasi bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo.

Menurut politikus yang akrab disapa Cak Yebe itu, bantuan itu tidak sekadar menjadi simbol, tetapi dapat memberi dampak langsung bagi pengemudi becak lansia.

“Bantuan ini langsung dirasakan manfaatnya oleh pengemudi becak lansia,” ujar Yona.

Ia menambahkan, DPRD Surabaya bersama Pemkot Surabaya juga telah melakukan uji coba terhadap becak listrik tersebut. Hasilnya, para pengemudi cepat beradaptasi, meskipun hanya menjalani pelatihan singkat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau