KOMPAS.com – Kisah perjuangan pasien berinisial A memberikan gambaran nyata mengenai kompleksitas penanganan medis bagi penyandang autisme berat.
Pria berusia 41 tahun tersebut harus menghadapi tantangan besar saat didiagnosis menderita tumor karsinoma nasal atau kanker hidung yang tumbuh di area nasofaring.
Keluarga awalnya menyadari adanya benjolan yang tidak wajar pada hidung pasien sebelum akhirnya memutuskan melakukan pemeriksaan intensif.
Kondisi autisme berat yang dialami A membuat interaksi sosial dan komunikasi menjadi tantangan tersendiri bagi tim medis di Oncology Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan.
Ahli onkologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr Ratnawati Soediro, SpOnkRad, menjelaskan bahwa kanker hidung biasanya ditangani dengan operasi pengangkatan tumor.
Prosedur tersebut umumnya diikuti dengan rangkaian kemoterapi atau radioterapi untuk memastikan sel kanker benar-benar hilang.
"Namun, dalam kasus A, operasi dan kemoterapi dinilai kurang cocok karena berisiko menyebabkan stres berlebihan pada pasien," ujar dr Ratnawati dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (1/2/2026).
Tim dokter multidisiplin di Oncology Center Mayapada Hospital akhirnya melakukan diskusi mendalam untuk menyusun rencana perawatan yang paling tepat. Langkah ini diambil guna mengantisipasi segala kemungkinan yang mungkin terjadi selama pengobatan berlangsung.
Diskusi tersebut melibatkan berbagai ahli, mulai dari spesialis onkologi, radiologi, THT, gigi, hingga anestesi untuk memastikan keamanan pasien.
Berdasarkan pertimbangan kondisi fisik dan mental pasien A secara menyeluruh, tim medis akhirnya memilih prosedur radioterapi sebagai langkah pengobatan terbaik.
Oncology Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan sendiri tercatat telah menangani sekitar 8.000 hingga 9.000 kasus kanker dalam dua tahun terakhir. Fasilitas ini menerapkan metode pengobatan canggih dengan layanan menyeluruh mulai dari pencegahan, skrining, hingga perawatan berkelanjutan bagi setiap pasien.
Setelah melewati 20 sesi radioterapi, benjolan pada hidung pasien A dilaporkan mengecil secara signifikan sebagai tanda respons positif terhadap pengobatan. Keberhasilan ini membuktikan bahwa perencanaan yang matang dan pendekatan humanis mampu memberikan hasil efektif bagi pasien dengan kebutuhan khusus.
Pemulihan pasien A juga mendapatkan dukungan psikologis penuh melalui kehadiran patient navigator yang mendampingi di setiap sesi terapi. Pendampingan dari tenaga medis berpengalaman ini bertujuan agar pasien tetap merasa aman dan nyaman selama menjalani seluruh rangkaian perawatan yang panjang.
Kemajuan ilmu dan teknologi medis saat ini membuka peluang kesembuhan yang jauh lebih besar bagi para penderita kanker, termasuk kanker hidung yang diderita pasien A.
Peluang mencapai masa remisi atau kesembuhan juga akan meningkat drastis jika penyakit mematikan ini dapat terdeteksi lebih awal melalui pemeriksaan kesehatan rutin.
Guna mendukung deteksi dini yang komprehensif, Mayapada Hospital menyediakan beragam paket skrining kanker.
Paket skrining tersebut antara lain mamografi dan USG payudara untuk deteksi kanker payudara, pap-smear dan vaksinasi Human papillomavirus (HPV) untuk kanker serviks, low dose CT-scan untuk kanker paru, hingga kolonoskopi virtual untuk kanker kolorektal.
Informasi mengenai paket pemeriksaan tersebut dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat melalui situs resmi atau aplikasi MyCare milik Mayapada Hospital. Di aplikasi ini, tersedia pula layanan pengaturan jadwal konsultasi dengan dokter, akses layanan gawat darurat lewat fitur Emergency Call.
Tak berhenti di situ, pengguna bahkan bisa mendapatkan informasi dan tips kesehatan terkini yang tersedia pada fitur Health Articles & Tips. Selain itu, MyCare turut mendukung penerapan gaya hidup sehat melalui fitur Personal Health yang dapat dipersonalisasi.
Fitur tersebut dapat terintegrasi dengan Health Access dan Google Fit untuk memantau aktivitas harian pengguna secara akurat. Data yang terekam mencakup jumlah langkah kaki, jumlah kalori yang terbakar, hingga pemantauan indeks massa tubuh atau body mass index (BMI).