Advertorial

Rehabilitasi Mangrove, BNI Dorong Pemulihan Lingkungan dan Ekonomi Pesisir Banyuwangi

Kompas.com - 30/01/2026, 21:12 WIB

KOMPAS.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatat kemajuan positif dalam program rehabilitasi mangrove di Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim).

Hingga akhir 2025, program tersebut tidak hanya difokuskan pada pemulihan ekosistem pesisir, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat setempat secara berkelanjutan.

Salah satu inisiatif utama yang dijalankan adalah Program Regenerasi Hutan Mangrove Teluk Pangpang di Banyuwangi.

Program tersebut dirancang untuk memulihkan kawasan pesisir yang mengalami penurunan tutupan mangrove akibat abrasi pantai, alih fungsi lahan menjadi tambak, serta aktivitas penebangan liar yang mengancam keseimbangan ekosistem.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, inisiatif tersebut dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun masyarakat pesisir.

“BNI berkomitmen menjalankan program TJSL yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan, khususnya dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir,” ujar Okki dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Jumat (30/1/2026).

Untuk diketahui, program rehabilitasi mangrove tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI pada pilar keberlanjutan, khususnya aspek Inklusi dan Resiliensi.

Melalui program tersebut, BNI berupaya menghadirkan solusi terintegrasi antara pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Program Regenerasi Hutan Mangrove Teluk Pangpang dilaksanakan sejak Agustus 2024 hingga Agustus 2027.

Rangkaian kegiatan yang dilakukan mencakup pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan mangrove secara berkelanjutan guna memastikan keberlangsungan ekosistem yang direstorasi.

Pelaksanaan program tersebut mengusung konsep creating shared value (CSV) yang menekankan penciptaan nilai bersama antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.

Melalui pendekatan tersebut, BNI tidak hanya berkontribusi pada pemulihan ekosistem pesisir, tetapi juga memperkuat peran korporasi dalam agenda pembangunan berkelanjutan nasional.

Libatkan masyarakat lokal

Program rehabilitasi mangrove di Teluk Pangpang selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 13 (Aksi Iklim), SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 15 (Ekosistem Darat).

Dalam pelaksanaannya, kegiatan rehabilitasi mangrove melibatkan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Baret serta partisipasi aktif perempuan dan pemuda pesisir.

Keterlibatan masyarakat lokal dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan hasil rehabilitasi sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap kawasan mangrove yang direstorasi.

Dari sisi lingkungan, regenerasi mangrove di Teluk Pangpang memberikan dampak signifikan, antara lain mengurangi abrasi pantai, meningkatkan kualitas perairan, serta memulihkan habitat berbagai biota pesisir, seperti kepiting soka, ikan lemuru, dan burung migrasi.

Ekosistem mangrove juga berfungsi sebagai penyerap karbon alami yang efektif sehingga berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.

Tidak hanya berfokus pada aspek ekologis, BNI turut mengintegrasikan penguatan ekonomi masyarakat melalui tiga intervensi utama, yakni pengembangan kawasan eduwisata mangrove, penguatan unit pembibitan mangrove sebagai sumber pendapatan baru, serta revitalisasi infrastruktur pendukung untuk menunjang aktivitas sosial dan ekonomi warga pesisir.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas lokal, BNI juga menyelenggarakan berbagai pelatihan dan lokakarya terkait teknik pembibitan dan perawatan mangrove, konservasi berbasis masyarakat, hingga pengelolaan wisata edukatif.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran ekologis sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis konservasi.

Program rehabilitasi mangrove di Banyuwangi menjadi salah satu wujud peran aktif BNI dalam mendukung ketahanan ekosistem pesisir serta mendorong pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau