KOMPAS.com — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menyerahkan 200 unit becak listrik kepada penarik becak berusia di atas 55 tahun yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur. Penyaluran bantuan dilakukan oleh Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Bahtiyar Rifai pun mengingatkan para penerima bantuan untuk memanfaatkan becak listrik tersebut sebaik-baiknya dan tidak menyalahgunakannya.
Bahtiyar menegaskan, becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto tidak boleh dijual, dipindahtangankan, ataupun dimodifikasi menjadi gerobak.
Becak tersebut hanya dapat diwariskan kepada anak penerima dengan catatan anak tersebut melanjutkan profesi sebagai tukang becak.
“Becak bantuan Presiden dilarang dijual dan pindah tangan. Tidak boleh dimodifikasi jadi gerobak. Kecuali, diwariskan kepada anak yang akan melanjutkan menjadi tukang becak,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (27/1/2026).
Bahtiyar mengatakan, bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban kerja tukang becak, terutama mereka yang sudah lanjut usia (lansia).
Becak listrik itu memiliki daya jelajah hingga 40 km dengan kecepatan maksimal 15 km per jam dan tetap bisa dikayuh secara manual.
Bahtiyar mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan melakukan monitoring karena data penerima tercatat di Pemkot. Ia juga meminta penerima merawat becak dengan baik dan berkoordinasi dengan pihak yayasan jika ada kendala pada unit.
“Pemerintah meminta penerima bantuan merawat becak baru itu dengan baik. Nanti akan ada monitoring dari Pemkot. Semua data penerima ada di Pemkot, termasuk jika ada masalah pada unit becak juga bisa berkoordinasi dengan yayasan,” katanya.
Adapun untuk mendukung perawatan dan perbaikan, telah disiapkan bengkel khusus yang bekerja sama dengan pihak yayasan.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mengapresiasi bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo.
Menurut politikus yang akrab disapa Cak Yebe itu, bantuan itu tidak sekadar menjadi simbol, tetapi dapat memberi dampak langsung bagi pengemudi becak lansia.
“Bantuan ini langsung dirasakan manfaatnya oleh pengemudi becak lansia,” ujar Yona.
Ia menambahkan, DPRD Surabaya bersama Pemkot Surabaya juga telah melakukan uji coba terhadap becak listrik tersebut. Hasilnya, para pengemudi cepat beradaptasi, meskipun hanya menjalani pelatihan singkat.