KOMPAS.com — PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) RI menggelar sosialisasi kebijakan penyaluran pupuk bersubsidi di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan itu diselenggarakan untuk memperkuat tata kelola penyaluran pupuk subsidi agar semakin tepat sasaran, transparan, dan mudah diakses petani.
Pada sosialisasi tersebut, Pupuk Indonesia memaparkan mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi sesuai ketentuan pemerintah serta memperkuat pemahaman para pemangku kepentingan di daerah.
Pihak yang disasar mulai dari pemerintah daerah, pemilik kios atau Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS), hingga petani penerima manfaat.
Kegiatan tersebut dihadiri anggota Komisi IV DPR RI Ellen Esther Pelealu serta Manager Sulawesi Tengah PT Pupuk Indonesia (Persero) Fery Fajar Prasetyo.
Fery mengatakan, sosialisasi merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan pupuk subsidi tersalurkan sesuai aturan dan tepat sasaran sampai ke titik serah petani.
Ia menekankan, penguatan tata kelola dilakukan dari hulu ke hilir, mulai dari perencanaan, penyaluran, hingga penebusan oleh petani.
“Pemahaman yang utuh dari semua pihak diperlukan agar pupuk subsidi diterima petani yang berhak, tepat waktu, dan sesuai ketentuan,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (9/2/2026).
Ia juga menambahkan, pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada petani, termasuk penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi agar lebih terjangkau.
Ellen pun mengapresiasi langkah Pupuk Indonesia dalam penguatan distribusi pupuk bersubsidi di lapangan. Ia menilai, kolaborasi seluruh pihak penting untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Parigi Moutong merupakan salah satu wilayah pertanian penting di Sulawesi Tengah. Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di kawasan ini hingga awal Februari 2026 tercatat 2.264 ton dari total alokasi 33.631 ton atau sekitar 7 persen.
Dari sisi ketersediaan, Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk bersubsidi di Parigi Moutong dalam kondisi aman. Hingga Jumat (6/2/2026), stok pupuk subsidi di lini II dan III tercatat 583 ton untuk Urea dan 711 ton untuk NPK Phonska.
Selain itu, stok pupuk subsidi pada jaringan distribusi Pelaku Usaha Distribusi (PUD) dan PPTS di Parigi Moutong juga dinyatakan terjaga. Total stoknya mencapai 918,41 ton.
Untuk mendukung penyaluran pupuk subsidi di Sulawesi Tengah, Pupuk Indonesia didukung jaringan distribusi yang luas, yakni 186 PPTS resmi yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Dengan penguatan sosialisasi kebijakan serta ketersediaan stok yang memadai, pemerintah dan Pupuk Indonesia berharap, penyaluran pupuk bersubsidi dapat semakin optimal dalam meningkatkan produktivitas pertanian, mendukung kesejahteraan petani, dan mempercepat target swasembada pangan nasional.