Advertorial

Lewat ASRI, Unilever Indonesia dan Kompas Gramedia Perkuat Edukasi Keberlanjutan di Sekolah

Kompas.com - 30/01/2026, 16:57 WIB

KOMPAS.com — Isu keberlanjutan kian dekat dengan keseharian, termasuk di lingkungan sekolah. Berbagai persoalan, seperti sampah yang masih berserakan, manajemen limbah yang terbatas, hingga kebiasaan ramah lingkungan yang belum terbentuk, menjadi tantangan yang kerap dijumpai.

Kondisi tersebut menegaskan peran strategis sekolah sebagai ruang awal pembentukan nilai keberlanjutan. Bukan hanya sebagai pengetahuan, melainkan juga praktik hidup sehari-hari bagi generasi muda.

Namun, pendidikan keberlanjutan di sekolah masih menghadapi tantangan klasik. Materi yang diberikan kerap terlalu konseptual, pendekatan satu arah, dan minim ruang bagi pelajar serta guru untuk mengubah pengetahuan menjadi aksi nyata.

Kesenjangan itu mendorong Unilever Indonesia berkolaborasi dengan Kompas Gramedia untuk menghadirkan Program Akademi Sekolah Lestari (ASRI). Program ini dirancang sebagai inisiatif pendidikan keberlanjutan berbasis platform dan aksi agar lebih relevan dengan realitas generasi muda.

Unilever Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang konsisten mendorong isu keberlanjutan selama lebih dari satu dekade. Berbagai program dan inisiatif kesehatan, kebersihan, dan lingkungan dijalankan melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.

Adapun program ASRI merupakan salah satu upaya Unilever Indonesia untuk terus menggaungkan dan mendorong kesadaran masyarakat dalam menjalankan gaya hidup yang berkelanjutan.

Sepanjang 2025, Program ASRI hadir sebagai ruang belajar, dialog, serta praktik keberlanjutan di lingkungan sekolah.

Pendekatan program tersebut tidak berhenti pada kampanye atau edukasi satu arah, tetapi juga membangun ekosistem belajar agar pelajar dan guru bisa mengambil peran aktif menciptakan solusi nyata di sekolah.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza mengatakan, isu lingkungan menjadi perhatian di kementeriannya. Ia menilai, upaya yang dilakukan ASRI penting untuk membangun generasi hijau di masa depan.

“Menurut kami, apa yang sedang diupayakan oleh ASRI merupakan salah satu faktor penting dalam memastikan bahwa anak-anak cucu kita akan punya kehidupan yang lebih baik lagi. Apa yang sedang dikerjakan oleh ASRI juga semakin mewakili kami untuk bisa membangun generasi bangsa sebagai generasi hijau yang akan menjadi DNA Indonesia di masa depan,” katanya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (30/1/2026).

Platform belajar online ASRI Lestari Academy

Fondasi utama program itu berada pada platform pembelajaran digital Lestariacademy.id. Melalui platform ini, materi keberlanjutan dirancang agar mudah diakses lewat gadget, dekat dengan konteks keseharian, serta dikemas sesuai karakter anak muda.

Tercatat, sebanyak 8.237 pelajar dan guru telah mengakses platform Lestariacademy.id, dengan beragam topik, seperti pengelolaan sampah, ekosistem berkelanjutan, dan kesejahteraan fisik.

Pengelolaan sampah menjadi topik favorit nomor satu. Hal ini dinilai mencerminkan isu lingkungan yang paling sering dihadapi di tingkat sekolah.

Pendekatan belajar yang kontekstual dan aplikatif juga tercermin dari rating pembelajaran 4,95+. Hal ini menunjukkan bahwa peserta tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga merasakan manfaat langsung dari materi yang disampaikan.

Program ASRI sendiri menempatkan pendidikan keberlanjutan bukan sebagai beban tambahan, melainkan pengetahuan yang relevan dan dapat diterapkan.

Roadshow ASRI Menyapa

Program ASRI juga melengkapi pembelajaran digital dengan interaksi langsung melalui Roadshow ASRI Menyapa. Program ini menjangkau 156 sekolah di tiga kota, yaitu Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung, serta melibatkan 809 peserta aktif.

Kegiatannya mencakup pemaparan materi dari praktisi, diskusi, dan aktivitas partisipatif.

Melalui roadshow tersebut, pelajar dan guru diajak berdialog lebih personal dengan fasilitator. Mereka juga diajak merefleksikan tantangan nyata di sekolah masing-masing, mulai dari pengelolaan sampah, penggunaan plastik sekali pakai, hingga keterlibatan komunitas sekolah dalam menjaga lingkungan.

ASRI Goes to School

Setelah roadshow, upaya mendekatkan pendidikan keberlanjutan ke ruang kelas dilanjutkan lewat ASRI Goes to School. Program ini menyasar 13 SMA di wilayah Jabodetabek dan melibatkan lebih dari 4.600 murid dan guru.

Pelajar SMA Tarakinta 1 Jakarta dalam kegiatan belajar di ASRI Goes to Schooldok. ASRI Pelajar SMA Tarakinta 1 Jakarta dalam kegiatan belajar di ASRI Goes to School

Melalui kegiatan tersebut, ASRI mendorong kelahiran kesadaran kolektif bahwa perubahan dapat dimulai dari lingkungan terdekat.

Pada kegiatan itu, pelajar dan guru tidak hanya menjadi peserta. Mereka didorong menjadi aktor perubahan dengan cara mengidentifikasi persoalan lingkungan di sekolah, merancang ide solusi, lalu menerapkannya secara sederhana dan konsisten.

Pendekatan tersebut menegaskan bahwa keberlanjutan bukan proyek sesaat, melainkan proses yang tumbuh bersama kebiasaan.

Kompetisi ASRI dan mentoring

Program ASRI juga memfasilitasi ide dan proyek milik guru serta pelajar agar bisa berkembang menjadi aksi nyata. Salah satunya melalui Kompetisi ASRI 2025 yang disertai ekosistem pendampingan.

Kompetisi itu melibatkan 45 mentor dan 12 juri. Kehadiran mentor dan juri disebut membantu peserta menyempurnakan gagasan, mengukur dampak, dan memastikan keberlanjutan program di lingkungan sekolah.

ASRI Awards

Puncak rangkaian Kompetisi ASRI 2025 diwujudkan melalui ASRI Awards. Ajang ini menjadi ruang apresiasi serta refleksi atas upaya mewujudkan aksi keberlanjutan.

Tercatat, 120 sekolah dari 24 provinsi berpartisipasi. Total ada 332 proyek dan ideasi yang didaftarkan pelajar dan guru dengan topik pengelolaan sampah, ekosistem berkelanjutan, dan kesejahteraan fisik.

Penyerahan piala dan sertifikat dari Head of Sustainable Environment Unilever Indonesia Foundation Maya Tamimi kepada pemenang ASRI Awards 2025dok. ASRI Penyerahan piala dan sertifikat dari Head of Sustainable Environment Unilever Indonesia Foundation Maya Tamimi kepada pemenang ASRI Awards 2025

Dari jumlah tersebut, 100 tim mendapatkan pendampingan mentor. Pada akhirnya, terpilih 19 pemenang yang terdiri dari kategori proyek dan kategori ideasi.

Rinciannya, kategori proyek melahirkan 6 pemenang best-teacher led dan 5 pemenang best-student led. Sementara itu, kategori ideasi mencatat 8 pemenang gabungan murid dan guru.

Para pemenang ASRI Awards memperoleh dukungan berupa beasiswa di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), transfer SKS di IPB University, produk Unilever, penunjang kebutuhan sekolah oleh Unilever, serta merchandise menarik.

Lebih dari sekadar penghargaan, ASRI Awards juga menjadi simbol bahwa upaya kecil di tingkat sekolah memiliki potensi untuk menciptakan perubahan yang lebih luas serta mendukung proyek keberlanjutan dapat terus berjalan dan memberikan dampak nyata.

 “Aksi nyata para guru dan murid ini menjadi bukti bahwa kecerdasan dalam ilmu pengetahuan bisa melahirkan kebijaksanaan dalam menjaga lingkungan,” kata Analis Kebijakan Ahli Muda Kemendikdasmen Yulaika Ernawati.

Di tengah tantangan keberlanjutan yang semakin kompleks, Program ASRI menunjukkan bahwa solusi dapat tumbuh dari ruang-ruang terdekat, seperti kelas, sekolah, hingga langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Dari situ, Bersemi Generasi ASRI diharapkan terus tumbuh membawa harapan akan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau