Advertorial

Kelolaan Aset Tembus Rp 128 Triliun, Kustodian Bank Syariah Indonesia Raih Penghargaan Internasional

Kompas.com - 17/02/2026, 12:40 WIB

KOMPAS.com – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI secara konsisten memperkuat bisnis kustodian guna mengoptimalkan potensi ekosistem syariah di pasar modal. Langkah strategis ini membuahkan hasil positif yang tecermin dalam signifikansi pertumbuhan aset kelolaan. 

Hingga Desember 2025, perseroan mencatat aset di bawah penitipan atau asset under custody (AUC) mencapai lebih dari Rp 128 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 12,88 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Peningkatan itu juga terlihat pada segmen nasabah ritel yang memiliki total lebih dari 64.000 rekening kustodian. Jumlah tersebut melesat hingga 73 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Capaian prestasi internasional

Berkat kinerja positif tersebut, BSI kembali mendapatkan apresiasi internasional sebagai The Best Islamic Custodian Bank. Penghargaan ini diraih dalam ajang 19th Annual Transaction Banking Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Alpha Southeast Asia di Singapura.

Pencapaian itu menjadi prestasi yang diraih perseroan selama tiga tahun berturut-turut di kancah global. Kepercayaan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen bank dalam menjaga standar tata kelola serta profesionalisme layanan.

Capaian aset kelolaan kustodian BSI yang menembus Rp 128 triliun per Desember 2025 berhasil mengantarkan perseroan meraih penghargaan internasional selama tiga tahun berturut-turut. Dok. BSI Capaian aset kelolaan kustodian BSI yang menembus Rp 128 triliun per Desember 2025 berhasil mengantarkan perseroan meraih penghargaan internasional selama tiga tahun berturut-turut.

Direktur Treasury & International Banking BSI Firman Nugraha menjelaskan bahwa posisi strategis sebagai bank kustodian syariah terbesar memberikan nilai tambah bagi ekosistem nasional. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong bisnis ini agar meraih kinerja positif yang berkelanjutan.

"Kami akan terus mendorong bisnis ini meraih kinerja positif dan tumbuh berkelanjutan," ujar Firman Nugraha dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (16/2/2026).

Ia menambahkan, optimisme perusahaan didukung oleh potensi pasar ekosistem islami yang masih sangat luas untuk dioptimalkan secara masif. BSI sendiri merupakan bank syariah pertama yang terdaftar resmi sebagai bank kustodian di Indonesia.

Ekspansi dan inovasi layanan

Perseroan kini hadir sebagai solusi lengkap melalui berbagai layanan pasar modal berbasis syariah seperti penitipan aman atau safekeeping dan layanan dana. Selain itu, tersedia pula jasa wali amanat serta keagenan untuk mendukung kelancaran transaksi nasabah.

Keandalan operasional layanan ini didukung oleh tim profesional yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri pasar modal. Kompetensi tersebut diperkuat oleh sistem kustodian yang terintegrasi untuk memastikan keamanan dalam setiap aktivitas bisnis.

Ke depan, BSI berencana melakukan ekspansi dengan menghadirkan fitur inovatif yang sesuai dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang. Salah satu inisiatif strategisnya adalah kesiapan bank untuk berpartisipasi dalam administrasi gold exchange traded fund (Gold ETF).

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan instrumen investasi syariah dalam ekosistem bisnis emas. Melalui berbagai inovasi tersebut, perseroan berharap dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan investasi bagi seluruh nasabahnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau