KOMPAS.com - Aneurisma otak sering kali dijuluki “bom waktu” kesehatan karena sifatnya yang sering muncul tanpa gejala, namun berisiko pecah kapan saja dan memicu stroke perdarahan yang fatal.
Kabar baiknya, kemajuan teknologi medis kini menawarkan solusi tanpa harus melalui operasi bedah terbuka yang besar.
Salah satu metode unggulan saat ini adalah Endovascular Coiling. Prosedur ini menjadi angin segar bagi pasien karena dilakukan dengan teknik minim sayatan, risiko infeksi lebih rendah, dan masa pemulihan jauh lebih cepat.
Aneurisma Otak sendiri merupakan satu kondisi medis yang terjadi ketika pembuluh darah di otak mengalami pelemahan dan membentuk tonjolan seperti buah beri yang menggantung.
Kondisi ini terjadi akibat penipisan dinding pembuluh darah arteri, terutama pada area pembuluh darah yang bercabang karena dindingnya cenderung lebih lemah, dan berpotensi pecah sewaktu-waktu, mengakibatkan Stroke perdarahan.
Aneurisma otak ini dapat semakin membesar dan berisiko pecah sewaktu-waktu, menimbulkan stroke perdarahan.
dr. Nia Yuliatri, SpBS, Mkes dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menerangkan, “Saat Aneurisma Otak pecah, penderitanya dapat mengalami gejala seperti sakit kepala yang hebat secara tiba-tiba, mual dan muntah, pandangan kabur atau penglihatan ganda, kejang, hingga penurunan kesadaran. Ini merupakan kondisi gawat darurat yang harus ditangani dengan cepat dan tepat.”
Mengenal Endovascular Coiling
Untuk menangani aneurisma otak dan mencegah risiko pecah, terdapat dua pilihan tindakan, pertama, melalui pembedahan terbuka yang dilakukan dengan prosedur clip, yakni dengan menjepit pangkal dari aneurisma dengan tujuan menghentikan aliran darah ke dalamnya.
Kedua, tindakan intervensi endovascular dengan prosedur Endovascular Coiling yang dilakukan dengan teknik minimal invasif (minim sayatan) sehingga minim risiko infeksi serta proses pemulihan yang lebih cepat dibandingkan prosedur pembedahan terbuka.
“Endovascular Coiling dilakukan di laboratorium kateterisasi (Cath Lab) menggunakan kateter yang diarahkan langsung ke lokasi aneurisma. Selanjutnya, dokter akan memasukkan kawat coil melalui kateter hingga memenuhi kantong aneurisma sehingga darah tidak bisa mengalir masuk ke dalam lagi,” tambah dr. Nia.
Namun, perlu diketahui pula bahwa tindakan advanced Endovascular Coiling yang tepat sangat bergantung pada pengalaman tim dokter spesialis yang terampil dan terlatih seperti yang ada di Tahir Neuroscience Center Mayapada Hospital.
Layanan unggulan milik Mayapada Hospital ini memberikan layanan komprehensif dan berstandar internasional untuk menangani masalah saraf dan otak mulai dari deteksi dini, diagnosis, tindakan neuro intervensi dan bedah saraf, hingga neuro rehabilitasi, termasuk tindakan Endovascular Coiling untuk mengatasi Aneurisma Otak.
Deteksi Dini Kurangi Faktor Risiko
Sayangnya, kebanyakan kasus Aneurisma Otak tidak disadari oleh penderitanya, karena tidak menimbulkan gejala ketika masih berukuran kecil dan belum pecah.
“Apabila aneurisma membesar dan menekan jaringan sekitarnya, penderitanya dapat mengalami keluhan akibat penekanan tersebut. Keluhannya dapat berupa nyeri kepala, gangguan gerak bola mata, gangguan penglihatan dan lain lain,” demikian ungkap dr. Ingrid Ayke Widjaya, SpBS, dari Mayapada Hospital Kuningan.
Mengingat hal tersebut, dr. Ingrid menjabarkan beberapa faktor risiko Aneurisma Otak yang bisa disadari sejak dini.
“Faktor risiko ini seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), rentang usia 30-60 tahun, berjenis kelamin perempuan dan sudah menopause, riwayat cedera kepala, mengonsumsi alkohol berlebih, kebiasaan merokok, dan riwayat keluarga dengan aneurisma otak,” jelas dr. Ingrid.
Itulah mengapa baik deteksi dini sangat penting dilakukan, terutama jika seseorang memiliki faktor-faktor risiko tersebut.
“Deteksi dapat dilakukan dengan beberapa pemeriksaan seperti MRI dan MRA untuk mendeteksi aneurisma otak yang belum pecah. Apabila dicurigai ada perdarahan otak, maka pemeriksaan CT scan merupakan pilihan pertama,” jelas dr. Ingrid.
Pemeriksaan pembuluh darah lanjutan, seperti CT Angiografi, MR Angiografi dan Digital Substraction Angiography (DSA) dilakukan untuk melihat gambaran lebih detail mengenai lokasi, bentuk, proyeksi, dan ukuran aneurisma,” tambahnya.
Stroke Emergency Mayapada Hospital
Pemeriksaan komprehensif untuk Aneurisma Otak juga dapat dilakukan di Tahir Neuroscience Center Mayapada Hospital yang memiliki kelengkapan fasilitas medis yang canggih. Pemeriksaan dilakukan oleh tim dokter multidisiplin yang ada di Tahir Neuroscience Center.
Setiap pasien dapat membuat jadwal pemeriksaan dengan mudah melalui aplikasi MyCare milik Mayapada dengan kemudahan transaksi layanan di berbagai kanal pembayaran yang terhubung dengan MyCare.
Tahir Neuroscience Center Mayapada Hospital juga dilengkapi dengan layanan Stroke Emergency yang siaga 24 jam untuk menangani kasus kegawatdaruratan stroke dengan cepat dan tepat dengan standar protokol internasional Door to Needle kurang dari 60 menit.
Stroke Emergency Mayapada Hospital juga dapat dijangkau dengan menghubungi kontak emergency 150990 atau menggunakan aplikasi MyCare dengan menekan tombol Emergency Call di MyCare.
Masih banyak informasi seputar kesehatan saraf dan otak serta keberhasilan tim dokter Tahir Neuroscience Center Mayapada Hospital yang dapat ditelusuri dalam fitur Health Articles & Tips di MyCare.
Aplikasi MyCare juga memiliki fitur Personal Health untuk memantau detak jantung, jumlah langkah kaki, jumlah kalori terbakar, dan body mass index (BMI) dengan terhubung ke Google Fit dan Health Access.