KOMPAS.com – Universitas Negeri Malang (UM) mengukuhkan lima guru besar dalam sidang senat terbuka yang digelar di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) A19, Malang, Jawa Timur, Kamis (5/2/2026).
Pengukuhan guru besar itu menandai langkah strategis UM dalam memperkuat kapasitas riset dan pengabdian lintas bidang keilmuan. Dengan pengukuhan tersebut, jumlah guru besar di kampus kini mencapai 165 orang.
Adapun rincian guru besar yang dikukuhkan adalah satu dari Fakultas Ilmu Sosial, dua guru besar dari Fakultas Teknik, satu dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) serta satu dari Fakultas Ilmu Pendidikan. Kelima guru besar membawa fokus penelitian yang aplikatif.
Dari Fakultas Ilmu Sosial, Prof Syamsul Bachri menawarkan model human–volcano system untuk pengelolaan risiko bencana gunung api yang mengedepankan pendekatan holistik dan pemberdayaan komunitas. Model itu diharapkan dapat memperkaya strategi mitigasi dan pemulihan pascabencana.
Di Fakultas Teknik, Prof Dr Agus Hery Supadmi Irianti memaparkan penelitian tentang grading motif batik sebagai respons sosial terhadap fenomena body shaming, yakni desain tekstil inklusif yang mempertahankan filosofi batik serta meningkatkan rasa percaya diri pengguna.
Berikutnya, dari FMIPA, Prof Dr Hartatiek melakukan penelitian mengenai pemanfaatan batu gamping lokal untuk rekayasa tulang.
Dari penelitian tersebut, batu gamping diketahui dapat menghasilkan nano hydroxyapatite yang potensial untuk scaffold jaringan tulang dan aplikasi biomaterial berbasis sumber daya domestik.
Sementara itu, Prof Ir Rr Poppy Puspitasari dari Fakultas Teknik mengangkat rekayasa nanomaterial untuk efisiensi energi.
Melalui kajian size does matter, Prof Poppy menyorot optimasi material pada skala nano untuk meningkatkan performa dan keandalan sistem energi.
Terakhir, Prof Dr Ahmad Samawi dari Fakultas Ilmu Pendidikan memperkuat manajemen PAUD berbasis nilai serta menekankan peran karakter dan kualitas pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Dengan pengukuhan ini, UM menegaskan arah riset yang tidak hanya berorientasi pada publikasi, tetapi juga solusi nyata bagi tantangan lokal dan nasional, mulai dari mitigasi bencana hingga inovasi biomaterial dan pendidikan anak.