Advertorial

YKK AP Indonesia Jadi Pionir Produsen Jendela Aluminium Finished Goods Bersertifikat SNI

Kompas.com - 30/01/2026, 19:23 WIB

KOMPAS.com – Produk jendela aluminium finished goods merek NEXSTA dan MADELA dari PT YKK AP Indonesia resmi bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Pencapaian ini menjadikan PT YKK AP Indonesia sebagai produsen pertama di Indonesia ber SNI, melengkapi adopsi standar Jepang yang telah ada.

Presiden Direktur PT YKK AP Indonesia Kurosaki Shinya mengumumkannya pada acara penyerahan sertifikat SNI oleh Kepala BSN di Tangerang, Banten, Rabu (29/1/2025). Menurutnya, sertifikasi SNI pada produk bahan bangunan seperti jendela aluminium menjadi sangat penting di era perdagangan bebas saat ini.

"Produk jendela yang memiliki jaminan kualitas diharapkan dapat menjadi pilihan konsumen dan para pengembang perumahan atau perkantoran agar konsumen terlindungi dari berbagai risiko bahan bangunan yang tidak aman," ujar Kurosaki dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (29/1/2026).

Ia menegaskan bahwa sertifikasi SNI merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan pasar sekaligus mendukung peningkatan kualitas industri konstruksi nasional.

Tantangan meraih sertifikasi SNI

Kurosaki mengungkapkan, dalam proses meraih sertifikasi SNI perusahaan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penyesuaian spesifikasi teknis, pengujian produk, hingga pemenuhan seluruh persyaratan standar yang ditetapkan.

Jajaran manajemen PT YKK AP Indonesia saat acara penyerahan sertifikat SNI untuk produk jendela aluminium merek NEXSTA dan MADELA di Tangerang, Banten, Rabu (29/1/2025). Dok. YKK AP Indonesia Jajaran manajemen PT YKK AP Indonesia saat acara penyerahan sertifikat SNI untuk produk jendela aluminium merek NEXSTA dan MADELA di Tangerang, Banten, Rabu (29/1/2025).

Namun, berkat sistem manajemen mutu yang ketat, teknologi presisi Jepang, serta kolaborasi tim internal yang solid, seluruh proses tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

"Sebagai perusahaan yang berakar dari YKK Group di Jepang, YKK AP Indonesia menjalankan pengelolaan dan produksi dengan sistem serta budaya mutu yang sudah menjadi tradisi perusahaan di Jepang," ucap Kurosaki.

Lebih ekonomis dalam jangka panjang

Kurosaki menyadari bahwa pasar Indonesia dipenuhi produk lokal dan impor sejenis dengan harga yang bervariasi bahkan lebih murah. Meski demikian, ia yakin produk ber-SNI justru lebih ekonomis dalam jangka panjang.

"Produk ber-SNI yang lebih aman dan berkualitas, secara jangka panjang terhitung akan lebih murah karena keawetannya dan secara fungsional bisa diandalkan," jelasnya.

Ia merinci sejumlah keunggulan produk jendela ber-SNI buatan YKK AP Indonesia. Produk tersebut menggunakan bahan baku aluminium berkualitas tinggi yang kuat, awet, dan tahan lama.

Selain itu, jendela tersebut juga dijamin memiliki performa kedap air dan angin yang optimal. Semua dirancang dengan standar presisi Jepang untuk memastikan kualitas terbaik bagi konsumen.

Kurosaki berharap, kehadiran produk jendela ber-SNI ini dapat menambah pilihan bagi masyarakat Indonesia. Dengan begitu, konsumen memiliki akses terhadap produk yang aman dan berkualitas.

"YKK AP Indonesia terus berkomitmen dalam menghadirkan produk jendela berkualitas tinggi yang aman, andal, dan sesuai dengan standar nasional. Tentunya ini semua untuk daya saing produk nasional dan perlindungan konsumen Indonesia," ujarnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau