KOMPAS.com – Nippon Paint berkomitmen mendukung dunia arsitektur dan desain interior Indonesia melalui penyelenggaraan AYDA Awards. Gelaran ini sebelumnya dikenal sebagai Asia Young Designer Awards.
Tak sekadar ajang kompetisi, AYDA hadir sebagai platform strategis yang menghubungkan talenta muda, akademisi, dan praktisi industri untuk melahirkan inovasi ruang masa depan yang lebih berkualitas.
Pada tahun ini, AYDA mengusung tema “Converge: Crafting Cultural Legacies”. Para peserta ditantang menggali kekayaan warisan budaya dan mentransformasikannya menjadi solusi desain yang relevan, berkelanjutan, serta berdampak nyata bagi masyarakat.
Melalui tema tersebut, desainer muda didorong menciptakan karya beridentitas lokal yang tetap kompetitif di kancah global.
Inisiatif ini selaras dengan peluncuran Trend Beyond Colours (TBC) 2026/27 bertajuk RESONATE.
Kolaborasi Nippon Paint dan Colour Hive tersebut mengajak para desainer menerjemahkan tren global ke dalam praktik desain yang human-centered (berpusat pada manusia) serta kontekstual terhadap kebutuhan sosial.
"AYDA adalah ruang belajar sekaligus pengembangan talenta. Kami ingin mendukung lahirnya generasi desainer yang tidak hanya mengedepankan solusi, tetapi juga memiliki kepekaan budaya dan sosial agar siap berkontribusi di tingkat global," ujar Sr Marketing Manager Nippon Paint Indonesia Linda Kam dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (20/2/2026).
Salah satu dewan juri AYDA Indonesia 2025/26 Maria Rosantina dari Yolodi+Maria Architects memberikan tanggapan kepada peserta. Finalis terbaik
Grand Final AYDA Indonesia 2025/26 berlangsung di The Westin Jakarta dengan menampilkan 10 finalis terbaik dari berbagai universitas di Indonesia.
Karya-karya para finalis dinilai oleh dewan juri profesional yang berasal dari berbagai firma arsitektur dan desain ternama.
Adapun jajaran juri tersebut terdiri atas E Ary Witjaksono dari Airmas Asri, Maria Rosantina dari Yolodi+Maria Architects, Chrisye Octaviani dari Bitte Design Studio, Aghnia Fuad dari Suasana Studio, Grace Hartanti dari Grace Hartanti Design Lab, serta Ibam Arafi dari D&B Consultant.
Pada kesempatan tersebut, Chrisye mengapresiasi kualitas para peserta.
"Kami melihat bagaimana desainer muda saat ini mampu menerjemahkan narasi ruang secara berani, otentik, dan sangat relevan dengan isu keberlanjutan masa kini," kata Chrisye.
Selain bagi mahasiswa, Nippon Paint juga membuka kesempatan bagi arsitek dan desainer interior profesional melalui Creative Colour Awards (CCA). Pendaftaran masih dibuka hingga Minggu (8/3/2026) dengan mengeklik tautan berikut.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Nippon Paint turut berperan sebagai mitra bagi komunitas kreatif di Indonesia dengan menghubungkan identitas budaya dan masa depan ruang hidup manusia.
Melalui tema “Converge: Crafting Cultural Legacies”, desainer muda didorong menciptakan karya beridentitas lokal yang tetap kompetitif di kancah global. Gold Winner AYDA Awards Indonesia 2025/2026
Setelah melalui proses penjurian yang ketat pada Grand Final AYDA Awards 2025/26, dua mahasiswa terbaik berhasil meraih Gold Winner.
Kategori Arsitektur diraih oleh Syaukat Firdausi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan karya Hanging Garden of Malioboro.
Adapun kategori Desain Interior berhasil disabet mahasiswa Binus University Jessica Josephine Purwadi dengan karya Tree of Literacy.
Sebagai Gold Winners, keduanya akan mewakili Indonesia pada ajang AYDA International Awards 2026 yang digelar di Bangkok dan diikuti peserta dari 17 negara.
Di tingkat internasional, mereka akan memperebutkan gelar Designer of The Year dengan hadiah utama berupa beasiswa di Harvard Graduate School of Design.