Advertorial

Perkuat Riset Lintas Bidang Keilmuan, UM Kukuhkan Lima Guru Besar

Kompas.com - 06/02/2026, 16:48 WIB

KOMPAS.com – Universitas Negeri Malang (UM) mengukuhkan lima guru besar dalam sidang senat terbuka yang digelar di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) A19, Malang, Jawa Timur, Kamis (5/2/2026).

Pengukuhan guru besar itu menandai langkah strategis UM dalam memperkuat kapasitas riset dan pengabdian lintas bidang keilmuan. Dengan pengukuhan tersebut, jumlah guru besar di kampus kini mencapai 165 orang.

Adapun rincian guru besar yang dikukuhkan adalah satu dari Fakultas Ilmu Sosial, dua guru besar dari Fakultas Teknik, satu dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) serta satu dari Fakultas Ilmu Pendidikan. Kelima guru besar membawa fokus penelitian yang aplikatif.

Dari Fakultas Ilmu Sosial, Prof Syamsul Bachri menawarkan model human–volcano system untuk pengelolaan risiko bencana gunung api yang mengedepankan pendekatan holistik dan pemberdayaan komunitas. Model itu diharapkan dapat memperkaya strategi mitigasi dan pemulihan pascabencana.

Di Fakultas Teknik, Prof Dr Agus Hery Supadmi Irianti memaparkan penelitian tentang grading motif batik sebagai respons sosial terhadap fenomena body shaming, yakni desain tekstil inklusif yang mempertahankan filosofi batik serta meningkatkan rasa percaya diri pengguna.

Berikutnya, dari FMIPA, Prof Dr Hartatiek melakukan penelitian mengenai pemanfaatan batu gamping lokal untuk rekayasa tulang.

Dari penelitian tersebut, batu gamping diketahui dapat menghasilkan nano hydroxyapatite yang potensial untuk scaffold jaringan tulang dan aplikasi biomaterial berbasis sumber daya domestik.

Sementara itu, Prof Ir Rr Poppy Puspitasari dari Fakultas Teknik mengangkat rekayasa nanomaterial untuk efisiensi energi.

Melalui kajian size does matter, Prof Poppy menyorot optimasi material pada skala nano untuk meningkatkan performa dan keandalan sistem energi.

Terakhir, Prof Dr Ahmad Samawi dari Fakultas Ilmu Pendidikan memperkuat manajemen PAUD berbasis nilai serta menekankan peran karakter dan kualitas pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Dengan pengukuhan ini, UM menegaskan arah riset yang tidak hanya berorientasi pada publikasi, tetapi juga solusi nyata bagi tantangan lokal dan nasional, mulai dari mitigasi bencana hingga inovasi biomaterial dan pendidikan anak.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau