KOMPAS.com – Pasar kendaraan listrik berbasis baterai atau electric vehicle (EV) di Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang 2025.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan mobil listrik dari pabrik ke diler (wholesales) mencapai 103.931 unit. Angka ini meningkat 141 persen jika dibandingkan 2024.
Peningkatan penjualan tersebut mendorong kontribusi EV terhadap total penjualan mobil nasional melampaui 13 persen sepanjang 2025. Angka ini menjadi capaian tertinggi sejak kendaraan listrik mulai dipasarkan secara luas di Indonesia dan menandakan peningkatan adopsi di pasar domestik.
Pertumbuhan EV berlangsung seiring pertambahan jumlah model yang dipasarkan di Indonesia. Sepanjang 2025, konsumen memiliki lebih banyak pilihan kendaraan listrik di berbagai segmen, mulai dari mobil kompak, multi purpose vehicle (MPV), hingga sport utility vehicle (SUV). Rentang harga yang semakin variatif turut memperluas basis konsumen kendaraan listrik.
Selain faktor produk, perkembangan pasar juga ditopang oleh ketersediaan infrastruktur pengisian daya. Hingga akhir 2025, jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) terus bertambah di berbagai kota besar dan jalur antarkota.
Pemerintah juga melanjutkan kebijakan percepatan elektrifikasi transportasi, termasuk insentif fiskal untuk kendaraan listrik.
Dari mobil kompak hingga kendaraan listrik premium
Di tengah pertumbuhan pasar tersebut, BYD menempatkan empat modelnya di posisi teratas mobil listrik terlaris sepanjang 2025.
Berdasarkan data wholesales Gaikindo, keempat model tersebut berasal dari segmen yang berbeda, mulai dari mobil penumpang kompak, MPV, SUV, hingga kendaraan listrik premium MPV.
Permintaan terbesar ditempati BYD Atto 1 dengan penjualan lebih dari 22.000 unit sepanjang 2025. Model ini menjadi kendaraan listrik dengan volume penjualan tertinggi di Indonesia pada tahun tersebut. Atto 1 dipasarkan sebagai mobil listrik kompak yang menyasar penggunaan harian di perkotaan dengan efisiensi tinggi dan ramah biaya operasional.
Dilanjutkan dengan BYD M6 yang mencatat penjualan lebih dari 10.800 unit. BYD M6 merupakan MPV listrik yang dirancang untuk kebutuhan keluarga dengan jarak tempuh yang lebih optimal. Angka ini menunjukkan permintaan terhadap kendaraan listrik berkapasitas besar mulai meningkat. Peningkatan ini juga sejalan dengan meluasnya penggunaan mobil listrik di luar segmen kompak.
Komunitas pengguna BYD M6
BYD Sealion 7 mencatatkan penjualan lebih dari 8.400 unit. Model ini mengisi segmen SUV listrik yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan paling konsisten di pasar otomotif nasional, baik untuk kendaraan bermesin konvensional maupun listrik. Kehadiran SUV premium dengan jarak tempuh dan performa yang optimal ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang cukup aktif bahkan untuk kebutuhan mobilitas antar daerah atau lintas kota.
Sementara itu, Denza D9 mencatatkan penjualan lebih dari 7.400 unit sepanjang 2025. Denza D9 dipasarkan sebagai MPV listrik premium. Capaian ini menunjukkan adanya permintaan kendaraan listrik di segmen menengah atas, yang sebelumnya lebih didominasi oleh model bermesin pembakaran internal.
Percepat transisi kendaraan listrik
Data Gaikindo juga menunjukkan bahwa kontribusi penjualan empat model tersebut mencakup porsi signifikan dari total penjualan kendaraan nasional di beragam segmen. Kondisi ini menggambarkan konsentrasi pasar pada sejumlah model dengan volume besar, di tengah semakin banyaknya merek dan produk kendaraan listrik yang beredar.
Secara keseluruhan, pertumbuhan penjualan BEV pada 2025 memperlihatkan percepatan transisi kendaraan listrik di Indonesia.
Peningkatan volume tidak hanya terjadi pada satu segmen tertentu, tetapi merata di berbagai kategori kendaraan. Pola ini berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, ketika penjualan BEV masih terkonsentrasi pada segmen tertentu.
Gaikindo mencatat bahwa tren pertumbuhan kendaraan listrik masih berlanjut pada paruh akhir 2025, meskipun laju kenaikannya mulai lebih stabil dibandingkan lonjakan awal.
Tren tersebut juga sejalan dengan peningkatan basis pengguna kendaraan listrik dan semakin luasnya distribusi produk di pasar nasional.
Dengan penjualan EV yang menembus enam digit unit dan kontribusi terhadap pasar otomotif nasional yang terus meningkat, 2025 menjadi salah satu periode penting dalam perkembangan kendaraan listrik di Indonesia, termasuk bagi BYD.
Capaian tersebut juga menegaskan posisi kendaraan listrik sebagai bagian signifikan dari struktur pasar otomotif nasional, bukan lagi segmen marginal. Dan BYD menegaskan posisinya sebagai pemain utama dalam menggerakkan pasar kendaraan listrik nasional yang semakin bertumbuh.