KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan melalui satu kali aksi simbolik. Lebih dari itu, upaya ini memerlukan edukasi dan perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Untuk mendorong hal tersebut, BNI menggelar kegiatan edukasi pengelolaan sampah dan perilaku ramah lingkungan kepada masyarakat dalam rangkaian program BNI Go Green Berani Bersih Pantai Mertasari di Bali, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pantai Mertasari, Denpasar, tersebut merupakan bagian dari kolaborasi BNI dengan Komunitas Malu Dong.
Selain aksi bersih pantai, kegiatan juga difokuskan pada edukasi pemilahan sampah sejak dari sumbernya serta penerapan gaya hidup ramah lingkungan secara konsisten di tingkat rumah tangga dan komunitas.
Founder Komunitas Malu Dong Komang Sudiarta mengapresiasi keterlibatan aktif BNI dalam mendorong gerakan lingkungan yang berorientasi jangka panjang.
Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan aksi sesaat, tetapi harus dibarengi dengan pembentukan kebiasaan baru di masyarakat.
“Penanggulangan sampah tidak bisa hanya satu kali aksi. Harus berkelanjutan. Oleh karena itu, edukasi menjadi kunci untuk membangun kebiasaan baru dalam mengelola sampah, terutama sejak dari rumah tangga,” ujar Komang dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (8/2/2026).
Komang menambahkan, sebagai destinasi pariwisata dunia, Bali membutuhkan kepedulian bersama agar kebersihan dan kenyamanan lingkungan tetap terjaga.
Untuk sampah, masalah tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga pada sektor ekonomi dan citra daerah.
Pada sesi edukasi, peserta dibekali pemahaman praktis mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, pengenalan konsep reduce, reuse, recycle (3R), serta ajakan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari.
“Penanganan sampah adalah tanggung jawab bersama. Rumah tangga, masyarakat, dan korporasi memiliki peran masing-masing. Jika berjalan bersama, dampaknya akan jauh lebih besar,” kata Komang.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, kegiatan edukasi lingkungan merupakan bagian dari komitmen BNI dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan.
Okki menambahkan, BNI tidak hanya mendorong kegiatan yang bersifat aksi langsung, tetapi juga berupaya mendampingi masyarakat dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
“Kami meyakini, perubahan besar berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Melalui kolaborasi dengan komunitas seperti Malu Dong, BNI ingin menghadirkan dampak nyata serta memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan,” terang Okki.