KOMPAS.com - Eka Hospital MT Haryono meresmikan Klinik Atrial Fibrilasi (AF Clinic) pada Jumat (13/2/2026). Klinik ini dicanangkan sebagai pusat layanan terpadu untuk diagnosis dan penanganan gangguan irama jantung (aritmia), khususnya atrial fibrilasi (AF),
Peluncuran layanan tersebut menjadi wujud komitmen Eka Hospital dalam menghadirkan layanan kardiovaskular berstandar internasional dengan dukungan tim dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang kompeten serta teknologi medis mutakhir.
AF Clinic hadir sebagai layanan khusus untuk menangani berbagai jenis gangguan irama jantung, terutama atrial fibrilasi.
Atrial fibrilasi merupakan salah satu jenis aritmia yang paling sering terjadi. Penyakit ini dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, seperti stroke, gagal jantung, dan penurunan kualitas hidup.
Klinik tersebut menyediakan konsultasi dan evaluasi menyeluruh gangguan irama jantung, pemeriksaan penunjang, seperti EKG, holter monitoring, dan studi elektrofisiologi.
Selain konsultasi, AF Clinic juga menyediakan tindakan intervensi, seperti ablasi kateter serta edukasi dan pemantauan berkelanjutan untuk mencegah kekambuhan dan komplikasi.
Dengan pendekatan multidisiplin, klinik tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pasien serta kualitas hidup secara optimal.
Dalam praktiknya, tim dokter aritmia berpengalaman dengan kualifikasi nasional dan internasional turut mendukung pengobatan di AF Clinic Eka Hospital.
Sebut saja, dr Ignatius Yansen Ng, Sp JP (K), FIHA, FAsCC, FAPSC, dr Daniel Tanubudi, SpJP, FIHA, dr Hendyono Lim, Sp.JP, FIHA dan dr Evan Jim Gunawan, Sp PD, Sp JP, (K) CCDS.
Seluruh dokter AF Clinic memiliki kompetensi dalam bidang elektrofisiologi dan penanganan aritmia serta aktif mengikuti perkembangan ilmu kardiologi global. Ini guna memastikan pasien mendapatkan tata laksana sesuai standar internasional.
Hospital Director Eka Hospital MT Haryono dr Sheirly mengatakan, pengembangan AF Clinic merupakan bagian dari strategi Eka Hospital Group dalam memperkuat layanan kardiovaskular.
Ini dilakukan dengan menghadirkan pusat layanan jantung berstandar tinggi dengan teknologi modern dan tim medis multidisiplin.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap penanganan aritmia yang cepat, akurat yang dilakukan secara terpadu”, jelas dr Sheirly dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (16/2/2026).
Kehadiran AF Clinic menjadi salah satu keunggulan Eka Hospital MT Haryono. Pasalnya, hanya segelintir fasilitas kesehatan di Indonesia yang memiliki kelengkapan layanan serta sumber daya dokter yang mampu melakukan tindakan intervensi aritmia secara komprehensif.
Dengan dukungan teknologi medis modern dan tim multidisiplin yang solid, Eka Hospital MT Haryono mampu memberikan penanganan AF yang lebih presisi, aman, dan terintegrasi.
Dari kiri ke kanan, dr Hendyono Lim, Sp JP, FIHA, dr Ignatius Yansen Ng, Sp.JP (K), FIHA, FAsCC, FAPSC, dan dr Evan Jim Gunawan, Sp PD, Sp JP, (K) CCDS. Dalam momentum peluncuran tersebut, Eka Hospital MT Haryono juga memperkenalkan kembali layanan teknologi terkini Pulsed Field Ablation (PFA) sebagai metode ablasi kateter paling mutakhir dan aman dalam penanganan aritmia, khususnya atrial fibrilasi.
PFA merupakan teknik ablasi terbaru yang menggunakan energi listrik bertegangan tinggi dengan mekanisme electroporation selektif untuk menargetkan jaringan jantung penyebab gangguan irama.
Ketimbang metode ablasi konvensional berbasis panas (radiofrequency) atau dingin (cryoablation), PFA memiliki berbagai keunggulan, yakni lebih selektif pada jaringan jantung yang ditargetkan, risiko cedera pada jaringan sekitar lebih minimal, serta prosedur lebih cepat dan efisien.
Peluncuran AF Clinic ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan penanganan tepat gangguan irama jantung. Ini sekaligus memperkuat posisi Eka Hospital sebagai pusat layanan jantung dan pembuluh darah yang unggul dan terpercaya di Indonesia.
Ke depan, Eka Hospital MT Haryono berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan kardiovaskular guna menjawab kebutuhan masyarakat akan penanganan penyakit jantung yang semakin kompleks.