KOMPAS.com – Momen kumpul bersama keluarga saat perayaan Imlek kerap diwarnai dengan pembicaraan seputar pendidikan anak, kesehatan orangtua, hingga cara mengelola keuangan.
Topik tersebut pun berkaitan erat dengan faktor kesehatan, dana darurat, serta stabilitas pendapatan yang menjadi prioritas utama sebagian besar keluarga.
Di sisi lain, Asia Care Survey 2025 menunjukkan bahwa hanya 8 persen responden di Asia yang menjadikan “hidup selama mungkin” sebagai prioritas utama.
Sebagian besar justru mengutamakan kualitas hidup, tidak ingin menjadi beban keluarga, dan berharap dapat menua dengan bermartabat.
Di Indonesia, pergeseran itu bahkan lebih kuat dengan hanya 5,7 persen responden yang mengejar hidup panjang umur. Sementara itu, semakin banyak keluarga yang mulai memikirkan makna hidup, kemandirian, dan kesejahteraan jangka panjang.
Meski demikian, General Manager Agency Manulife Indonesia William Satriadi menilai bahwa refleksi saja tidak cukup. Disinilah peran tenaga pemasar hadir untuk membantu keluarga menentukan nilai dan pilihan hidup.
“Imlek adalah saat keluarga memilih apa yang penting. Tugas kami adalah membantu membuat pilihan itu menjadi rencana yang jelas, terjangkau, dan bisa dijalani, agar keluarga dapat hidup lebih baik sekarang, bukan hanya suatu hari nanti,” ujar William dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (9/2/2026).
Pandangan William tersebut turut tecermin dalam perannya sebagai pemimpin pengembangan kualitas tenaga pemasar melalui ManulifePRO serta kolaborasi regional dengan Million Dollar Round Table (MDRT).
Komitmen Manulife sebagai tenaga pemasar keluarga Indonesia
Di Indonesia, responden tercatat hanya mampu bertahan kurang dari 12 bulan jika pemasukan utama terhenti. Pada saat sama, 49 persen kekayaan rumah tangga masih tersimpan dalam tabungan yang aman, tetapi tidak bertumbuh.
Sementara di kelompok usia produktif 25–44 tahun, lebih dari 60 persen responden mengakui bahwa kualitas hidup mereka telah dipengaruhi oleh faktor fisik dan mental.
Merespons tantangan tersebut, Manulife Indonesia melalui lebih dari 16.000 tenaga pemasar di lebih dari 50 kantor pemasaran di seluruh Indonesia terus berkembang di titik-titik strategis, seperti Jakarta, Medan, Surabaya hingga Pontianak.
Kedekatan tersebut memungkinkan nasabah untuk sekadar walk in, bertanya, dan memulai langkah kecil yang sering kali menjadi awal perubahan besar.
Kualitas nasihat itu turut diperkuat melalui ManulifePRO dengan standar MDRT, pelatihan berkelanjutan, serta komitmen Manulife untuk meningkatkan tenaga pemasar MDRT.
Dari sisi layanan, kemudahan akses juga didukung oleh Manulife ID. Portal ini memungkinkan nasabah untuk melihat dan mengelola polis secara online.
Keandalan perusahaan pun tecermin dalam pembayaran klaim. Hingga Desember 2025, Manulife Indonesia telah membayarkan klaim sebesar Rp 9,4 triliun (unaudited).
Sementara Manulife Syariah Indonesia yang baru saja genap satu tahun berdiri telah membayarkan klaim sebesar Rp 278 miliar hingga Desember 2025.
Pembayaran klaim tersebut menjadi bukti nyata bahwa perlindungan bukan sekadar janji.
Dalam praktiknya, pendampingan tenaga pemasar Manulife bertumpu pada tiga hal sederhana, yaitu tujuan, keberlangsungan, dan perlindungan, mulai dari memastikan pendidikan anak tetap terjaga, menyiapkan keberlangsungan keuangan minimal 12 bulan, hingga memilih perlindungan yang selaras dengan nilai keluarga.
Untuk kebutuhan tersebut, Manulife turut menghadirkan solusi yang dapat disesuaikan, seperti Manulife Dynamic Wealth Assurance (MDWA), Manulife Dynamic Smart Assurance (MDSA), dan Manulife Dynamic Life Assurance (MDLA).
“Kesiapan itu sebenarnya sederhana. Punya dana darurat yang cukup, perlindungan yang sesuai, dan rencana yang sejalan dengan nilai keluarga. Kami menemani keluarga mulai dari kondisi mereka saat ini, dan membantu membuat langkah berikutnya terasa lebih ringan,” tutur William.
Pada akhirnya, Imlek bukan hanya tentang membuka tahun baru, melainkan menjadi awal kesiapan. Ketika refleksi keluarga dipadukan dengan nasihat manusia, insight berbasis data, dan akses yang mudah, resolusi pun dapat menjadi pilihan nyata menuju kualitas hidup yang diinginkan.
Untuk diketahui, Manulife Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).