Advertorial

Tumit Terasa Nyeri saat Berdiri Lama? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kompas.com - 03/02/2026, 19:22 WIB

KOMPAS.com – Rasa nyeri menusuk di tumit saat pertama kali melangkah di pagi hari dapat menjadi gejala nyeri telapak kaki plantar fasciitis, yakni kondisi yang kerap terjadi akibat terlalu lama berjalan atau berdiri di satu posisi.

Meski terdengar sepele, rasa nyeri itu dapat mengganggu aktivitas harian. dr Mohammad Tsani Musyafa, MKes, SpOT dari Pain Management Center Mayapada Hospital Bogor, membagikan tips mengatasi kondisi tersebut.

Perlu diketahui bahwa plantar fasciitis terjadi akibat peradangan pada jaringan yang membungkus otot di bagian telapak kaki. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri yang muncul, baik secara perlahan maupun tiba-tiba. Biasanya, gejala akan semakin terasa saat kaki digunakan untuk berjalan.

“Peradangan pada telapak kaki dapat menyebabkan jaringan otot di sekitarnya membengkak dan menebal sehingga saraf-saraf di area tersebut tertekan dan menimbulkan rasa nyeri, terutama saat kaki digunakan untuk menopang tubuh,” ujar dr Tsani dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (1/2/2026).

Jika dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan, rasa nyeri tersebut dapat menjalar hingga bagian atas kaki, bahkan ujung jari.

Faktor pendorong dan penanganannya

Plantar fasciitis sering kali ditandai dengan sensasi tajam dan menusuk di area bawah tumit, terutama saat langkah pertama di pagi hari setelah bangun tidur. Nyeri ini juga dapat muncul setelah duduk terlalu lama, berdiri dalam waktu lama, atau usai berolahraga.

“Kondisi ini umum terjadi pada perempuan berusia di atas 40 tahun. Seiring bertambahnya usia, jaringan di telapak kaki kehilangan elastisitasnya sehingga lebih rentan mengalami peradangan,” jelas dr Tsani.

Selain faktor usia dan gender, lanjut dia, tekanan berulang pada area tumit akibat aktivitas fisik seperti lari jarak jauh, balet, atau senam aerobik juga dapat menjadi pemicu.

Dokter Tsani menyampaikan bahwa risiko plantar fasciitis juga meningkat pada mereka yang memiliki struktur kaki datar, lengkungan kaki terlalu tinggi, atau cara berjalan yang tidak normal.

Selain itu, pekerjaan yang mengharuskan berdiri lama dan penggunaan alas kaki yang tidak memberikan dukungan cukup juga berperan. Adapun faktor obesitas dan peningkatan berat badan dapat memperparah tekanan pada telapak kaki.

Meski demikian, dr Reyner Valiant Tumbelaka, MKedKlin, SpO dari Mayapada Hospital Surabaya, menekankan bahwa munculnya gejala plantar fasciitis bukan hal yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

Pasalnya, gejala tersebut umumnya dapat sembuh dalam beberapa bulan dengan perawatan sederhana di rumah, seperti istirahat, kompres es, dan melakukan peregangan otot secara rutin.

“Disarankan juga menggunakan obat antinyeri, plester atletik untuk menopang kaki, penyangga kaki (splint) saat tidur yang membantu meregangkan otot kaki, serta sol khusus (orthotics) untuk membantu mendistribusikan tekanan secara merata pada telapak kaki, sekaligus meredakan nyeri dan mempercepat pemulihan,” kata dr. Reyner.

Perawatan lanjutan di Mayapada Hospital

Apabila perawatan di rumah tidak meredakan nyeri yang dirasakan, dr Reyner menyarankan beberapa tindakan medis lanjutan.

“Pasien dapat menjalani terapi injeksi Platelet Rich Plasma (PRP), terapi Extracorporeal Shock Wave dengan gelombang suara untuk merangsang proses penyembuhan, hingga tindakan pembedahan,” ujarnya.

Mayapada Hospital menyediakan layanan Orthopedic Center yang melayani konsultasi dan penanganan berbagai keluhan nyeri, termasuk plantar fasciitis.

Dengan perawatan berstandar internasional, layanan tersebut menangani masalah tulang, sendi, dan otot secara komprehensif, mulai dari deteksi dini, diagnosis, tindakan medis, terapi, hingga perawatan pasca-tindakan.

Bagi warga Bogor dan Jawa Barat (Jabar), Mayapada Hospital Bogor menyediakan layanan Pain Management Center untuk menangani berbagai jenis nyeri sesuai kondisi setiap pasien, dengan dukungan tim dokter multidisiplin yang memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi atau Pain Customer Care Mayapada Hospital Bogor di 0811-1015-354.

Untuk memudahkan akses layanan kesehatan, jadwal pemeriksaan di Orthopedic Center Mayapada Hospital atau Pain Management Center Mayapada Hospital Bogor kini dapat diakses melalui aplikasi MyCare. Pasien juga bisa berkonsultasi dengan dokter dan mengakses layanan gawat darurat 150990 lewat aplikasi ini.

MyCare juga dilengkapi fitur Health Articles & Tips yang berisi informasi terkait keberhasilan Orthopedic Center dalam menangani berbagai kasus ortopedi lebih lanjut, serta Personal Health yang terhubung dengan Health Access dan Google Fit untuk memantau langkah harian, kalori terbakar, detak jantung, hingga indeks massa tubuh (BMI).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau