Advertorial

PNM Raih Apresiasi Internasional, Komitmen Perluas Pemberdayaan Perempuan lewat Orange Bonds Diakui Dunia

Kompas.com - 13/02/2026, 15:57 WIB

KOMPAS.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) meraih apresiasi global berkat komitmennya dalam memperluas pemberdayaan perempuan prasejahtera.

PNM memenangkan penghargaan “Best Islamic Finance & Best Social Orange Bonds in Asia 2025” pada ajang 19th Annual Borrower Issuer Awards 2025 Alpha Southeast Asia yang digelar di The Fullerton Hotel, Singapura, Kamis (12/2/2026).

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan PNM menghadirkan instrumen pembiayaan berbasis dampak sosial melalui penerbitan Orange Bonds dan Sukuk Bonds senilai Rp 3,77 triliun, atau setara 226 juta dollar Amerika Serikat (AS).

Apresiasi tersebut memperkuat posisi PNM dalam menghubungkan pendanaan berkelanjutan dengan pemberdayaan inklusif di tingkat akar rumput.

Dana yang dihimpun dimanfaatkan untuk memperluas pembiayaan, pendampingan, serta penguatan kapasitas usaha perempuan prasejahtera ultra mikro.

Hingga saat ini, PNM telah melayani 22,9 juta nasabah di 60.250 desa melalui program PNM Mekaar.

Kehadiran Orange Bonds dan Sukuk Bonds dinilai relevan karena tidak hanya mendorong pertumbuhan usaha, tetapi juga menghadirkan dampak sosial terukur, khususnya bagi pemberdayaan perempuan dan pembiayaan syariah berbasis kemaslahatan.

PNM tercatat sebagai penerbit Orange Bonds pertama di Indonesia dan kedua di Asia, serta Sukuk Bonds pertama di Indonesia dan dunia.

Capaian tersebut menempatkan PNM sebagai inovator instrumen keuangan berbasis dampak yang selaras dengan agenda Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sekretaris Perusahaan PNM Dodot Patria Ary menyatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi dorongan moral bagi perusahaan untuk terus menghadirkan pemberdayaan yang berdampak nyata.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas apresiasi internasional ini. Penghargaan ini bukan sekadar kebanggaan bagi PNM, melainkan juga milik jutaan perempuan prasejahtera yang terus berjuang menguatkan ekonomi keluarga,” ujarnya seperti dikutip Kompas.com dalam siaran pers pada Jumat (13/2/2026).

Melalui Orange dan Sukuk Bonds, sambung Dodot, setiap akses pemberdayaan yang dihadirkan diharapkan menjadi jalan bagi perempuan untuk tumbuh, berdaya, dan memberi dampak bagi keluarganya.

Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi energi baru untuk memperluas jangkauan layanan serta memperkuat pendampingan usaha.

“Ini menjadi energi bagi kami untuk menjangkau lebih banyak perempuan (pengusaha) ultramikro, menghadirkan harapan, serta membuka peluang tumbuh bagi mereka yang sebelumnya belum tersentuh akses keuangan formal,” kata Dodot.

Ke depan, PNM berkomitmen memperkuat pemberdayaan berbasis dampak, memperluas layanan, dan memperteguh model pemberdayaan terintegrasi.

Apresiasi internasional tersebut menjadi langkah penting dalam mendorong keuangan inklusif sekaligus memperluas pemberdayaan berkelanjutan bagi perempuan prasejahtera.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau