Advertorial

Dorong Perilaku Ramah Lingkungan, BNI Gelar Edukasi pada Aksi Bersih Pantai di Bali

Kompas.com - 08/02/2026, 15:39 WIB

KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan melalui satu kali aksi simbolik. Lebih dari itu, upaya ini memerlukan edukasi dan perubahan perilaku yang berkelanjutan.

Untuk mendorong hal tersebut, BNI menggelar kegiatan edukasi pengelolaan sampah dan perilaku ramah lingkungan kepada masyarakat dalam rangkaian program BNI Go Green Berani Bersih Pantai Mertasari di Bali, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pantai Mertasari, Denpasar, tersebut merupakan bagian dari kolaborasi BNI dengan Komunitas Malu Dong.

Selain aksi bersih pantai, kegiatan juga difokuskan pada edukasi pemilahan sampah sejak dari sumbernya serta penerapan gaya hidup ramah lingkungan secara konsisten di tingkat rumah tangga dan komunitas.

Founder Komunitas Malu Dong Komang Sudiarta mengapresiasi keterlibatan aktif BNI dalam mendorong gerakan lingkungan yang berorientasi jangka panjang.

Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan aksi sesaat, tetapi harus dibarengi dengan pembentukan kebiasaan baru di masyarakat.

“Penanggulangan sampah tidak bisa hanya satu kali aksi. Harus berkelanjutan. Oleh karena itu, edukasi menjadi kunci untuk membangun kebiasaan baru dalam mengelola sampah, terutama sejak dari rumah tangga,” ujar Komang dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (8/2/2026).

Komang menambahkan, sebagai destinasi pariwisata dunia, Bali membutuhkan kepedulian bersama agar kebersihan dan kenyamanan lingkungan tetap terjaga.

Untuk sampah, masalah tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga pada sektor ekonomi dan citra daerah.

Pada sesi edukasi, peserta dibekali pemahaman praktis mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, pengenalan konsep reduce, reuse, recycle (3R), serta ajakan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari.

“Penanganan sampah adalah tanggung jawab bersama. Rumah tangga, masyarakat, dan korporasi memiliki peran masing-masing. Jika berjalan bersama, dampaknya akan jauh lebih besar,” kata Komang.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, kegiatan edukasi lingkungan merupakan bagian dari komitmen BNI dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan.

Okki menambahkan, BNI tidak hanya mendorong kegiatan yang bersifat aksi langsung, tetapi juga berupaya mendampingi masyarakat dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

“Kami meyakini, perubahan besar berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Melalui kolaborasi dengan komunitas seperti Malu Dong, BNI ingin menghadirkan dampak nyata serta memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan,” terang Okki.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau