Advertorial

Dorong Ekonomi Sirkular di Lingkungan Kantor, BNI dan BNI Ventures Luncurkan Dropbox Kertas

Kompas.com - 17/02/2026, 21:29 WIB

KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bersama anak usahanya, BNI Ventures, memperkuat komitmen keberlanjutan melalui peluncuran program Dropbox Sampah Kertas di lingkungan perkantoran.

Inisiatif ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada 21 Februari 2026. Ini sekaligus upaya membangun ekosistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di internal BNI Grup.

Dua drop box telah ditempatkan di Grha BNI, Dukuh Atas, dan Menara BNI, Pejompongan, Jakarta.

Program tersebut bertujuan mendorong karyawan dan masyarakat sekitar untuk memilah serta mengelola limbah kertas secara bertanggung jawab sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, inisiatif tersebut merupakan wujud nyata komitmen BNI dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional perusahaan.

Lebih dari sekadar menyediakan tempat pembuangan, program ini menjadi langkah nyata BNI Grup dalam mendukung ekonomi sirkular sekaligus mengurangi beban TPA yang semakin kritis di kota-kota besar.

“Momentum HPSN menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama,” ujar Okki dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (17/2/2026).

Nantinya, kertas yang terkumpul melalui dropbox tidak dibuang, melainkan didaur ulang menjadi planting paper. Ini merupakan kertas buatan tangan yang mengandung benih tanaman dan dapat tumbuh setelah digunakan.

Transformasi limbah kertas perkantoran menjadi produk ramah lingkungan ini diharapkan memberikan nilai tambah sekaligus memperpanjang siklus hidup material.

Secara terpisah, perwakilan BNI Ventures, Eddi Danusaputro, menyampaikan bahwa keterlibatan pihaknya merupakan bagian dari peran strategis dalam mendorong solusi inovatif berbasis keberlanjutan di lingkungan BNI Grup.

Program tersebut juga dijalankan melalui kemitraan strategis dengan startup yang memperkenalkan circular paper dropbox pertama di Indonesia, PaperPods.

Solusi tersebut memungkinkan korporasi menyalurkan limbah kertas untuk didaur ulang secara handmade oleh perajin perempuan senior sekaligus memberdayakan kelompok masyarakat.

Seluruh proses pengelolaan dilengkapi sistem pelacakan digital untuk mengukur dampak lingkungan secara transparan, mulai dari jumlah kertas yang berhasil dialihkan dari TPA, estimasi emisi karbon (CO?) hingga jumlah pohon yang berpotensi terselamatkan.

Melalui kolaborasi antara entitas induk, anak usaha, dan mitra startup keberlanjutan, BNI berharap gerakan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dapat diperluas ke lebih banyak unit kerja dan komunitas.

Inisiatif tersebut menegaskan bahwa praktik ramah lingkungan bukan sekadar program seremonial, melainkan bagian dari strategi bisnis berkelanjutan yang terukur dan berdampak jangka panjang.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau