Advertorial

Bidik Kontrak Dagang 1,5 Juta Dollar AS, Produk Unggulan Jawa Barat Unjuk Gigi di Inacraft 2026

Kompas.com - 05/02/2026, 14:45 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jabar kembali ambil bagian dalam pameran kerajinan terbesar di Indonesia, Inacraft 2026, di Jakarta International Convention Centre (JICC), Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026) hingga Minggu (8/2/2026).

Untuk diketahui, keikutsertaan pada tahun ini menjadi yang ke-21 bagi Dekranasda Jabar sejak pertama mengikuti Inacraft pada 2000. Hingga 2026, Inacraft sendiri telah diselenggarakan 26 kali. 

Ketua Dekranasda Jabar Noneng Komara Nengsih menjelaskan bahwa pada Inacraft 2026, Dekranasda Jawa Barat menghadirkan 128 produk unggulan yang berasal dari 24 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Produk ini mencakup berbagai kategori, mulai dari wastra, fesyen, aksesori, hingga produk kriya (craft).

Seluruh produk yang dibawa telah melalui proses kurasi ketat. Kurasi dilakukan untuk memastikan kualitas, desain, dan daya saing produk mengingat Inacraft diikuti peserta dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Kami bersaing dengan seluruh provinsi pada Inacraft 2026. Jadi, produk yang dibawa ke pameran harus yang terbaik. Ada juga produk-produk yang sebelumnya sudah memenangkan berbagai ajang di tingkat nasional,” ujar Noneng.

Dari sisi animo pasar, kata Noneng, Inacraft dinilai memiliki daya tarik tinggi dari tahun ke tahun. Selain sudah dikenal, produk yang ditawarkan juga menjangkau berbagai segmen konsumen, termasuk masyarakat umum dengan harga yang relatif terjangkau.

Selain Provinsi Jawa Barat, terdapat 10 Dekranasda kabupaten/kota yang turut berpartisipasi dalam ajang tersebut, yakni Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Bogor, Kabupaten Bogor, Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Bandung, Kabupaten Bandung, serta Kabupaten Subang.

Untuk tahun ini, Dekranasda Jabar menargetkan capaian transaksi Rp 35 juta. Target ini meningkat 25 persen ketimbang tahun sebelumnya, yakni Rp 28.771.300.

“Selain transaksi langsung, Dekranasda Jabar juga menargetkan kontrak dagang 1,5 juta dollar AS baik di tingkat nasional maupun internasional selama Inacraft 2026,” kata Noneng.

Noneng menilai, target tersebut realistis dan relevan dengan kondisi perekonomian saat ini. Optimisme tersebut didukung stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah, daya beli masyarakat yang relatif terjaga, serta pendekatan target yang adaptif dan berorientasi pada kerja sama berkelanjutan.

Selain itu, optimisme tersebut juga didasarkan pada pengalaman positif dari penyelenggaraan Inacraft tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, daya saing UMKM Jawa Barat terus meningkat, baik dari sisi kualitas produk, kemasan, hingga kesiapan masuk ke pasar yang lebih luas.

Ketua Dekranasda Jabar Noneng Komara Nengsih. DOK. Dekranasda Jabar Ketua Dekranasda Jabar Noneng Komara Nengsih.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Jabar tidak hanya memfasilitasi UMKM untuk ikut dalam pameran, tetapi juga melakukan pembinaan yang terintegrasi, mulai dari kurasi produk, fasilitasi promosi, hingga akses pasar sebelum dan setelah pameran berlangsung.

“Inacraft menjadi platform strategis bagi UMKM Jabar. Pameran ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan buyernasional dan internasional,” tuturnya.

Melalui ajang tersebut, Neneng berharap UMKM terdorong untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding, serta lebih siap menembus pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

Adapun subsektor yang diharapkan menjadi penyumbang utama transaksi Inacraft 2026, yakni produk kriya fesyen dan wastra lokal, aksesori fesyen dan tas handmade, kriya tekstil seperti rajut dan sulam, home décor berbasis anyaman dan serat alam, serta produk kriya berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Menurutnya, produk unggulan Jawa Barat yang paling diminati masih didominasi sektor fesyen berbasis tekstil. Selain itu, kerajinan rotan dan aksesoris juga menjadi primadona. Bahkan, produk aksesori Jabar kerap habis dalam berbagai pameran nasional.

“Tekstil sudah pasti (menjadi) kekuatan Jawa Barat. Tapi rotan dan aksesoris juga luar biasa peminatnya,” katanya.

Dukungan Pemprov Jabar

Untuk mendukung pelaku UMKM selama Inacraft 2026, Pemprov Jabar memberikan berbagai fasilitas, mulai dari penyediaan stand Paviliun Jawa Barat, dukungan media publikasi, hingga pemanfaatan jejaring promosi yang luas.

Selain itu, pemerintah juga mendorong business matchingdengan mempertemukan UMKM dengan buyer potensial, mitra usaha, serta peluang kontrak dagang di tingkat nasional dan internasional. 

“Pendampingan tidak berhenti saat pameran berakhir, tetapi dilanjutkan melalui monitoring dan pembinaan pasca-pameran guna memastikan realisasi transaksi dan kontrak dagang benar-benar terjadi,” kata Noneng.

Noneng menyebut, Pemprov Jabar terus berkomitmen memberikan perhatian pada UMKM, meski ada berbagai prioritas pembangunan. Gubernur Jabar konsisten mendorong promosi kerajinan sebagai bagian dari pelestarian budaya dan warisan daerah.

Produk UMKM di Booth Dekranasda Jabar pada Inacraft 2026. KOMPAS.COM/YOGARTA AWAWA PRABANING ARKA Produk UMKM di Booth Dekranasda Jabar pada Inacraft 2026.

“Pengrajin bukan sekadar industri, melainkan penjaga budaya dan warisan yang harus terus dilestarikan,” ujarnya.

Dalam jangka menengah, Noneng berharap partisipasi UMKM dalam Inacraft 2026 dapat memberikan dampak berkelanjutan, yakni meningkatkan akses pasar, menguatkan daya saing dan kapasitas usaha, memperluas jejaring bisnis, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja.

Dengan demikian, Inacraft 2026 dapat menjadi ajang untuk mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi womenpreneurs.

“Melalui peningkatan kualitas produk, akses pasar, dan jejaring usaha, kami ingin UMKM Jabar naik kelas, menyerap lebih banyak tenaga kerja dan berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar kata Noneng.

Inacraft Digital Excellence Award

Pemprov Jabar juga mengajak peserta Inacraft dan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) untuk mengikuti Inacraft Digital Excellence Award. Penghargaan tersebut akan diberikan kepada peserta Inacraft dan ASEPHI yang berhasil mengintegrasikan teknologi digital dalam bisnis kerajinan Indonesia.

Terdapat tiga kategori dalam Inacraft Digital Excellence Award, yakni “Best Digital Branding”, “Best Digital Marketing Performance”, dan “Best Digital Performance”.

Best Digital Branding diberikan kepada peserta yang paling berhasil membangun citra dan identitas merek secara digital.

Selanjutnya, Best Digital Marketing Performance merupakan apresiasi bagi peserta yang paling efektif memanfaatkan saluran digital untuk menjangkau audiens dan meningkatkan penjualan.

Sementara itu, Best Digital Innovation untuk peserta yang mengintegrasikan teknologi digital dalam proses bisnis, produksi atau presentasi produk.

Peserta Inacraft dan ASEPHI bisa mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi penghargaan tersebut melalui tautan resmi https://bit.ly/inaidea2026. Tahapan registrasi berakhir pada Rabu (4/2/2026).

Selanjutnya, proses wawancara dan presentasi peserta akan dilaksanakan pada Kamis (5/2/2026). Kemudian, pemenang bakal diumumkan dalam Inacraft Appreciation Night pada Jumat (6/2/2026) di Jakarta International Convention Center. Inacraft Appreciation Night masuk dalam rangkaian Pameran INACRAFT 2026.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau