Advertorial

BNI Gelar Aksi Bersih Pantai Mertasari, Dorong Kesadaran Lingkungan Pesisir Bali

Kompas.com - 07/02/2026, 14:35 WIB

KOMPAS.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar aksi bersih Pantai Mertasari, Denpasar, Bali, Sabtu (7/2/2026), guna mendorong kesadaran menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir.

Kegiatan tersebut melibatkan 200 relawan dari berbagai unsur masyarakat, pelajar, komunitas lingkungan, serta perangkat Desa Sanur Kauh.

Aksi bertajuk BERANI Bersih Pantai Mertasari itu menjadi bagian dari dukungan BNI terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Aksi ini digelar sekaligus dalam rangka menyambut peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari.

Sejumlah pihak turut terlibat, di antaranya Perbekel Desa Sanur Kauh I Made Ada beserta jajaran, Ketua TPS3R Sekar Tanjung I Wayan Merta, serta Founder Komunitas Malu Dong Komang Sudiarta.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembersihan pantai, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai fondasi keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/2/2026).

Okki melanjutkan, tantangan pengelolaan sampah tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Sebaliknya, membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.

Menurut Okki, Bali memiliki peran strategis sebagai destinasi pariwisata nasional dan internasional. Oleh karena itu, kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir, perlu dijaga secara konsisten.

Upaya tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan pariwisata dan perekonomian daerah.

“Menjaga bumi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan. Kebersihan kawasan pesisir merupakan bagian penting dalam menjaga citra dan daya saing pariwisata Bali,” lanjutnya.

Untuk diketahui, relawan bergotong royong membersihkan sampah di sepanjang Pantai Mertasari.

Selain aksi bersih pantai, BNI juga menyalurkan bantuan sarana pengelolaan sampah kepada TPS3R Sekar Tanjung berupa mesin pencacah sampah dan mesin press plastik.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan sampah sekaligus mendorong nilai tambah ekonomi dari pengelolaan sampah berbasis komunitas.

“Komitmen BNI dalam menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan. Perseroan mendorong agar pertumbuhan bisnis dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan,” kata Okki.

Melalui program BNI Go Green dan berbagai inisiatif keberlanjutan lainnya, BNI terus mendorong kolaborasi dalam pengelolaan sampah, edukasi lingkungan, serta pendampingan masyarakat.

Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau