Advertorial

PT Industri Karet Deli Resmikan PLTS Atap 10 MWp Terbesar di Sumatera Utara

Kompas.com - 30/01/2026, 19:30 WIB

KOMPAS.com – PT Industri Karet Deli (IKD) meresmikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap berkapasitas 10.004.630 Watt peak (Wp) atau sekitar 10 MWp di fasilitas produksi IKD, Medan, Sumatera Utara (Sumut). Proses energizing dari PLTS itu telah dilaksanakan pada 2025.

Dengan kapasitas tersebut, PLTS Atap IKD tercatat sebagai PLTS terbesar di sektor industri Sumut. PLTS ini dirancang untuk menghasilkan energi listrik ramah lingkungan dengan estimasi produksi sekitar 12–13 GWh per tahun dan akan dimanfaatkan langsung untuk mendukung operasional pabrik.

Dari sisi lingkungan, sistem tersebut diproyeksikan mampu menurunkan emisi karbon hingga 10.000 ton CO? atau setara dengan menanam sebanyak 450.000 pohon per tahun. Hal itu sejalan dengan faktor emisi sistem ketenagalistrikan nasional.

Direktur PT Industri Karet Deli Darkiat Tjangnaka menyampaikan bahwa pengoperasian PLTS Atap IKD merupakan langkah strategis perusahaan dalam mendukung transisi energi bersih nasional serta memperkuat kinerja operasional industri.

“Peresmian dan pengoperasian PLTS atap berkapasitas 10 MWp ini merupakan tonggak penting dalam transformasi energi PT Industri Karet Deli. Energi yang dihasilkan dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung operasional pabrik, meningkatkan efisiensi energi, serta memperkuat ketahanan pasokan listrik perusahaan,” ujar Darkiat dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (30/1/2026).

Peresmian PLTS atap terbesar itu turut dihadiri oleh perwakilan resmi Pemerintah Kota Medan, Wakil Duta Besar Kerajaan Norwegia untuk Indonesia, Head of Economic Affairs Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia, dan perwakilan Uni Eropa untuk Indonesia.

Hadir pula perwakilan PT PLN (Persero), Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Provinsi Sumatera Utara, perwakilan anggota Dewan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), jajaran manajemen PT Industri Karet Deli, serta PT Greenroof Energy Indonesia selaku pengembang proyek.

Wali Kota Medan melalui sambutan yang dibacakan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Medan Citra Effendy Capah menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas peresmian (inauguration ceremony) proyek PLTS di PT Industri Karet Deli.

Inisiatif itu dinilai sebagai langkah nyata dalam mendorong transformasi energi yang lebih ramah lingkungan di Kota Medan sekaligus mencerminkan komitmen industri yang sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

Pemerintah Kota Medan pun menyambut baik langkah strategis tersebut sebagai contoh pemanfaatan energi terbarukan di sektor industri.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah (pemda) dan sektor industri, peresmian PLTS Atap IKD menjadi simbol kesadaran bersama akan peran penting keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan dalam membangun ekosistem industri yang tangguh dan bertanggung jawab.

Dalam pesan yang disampaikan, Wali Kota Medan turut mengajak seluruh pelaku usaha untuk menjadikan inisiatif tersebut sebagai inspirasi dalam pengembangan usaha yang inovatif, berorientasi jangka panjang, serta berkontribusi pada peningkatan daya saing industri dan kualitas lingkungan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Medan juga menegaskan dukungannya terhadap berbagai upaya yang sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari visi “Medan untuk Semua”.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Medan Utara Hiro Pingkir Pardede menyampaikan bahwa PLN menilai pengembangan PLTS Atap di PT Industri Karet Deli sebagai bentuk nyata komitmen pelanggan industri dalam mendukung transisi energi serta penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG).

PT Greenroof Energy Indonesia selaku pengembang proyek PLTS Atap IKD. Dok. Industri Karet Deli PT Greenroof Energy Indonesia selaku pengembang proyek PLTS Atap IKD.

Sebagai salah satu pelanggan besar PT PLN (Persero) dengan kapasitas daya terpasang sebesar 22,86 MW, PT Industri Karet Deli memiliki potensi signifikan dalam mengembangkan pemanfaatan energi bersih secara terintegrasi.

Sejalan dengan hal tersebut, PLN juga mendorong pemanfaatan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di lingkungan industri sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi dan penguatan ekosistem energi yang berkelanjutan.

PT Industri Karet Deli merupakan salah satu produsen ban nasional di Indonesia yang memproduksi berbagai jenis ban, termasuk merek Swallow, Delium, dan Delitire. Merek tersebut mencakup sepeda, sepeda motor, radial (kendaraan roda empat), serta ban industri (industrial tires).

Produk-produk IKD pun telah dipasarkan secara luas di pasar domestik ataupun ekspor dengan komitmen terhadap kualitas, keselamatan, serta keberlanjutan dalam setiap proses produksinya.

PLTS Atap IKD dikembangkan oleh PT Greenroof Energy Indonesia, pengembang PLTS yang merupakan perusahaan gabungan (joint venture) antara Norfund dan Climate Fund Managers. PLTS ini dirancang dan dibangun sesuai dengan standar teknis, keselamatan, dan ketentuan ketenagalistrikan yang berlaku.

Adapun Norfund sebagai lembaga investasi pembangunan milik Pemerintah Norwegia dan Climate Fund Managers (dengan dukungan dari Uni Eropa) merupakan perusahaan manajemen investasi berbasis di Belanda yang berfokus pada pengelolaan dana untuk proyek energi terbarukan di negara berkembang.

Ke depan, PT Industri Karet Deli berkomitmen untuk terus mengkaji peluang penambahan kapasitas PLTS atap seiring dengan perkembangan kebutuhan energi dan teknologi. Perusahaan meyakini bahwa industri masa depan adalah industri yang unggul secara ekonomi sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau