KOMPAS.com – Kebutuhan cairan tubuh harian sangat penting untuk menjaga keseimbangan metabolisme, fungsi organ, hingga konsentrasi. Hal itu disampaikan oleh dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit (RS) Tzu Chi, Dr Cynthia Natalia, SpPD, AIFO-K.
“Kurang minum air putih bukan hanya soal rasa haus, melainkan juga berdampak pada kinerja tubuh secara menyeluruh,” ujar Dr Cynthia dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (29/1/2026).
Menurut dokter Cynthia, tubuh yang tidak terhidrasi pada satu jam pertama umumnya masih mampu beradaptasi. Namun, kadar cairan yang mulai menurun perlahan dapat menyebabkan produksi air liur berkurang sehingga mulut terasa kering dan otak mulai mengirim sinyal haus.
Pada fase tersebut, konsentrasi dapat sedikit menurun, terutama bila disertai dengan aktivitas fisik atau berada di ruangan ber-AC.
Jika tubuh tidak terhidrasi selama tiga jam, efek dehidrasi ringan pada tubuh pun mulai terasa. Beberapa efek yang muncul di antaranya adalah sakit kepala ringan, lelah, atau sulit fokus.
Selain itu, awal tubuh kekurangan cairan juga ditandai dengan kulit yang terasa kering dan warna urine yang lebih pekat.
“Kebiasaan kurang minum air putih dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti batu ginjal, karena ada penumpukan mineral yang tidak terlarut dengan baik serta gangguan konsentrasi dan kelelahan kronis, terutama pada pekerja aktif dan lansia,” jelas dr Cynthia.
Hidrasi tubuh dengan air minum berkualitas
Air minum Amidis hadir dalam varian galon 15 liter dan 19 liter.Merujuk paparan dr Cynthia, konsumsi air minum setidaknya harus dilakukan setiap 1-2 jam untuk menghindari dampak buruk dehidrasi serta efek jangka panjang pada kesehatan. Oleh karena itu, menjaga pola hidrasi tubuh perlu dibarengi dengan konsumsi jenis air minum yang berkualitas.
Hal itu turut didukung oleh penelitian Bint-E-Zahra–seorang ahli biologi molekuler dari Institute of Molecular Biology 7 Biotechnology Bahauddin Zakariya University, Pakistan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa konsumsi air minum dengan perasa dapat berdampak pada munculnya penyakit sindrom metabolik.
“Konsumsi air minum murni dapat mengurangi risiko penurunan kemampuan kerja ginjal sebesar 11 persen dibandingkan dengan mengonsumsi minuman berperisa yang mengandung gula,” ujar Bint-E-Zahra dalam penelitiannya yang diterbitkan di National Journal of Health Sciences pada 2019.
Menjawab kebutuhan tersebut, Amidis hadir sebagai air minum murni berkualitas dengan demineral yang sudah dimasak.
Head of Marketing Amidis Astrid Adelaide Siregar menjelaskan, Amidis adalah air minum yang diproduksi menggunakan metode multifiltrasi dan distilasi sehingga menghasilkan air minum murni.
“Amidis adalah satu-satunya air murni yang diproses melalui teknologi multifiltrasi dan dimasak dengan pemanasan 110 derajat Celcius (distilasi). Uap air yang dihasilkan benar-benar murni untuk dikonsumsi karena tidak ada kontaminan apa pun," ujar Astrid.
Melalui proses multifiltrasi dan distilasi dengan teknologi keamanan ekstra, Amidis menjadi air minum terbaik untuk menjaga ginjal dan menghidrasi tubuh.
Selain memastikan kualitas, Amidis juga hadir sebagai solusi mengatasi hidrasi bagi keluarga modern yang peduli akan kesehatan sekaligus mendamba kepraktisan.
Amidis menyediakan galon sekali pakai dengan ukuran 15 liter yang sudah bebas BPA sehingga aman dikonsumsi seluruh keluarga. Galon ini menjadi pilihan ideal untuk anda yang mengutamakan kebersihan dan kepraktisan tanpa perlu isi ulang.
“Memastikan Keluarga Indonesia mendapatkan air minum dengan kualitas terbaik merupakan visi dan misi dari Amidis,” ungkap Commercial Director PT Amidis Tirta Mulia Susilo Gunadi.
Amidis dengan berbagai ukuran dan pilihan dapat ditemukan di toko online Alfagift, Midi Kriing, dan Astro, toko offline Alfamidi, Lion Superion, dan Grand Lucky serta toko terdekat lainnya di seluruh Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut tentang produk dan edukasi terkait air Amidis, Anda dapat mengunjungi situs resmi Amidis di https://amidiswater.com/link.