Advertorial

Kepemimpinan Global BYD Dorong Akselerasi Pasar EV Indonesia

Kompas.com - 14/02/2026, 16:43 WIB

KOMPAS.com — Capaian global BYD sepanjang 2025 tidak berhenti sebagai salah satu catatan di industri kendaraan listrik dunia. Dampaknya ikut terasa di Indonesia seiring percepatan adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang kian nyata di pasar nasional.

Momentum produksi dan penjualan global yang dicapai perusahaan sepanjang 2025 berkelindan dengan lonjakan pangsa pasar EV nasional. Skala bisnis, kekuatan teknologi, dan konsistensi strategi BYD membentuk dinamika pasar, sekaligus kontribusi pada agenda pengurangan emisi.

Partisipasi BYD di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 pun menjadi etalase kepemimpinan tersebut.

Kehadiran BYD di pameran otomotif tahunan itu mencerminkan komitmen jangka panjang dalam mendorong transisi mobilitas berkelanjutan di Tanah Air, sekaligus membawa capaian global ke konteks pasar domestik.

Secara global, 2025 menjadi tahun penentu bagi BYD. Perusahaan mencatat 15 juta unit produksi kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV).

Rekor tersebut ditopang penjualan global lebih dari 4,6 juta unit, dengan penjualan ekspor untuk pertama kalinya melampaui 1 juta unit per tahun ke lebih dari 119 negara dan wilayah.

Platform sasis kendaraan listrik BYD dipamerkan di booth IIMS 2026 untuk menunjukkan fondasi teknologi penggerak listrik yang dikembangkan perusahaan.Dok. BYD Motor Indonesia Platform sasis kendaraan listrik BYD dipamerkan di booth IIMS 2026 untuk menunjukkan fondasi teknologi penggerak listrik yang dikembangkan perusahaan.

Capaian tersebut mengukuhkan BYD sebagai Global Sales Champion di segmen NEV, mencerminkan konsistensi kualitas, kedalaman industri, dan kepemimpinan teknologi.

Seluruh pencapaian tersebut didukung oleh lebih dari 123.000 insinyur dan tenaga riset di seluruh dunia, yang menjadi fondasi inovasi BYD dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan tersebut, pertumbuhan BYD tidak hanya mendorong kemajuan industri otomotif, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pengurangan emisi dan percepatan transisi menuju mobilitas yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan, 2025 menjadi tonggak penting bagi BYD secara global, mencerminkan kematangan strategi yang berangkat dari pengembangan teknologi inti secara berkelanjutan.

“Penguasaan teknologi inti dan integrasi sistem dari hulu ke hilir, mulai dari platform kendaraan, sistem penggerak, hingga manufaktur, menjadi dasar BYD dalam menghadirkan kendaraan listrik yang aman, andal, dan siap digunakan di pasar internasional termasuk pasar Indonesia,” ujar Eagle dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (13/2/2026).

Manajemen BYD memaparkan pengembangan fasilitas produksi kendaraan listrik sebagai bagian dari ekspansi global perusahaan.Dok. BYD Motor Indonesia Manajemen BYD memaparkan pengembangan fasilitas produksi kendaraan listrik sebagai bagian dari ekspansi global perusahaan.

Upaya tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam strategi ekspansi merek di pasar Tanah Air melalui pameran otomotif.

“Melalui partisipasi di IIMS 2026, BYD membawa inovasi teknologi global tersebut ke Indonesia sebagai bagian dari perluasan kehadiran BYD dalam roadmap teknologi perusahaan,” kata Eagle.

Dampak nasional

Akselerasi pasar kendaraan listrik di tingkat global turut berdampak ke Indonesia. Sepanjang 2025, pangsa EV nasional meningkat hingga sekitar 13 persen, hampir empat kali lipat dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Perkembangan tersebut menandai fase penting industri otomotif nasional, ketika kendaraan listrik mulai memainkan peran strategis dalam bauran mobilitas.

Di tengah akselerasi tersebut, BYD mencatat kinerja kuat. Sepanjang 2025, BYD Indonesia membukukan penjualan lebih dari 54.000 unit dengan pangsa sekitar 52 persen pasar EV nasional.

BYD meluncurkan varian ATTO 3 Advanced Plus pada pembukaan IIMS 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, disaksikan ratusan pengunjung dan media.Dok. BYD Motor Indonesia BYD meluncurkan varian ATTO 3 Advanced Plus pada pembukaan IIMS 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, disaksikan ratusan pengunjung dan media.

Pada puncak momentum kuartal IV 2025, penjualan EV nasional melampaui 13.000 unit per bulan dan pangsa EV mencapai 18 persen, didorong performa model-model BYD yang sesuai kebutuhan pasar.

Untuk menopang pertumbuhan, BYD turut memperluas jaringan dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Hingga kini, BYD hadir di berbagai lokasi strategis dan menargetkan ekspansi lanjutan sepanjang 2026 guna mendekatkan teknologi dan layanan ke konsumen di berbagai daerah.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan, capaian BYD di Indonesia mencerminkan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap teknologi kendaraan listrik yang matang dan siap digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

“Indonesia memiliki karakter dan kebutuhan mobilitas yang sangat beragam,” kata Luther.

Karena itu, lanjut dia, BYD membangun kehadirannya secara bertahap dari wilayah barat hingga timur Indonesia, tidak hanya melalui pengembangan jaringan, tetapi juga lewat edukasi berkelanjutan dan kolaborasi dengan mitra lokal.

“Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya BYD untuk menumbuhkan ekosistem kendaraan listrik yang relevan, inklusif, dan tumbuh bersama masyarakat Indonesia,” imbuh Luther.

Pengunjung menjajal langsung interior mobil listrik BYD di ajang IIMS 2026, Jakarta, Jumat (13/2/2026).Dok. BYD Motor Indonesia Pengunjung menjajal langsung interior mobil listrik BYD di ajang IIMS 2026, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Sejalan dengan upaya tersebut, awal 2026 memperlihatkan sinyal positif bagi pertumbuhan pasar otomotif dan kendaraan listrik di Indonesia. Pada Januari 2026, pasar otomotif nasional wholesales tercatat meningkat sekitar 3 persen menjadi 64.000 unit dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 62.000 unit. 

Di segmen kendaraan listrik, akselerasi terlihat lebih kuat. Penjualan EV nasional pada Januari 2026 melonjak hampir tiga kali lipat menjadi sekitar 8.000 unit dari sekitar 2.500 unit pada Januari 2025.

Di tengah lonjakan pasar EV tersebut, kinerja BYD juga menunjukkan penguatan signifikan. Penjualan BYD pada Januari 2026 tercatat meningkat hampir lima kali lipat menjadi sekitar 5.200 unit dibandingkan Januari 2025 yang berada di kisaran 1.100 unit. 

Capaian tersebut turut mendorong pangsa pasar BYD di segmen EV nasional menembus lebih dari 60 persen pada awal 2026, menandai awal tahun yang kuat sekaligus mengukuhkan peran BYD sebagai salah satu motor pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia.

Teknologi sebagai fondasi

Di balik kinerja pasar tersebut, kepemimpinan BYD ditopang fondasi teknologi yang terintegrasi dan skala manufaktur besar.

Perusahaan mengembangkan inovasi end-to-end, mulai dari riset dan pengembangan hingga manufaktur dan edukasi publik, guna memastikan teknologi siap digunakan secara aman dan relevan.

Fasilitas pengujian NEV BYD dirancang untuk mensimulasikan kondisi ekstrem agar sistem penggerak, stabilitas, dan keselamatan mencapai kematangan sebelum produksi massal.

Di sisi infrastruktur, BYD mengembangkan Megawatt Charging System yang didukung Super e-Platform dengan arsitektur tegangan tinggi hingga 1.000V serta cip daya Silicon Carbide (SiC) 1.500V.

Kemampuan pengisian ultra-cepat hingga sekitar 400 kWh dalam 5 menit ditujukan untuk memangkas waktu tunggu dan meningkatkan kepraktisan penggunaan EV.

Skala industri tecermin pada fasilitas manufaktur berotomatisasi tinggi, dengan pemantauan digital presisi untuk menjaga konsistensi kualitas dan keselamatan struktural setiap unit.

Sementara itu, ruang edukasi BYD Di-Space mengemas teknologi menjadi pengalaman interaktif agar publik memahami aspek keselamatan, efisiensi energi, dan kenyamanan berkendara dalam skenario nyata.

Pengakuan pasar terlihat pada penerimaan jajaran model BYD dan DENZA di berbagai segmen, mulai dari BYD Seal, Sealion 7, ATTO 3, M6, ATTO 1, Dolphin, hingga DENZA D9. Deretan produk tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Etalase inovasi di IIMS 2026

Di IIMS 2026, BYD memperkenalkan BYD ATTO 3 Advanced Plus sebagai bagian strategi menghadirkan pilihan EV yang makin relevan untuk pasar Indonesia.

Varian tersebut melengkapi lini ATTO 3 sebagai SUV listrik dengan keseimbangan performa, kenyamanan, dan fitur keselamatan untuk penggunaan harian.

Untuk diketahui, stan BYD di Hall D JIExpo Kemayoran mengusung tema “Infinite Innovation” dan menampilkan 12 unit EV lintas segmen.

Area edukasi menyoroti arsitektur e-Platform 3.0, ekosistem merek BYD Group, serta capaian dan penghargaan. Di luar area pameran, pengunjung dapat mencoba unit test drive pada lintasan yang merepresentasikan berbagai kondisi berkendara.

Kehadiran BYD di IIMS 2026 menegaskan peran kepemimpinan perusahaan dalam mempercepat adopsi EV nasional, memperkuat posisi global melalui capaian produksi dan penjualan, serta mendorong dampak nyata pada agenda pengurangan emisi.

Melalui penguatan portofolio, perluasan jaringan, dan pembangunan ekosistem, BYD menempatkan diri sebagai salah satu motor penggerak transisi mobilitas bersih di Indonesia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau