KOMPAS.com – Swiss-Belhotel International mempercepat ekspansinya di sektor pariwisata Indonesia melalui penandatanganan dua perjanjian pengelolaan resor terbaru, yakni M?ua Kapal Kecil by Swiss-Belhotel dan Villa Riahi by Swiss-Belhotel.
Langkah tersebut menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mengembangkan produk hospitality kelas atas yang berkelanjutan di seluruh Nusantara.
Properti pertama, M?ua Kapal Kecil by Swiss-Belhotel, akan menghadirkan pengalaman eco-luxury di Batam. Properti ini terdiri dari 10 vila berkolam renang pribadi dan 15 suite yang beberapa di antaranya menawarkan balkon serta akses langsung ke kolam.
Tidak hanya itu, resor tersebut juga akan menyediakan Wellness Centre yang dilengkapi dengan fasilitas terapi talaso untuk menghadirkan pengalaman premium.
Proyek kedua yang berlokasi di Pulau Nirup, Batam, Kepulauan Riau, menawarkan akomodasi bergaya vila yang dirancang untuk keluarga, grup, dan tamu jangka panjang.
Properti tersebut terdiri dari 25 vila dengan pilihan dua, tiga, dan empat kamar tidur. Seluruhnya dilengkapi kolam renang pribadi sehingga semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu resor mewah di Kepulauan Riau.
Pemilik M?ua Kapal Kecil by Swiss-Belhotel and Villa Riahi by Swiss-Belhote Hartono menyampaikan keyakinannya terhadap kemitraan tersebut.
“Kami senang berkolaborasi dengan Swiss-Belhotel International dalam mewujudkan dua pengembangan ini,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, keahlian operasional Swiss-Belhotel International serta komitmen menghadirkan pengalaman tamu berkualitas tinggi menjadi faktor penting.
Hal itu membuat pihaknya yakin bahwa M?ua Kapal Kecil maupun Villa Riahi akan menjadi tolok ukur baru layanan mewah di Batam.
Ia menambahkan, kedua proyek properti tersebut diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan pariwisata regional.
Selain itu, proyek tersebut juga diharapkan menawarkan nilai luar biasa bagi tamu yang mencari eksklusivitas, kenyamanan, dan pengalaman terinspirasi alam di Kepulauan Riau.
Swiss-Belhotel International Chairman and President Gavin M Faull menekankan pentingnya pertumbuhan berkelanjutan perusahaan di Indonesia.
Ia menyebut kolaborasi baru tersebut mencerminkan komitmen untuk terus memperluas kehadiran Swiss-Belhotel International di destinasi pulau utama.
Menurutnya, potensi Batam yang kian meningkat sebagai destinasi liburan mewah sangat selaras dengan visi perusahaan yang ingin menghadirkan pengalaman hospitality kelas dunia yang memadukan keberlanjutan, kenyamanan, dan pesona lokal yang autentik.
Lebih lanjut, ia menyampaikan rasa bangganya terhadap perkembangan pasar Swiss-Belhotel di Indonesia.
“Kami bangga dapat memperkuat portofolio kami di Indonesia, salah satu pasar terpenting dan paling berkembang pesat bagi kami,” tuturnya.
Swiss-Belhotel International Executive Director and Senior Vice President of Information Technology, E-commerce, and Distribution Matthew Faull menyoroti momentum pengembangan Swiss-Belhotel International di seluruh Indonesia.
“Indonesia tetap menjadi pilar utama dalam strategi pengembangan kami, dan penambahan dua properti luar biasa ini menunjukkan tingginya kepercayaan para pemilik terhadap brand kami,” jelasnya.
Capaian kemajuan Swiss-Belhotel, kata Matthew, mulai dari konsep eco-luxury seperti M?ua hingga vila premium seperti Villa Riahi, menandai fase pertumbuhan yang sangat menarik di kawasan Batam.
Penambahan M?ua Kapal Kecil dan Villa Riahi by Swiss-Belhotel memperkuat strategi grup dalam meningkatkan daya tarik Batam sebagai destinasi pulau mewah terkemuka, sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata Indonesia.
M?ua by Swiss-Belhotel adalah hospitality eco-luxury brand bintang lima yang terinspirasi oleh kearifan leluhur budaya M?ori, berakar pada nilai-nilai whenua (menghormati alam), mauri (energi kehidupan), dan kotahitanga (kebersamaan).
Dalam bahasa Te Reo M?ori, M?ua berarti “kebersamaan”, merepresentasikan filosofi harmoni antara manusia dan alam, yang menjadi panduan untuk desain berkelanjutan, pengalaman wellness, serta gaya hidup mewah yang berkesadaran.
Etos tersebut dilambangkan melalui pahatan batu andesit yang berada di lahan warisan keluarga Faull di Selandia Baru, mencerminkan keterhubungan mendalam dengan alam serta komitmen untuk menjaga keseimbangan, keaslian, dan hubungan manusia yang bermakna di setiap destinasi M?ua.