KOMPAS.com - Pasokan komoditas pangan di Jawa Barat (Jabar) cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
Neraca pangan dari 12 komoditas, seperti beras, jagung, daging sapi atau kerbau, daging ayam, dan cabai rawit diperkirakan surplus dalam tiga bulan ke depan mulai Februari hingga April 2026.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jabar Linda Al Amin mengatakan, ketersediaan beras di Jabar dalam tiga bulan ke depan sebanyak 3,1 juta ton.
Adapun kebutuhan beras masyarakat sebanyak 1,5 juta ton sehingga diprediksi terjadi surplus beras.
Ketersediaan jagung juga diperkirakan surplus. Kebutuhan terhadap jagung dalam tiga bulan ke depan sebanyak 325.471 ton, sedangkan ketersediaannya mencapai 493.153 ton.
Kebutuhan daging sapi atau kerbau yang biasanya meningkat pada Idul Fitri pun dipastikan dapat terpenuhi. Ketersediaan daging sapi atau kerbau di Jabar sebanyak 60.448 ton dalam tiga bulan ke depan, sedangkan kebutuhannya 39.815 ton.
“Selain daging sapi atau kerbau, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan daging ayam karena ketersediaannya mencapai 392.609 ton. Sementara, kebutuhannya 211.051 ton," ujar Linda dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (6/2/2026).
Komoditas lain yang kerap diperlukan saat Ramadhan dan Idul Fitri adalah cabai rawit. Komoditas ini tidak akan kekurangan karena ketersediaannya mencapai 55.688 ton, sedangkan kebutuhannya 35.483 ton.
Untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan saat Ramadhan dan Idul Fitri, Pemerintah Provinsi Jabar akan menggelar Gerakan Pangan Murah. Pelaksanaannya bakal dilakukan di 27 kabupaten atau kota di Jabar.