KOMPAS.com – Estafet “Veloz Hybrid EV Lintas Nusa” berlanjut. Setelah unit menempuh lebih dari 6.000 kilometer bersama rangkaian tim sebelumnya, giliran Tim Otomotif Kompas.com membawa kendaraan tersebut menyusuri rute Pekanbaru–Danau Toba dengan tajuk “Telusur Kota Bertuah Pekanbaru hingga Supervolcano Toba”.
Format perjalanan yang dilakukan tim Otomotif Kompas.com lebih dari sekadar road trip untuk menguji ketangguhan teknologi hybrid New Veloz Hybrid EV di medan ekstrem Sumatera.
Kegiatan tersebut juga menjadi eksplorasi budaya dan lanskap, mulai dari jejak Melayu di “Kota Bertuah” Pekanbaru hingga kisah terbentuknya kaldera Toba yang kerap dikaitkan dengan jejak “supervolcano”.
Seperti perjalanan jarak jauh pada umumnya, langkah awal yang dilakukan Tim Otomotif Kompas.com adalah memastikan kondisi mobil siap tempur. Ini pun mengingat, unit telah digunakan oleh tim lain dan capaian kilometernya sudah tinggi sehingga pengecekan menjadi prosedur wajib sebelum melahap rute panjang. Adapun pengecekan dilakukan di bengkel resmi di Pekanbaru yang mencakup kondisi ban hingga mesin.
Pemanasan di Pekanbaru
Kampung Bandar di Pekanbaru menjadi titik awal perjalanan tim Otomotif Kompas.com. Di sini, tim yang diwakili oleh Reporter Otomotif Kompas.com, Stanley dan Rarin, belajar menenun songket.
Songket merupakan warisan budaya Melayu yang dikenalkan oleh penenun dari Terengganu, Malaysia, pada masa Kesultanan Siak. Keunikan wastra ini terletak pada cara membuatnya yang masih menggunakan alat tradisional. Setiap motifnya pun bukan sekadar hiasan, melainkan cermin nilai dan falsafah hidup Melayu.
Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan belajar Tarian Zapin di Rumah Singgah Tuan Kadi. Tarian yang dikenalkan oleh pedagang dan mubalig dari Hadramaut sekitar abad ke-14 ini memiliki syair yang sarat nasihat, kritik, serta pujian atau selawat.
Berburu kuliner menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan Tim Otomotif Kompas.com. Ditemani food vlogger lokal, tim mencari pangan berbahan sagu. Pohon sagu berlimpah tumbuh di Riau sebagai sumber pangan sehat dan ramah lingkungan.
Namun, menemukan makanan berbahan sagu di kota modern seperti Pekanbaru ternyata tidak mudah. Padahal, sagu bukan hanya identik dengan Papua. Di masa lalu, sagu menjadi pangan pokok masyarakat Riau.
“Sayang sekali kalau kita ninggalin sagu. Kita malah lebih mengenal tepung terigu dari bahan gandum yang secara kultur negara kita enggak bisa menanamnya. Kami berharap, tradisi pangan dari sagu masih tetap ada,” ujar Rarin.
Menguji efisiensi dan fitur di medan perbukitan Danau Toba
Dari Pekanbaru, perjalanan dilanjutkan menuju Siantar, Sumatera Utara, melewati jalur lintas provinsi sepanjang 599,5 km. Etape panjang ini menjadi ruang uji ideal untuk melihat ketangguhan New Veloz Hybrid EV bekerja dalam hal efisiensi energi dan kemampuan bermanuver di medan ekstrem.
Sebelum berangkat, tangki bensin diisi penuh dengan bahan bakar RON 92 sebanyak 30,92 liter. Indikator trip meter direset untuk mengukur konsumsi bahan bakar secara akurat.
Setibanya di Siantar, pengisian ulang hanya membutuhkan 23,92 liter untuk kembali ke kondisi tangki penuh. Perhitungan sederhana menunjukkan hasil mengejutkan.
“Jarak 599,5 kilometer kita tempuh dengan konsumsi 23,92 liter. Artinya, 1 liter bisa menempuh sampai 25 kilometer. Irit banget kan?" jelas Stanley.
Bahkan, data dari Multi Information Display (MID) menunjukkan angka lebih tinggi, yakni 26,6 kilometer per liter. Angka ini membuktikan sistem hybrid New Veloz bekerja optimal dalam perjalanan jarak jauh.
Di sela perjalanan, Tim Otomotif Kompas.com juga menguji karakter elektrifikasi pada mobil, termasuk pemanfaatan EV Mode. Mode ini dipakai untuk melihat relevansinya di kondisi tertentu, terutama ketika ingin memaksimalkan kerja motor listrik selama baterai mencukupi.
Memasuki wilayah Sumatera Utara, tim singgah di Pematang Bandar, Simalungun. Di sini, mereka mengunjungi Sumber Air Sejuk Sungai Lobang.
Kejernihan air di sungai tersebut menarik perhatian. Asal-usulnya belum ada riset pasti, tapi dilihat dari topografi, sumber air diduga berasal dari dataran tinggi Danau Toba.
Jadi, air dari Toba meresap ke bawah lapisan tanah dan batuan. Kemudian, air itu muncul kembali di Sungai Lobang dengan kondisi sangat bersih, menopang kehidupan masyarakat Sumatera Utara.
Puas menikmati kesejukan air di Sungai Lobang, tim melanjutkan perjalanannya ke Parapat untuk menyeberang menuju Samosir menggunakan feri.
Pada fase tersebut, Tim Otomotif Kompas.com menjajal fitur yang relevan dalam bermobilitas harian. Contohnya, ketika ruang manuver sempit dan situasi padat, bantuan visual dari kamera sekeliling kendaraan.
Saat memarkirkan kendaraan di feri, tim mencoba fitur kamera 360 derajat yang terdapat di layar dasbor. Kamera ini memberikan pandangan menyeluruh dari empat sisi kendaraan, memudahkan manuver di ruang sempit.
"Kita enggak perlu buka kaca, ya. Cukup menggunakan kamera 360 yang ada di Veloz Hybrid-nya. 360-nya melingkupi depan, kiri-kanan, belakang, monitor kover," ujar Stanley.
Di Samosir, Tim Otomotif Kompas.com menyambangi kawasan yang mengangkat praktik pariwisata berkelanjutan, lalu bergerak ke titik-titik yang menguatkan konteks geologi Danau Toba, termasuk kawasan Pusuk Buhit.
Hari terakhir menjadi klimaks perjalanan. Tim Otomotif Kompas.com menuju Tarutung, sebuah kecamatan yang terletak di tenggara Danau Toba. Jalur menuju kawasan ini terkenal dengan tanjakan curam, turunan tajam, serta lika-liku ekstrem.
“Jalurnya perbukitan dengan tanjakan, turunan, dan lika-liku ekstrem. Ini cocok banget buat ngetes Veloz Hybrid yang pakai penggerak roda depan atau FWD," ujar Stanley.
Kekhawatiran akan kemampuan FWD di medan menanjak ternyata tidak terbukti. New Veloz Hybrid menunjukkan performa tangguh. Body roll minimal saat menikung, manuver tetap presisi, dan kenyamanan berkendara terjaga.
“Enggak hanya berkelok-kelok, (jalur di sini) menanjak, tapi body roll-nya minimal banget. Masih mampu dan enggak butuh effort buat nanjak-nanjak begini. Manuvernya presisi banget," jelas Stanley sambil mengemudikan kendaraan di jalur berkelok.
Performa tersebut didukung oleh jantung mekanis New Veloz Hybrid EV. Untuk diketahui, kendaraan ini menggunakan mesin bensin 1.500 cc tipe 2NR-VEX yang menghasilkan tenaga 111 PS atau setara 109 TK.
Namun, hal lebih mengejutkan adalah torsi yang dihasilkan. Motor listrik menghasilkan torsi 141 Nm, sedangkan mesin bensin menghasilkan 121 Nm. Kombinasi ini membuat akselerasi terasa bertenaga, terutama saat menanjak.
Sebagai informasi, New Veloz Hybrid menggunakan sistem series parallel hybrid with power split device. Sistem ini memungkinkan kendaraan beroperasi dalam berbagai mode. Bisa menggunakan mesin bensin saja, motor listrik saja melalui EV Mode, atau kombinasi keduanya untuk performa optimal.
Untuk baterai, jenis yang digunakan adalah lithium. Jenis ini memiliki keunggulan dalam hal efisiensi, daya tahan, dan waktu pengisian yang lebih baik dibandingkan baterai konvensional.
Menutup eksplorasi Veloz Hybrid EV Lintas Nusa Pekanbaru–Danau Toba, tim menyempatkan diri ke sejumlah destinasi epik, yaitu Patung Yesus Sibea-bea, Air Panas Sipaholon, dan Pantai Meat.
Selanjutnya, estafet kendaraan diserahkan kepada tim media berikutnya. Total perjalanan yang ditempuh Tim Otomotif Kompas sendiri mencapai 960 kilometer.
"Total perjalanan kita 960 kilometer, konsumsi bahan bakar yang kita dapat adalah 18,7 kilometer per liter. Namun, kita juga sempat dapat yang lebih tinggi lagi, yakni 26,6 kilometer per liter di rute Pekanbaru-Siantar," jelas Stanley saat handover.
Efisiensi bahan bakar yang tinggi menjadi bukti nyata keunggulan teknologi hybrid yang ditanamkan pada New Veloz. Ribuan kilometer yang dilalui menunjukkan adanya keseimbangan antara teknologi dengan tanggung jawab ekologi.
Kabar baik bagi konsumen yang tertarik memiliki New Veloz Hybrid EV, Toyota memperpanjang special price hingga akhir Januari 2026. Harga yang ditawarkan adalah Rp 299 juta, kesempatan terbatas untuk menikmati teknologi hybrid dengan harga spesial.
Perjalanan dari Kota Bertuah Pekanbaru hingga jejak Supervolcano Toba membuktikan bahwa New Veloz Hybrid EV bukan hanya kendaraan yang irit dan tangguh. Lebih dari itu, kendaraan ini menjadi partner tepercaya untuk menjelajahi kekayaan budaya dan alam Indonesia yang luar biasa.