Advertorial

AYDA Awards, Nippon Paint Cetak Desainer Muda Berdaya Saing Global

Kompas.com - 23/02/2026, 11:28 WIB

KOMPAS.com – Nippon Paint berkomitmen mendukung dunia arsitektur dan desain interior Indonesia melalui penyelenggaraan AYDA Awards. Gelaran ini sebelumnya dikenal sebagai Asia Young Designer Awards.

Tak sekadar ajang kompetisi, AYDA hadir sebagai platform strategis yang menghubungkan talenta muda, akademisi, dan praktisi industri untuk melahirkan inovasi ruang masa depan yang lebih berkualitas.

Pada tahun ini, AYDA mengusung tema “Converge: Crafting Cultural Legacies”. Para peserta ditantang menggali kekayaan warisan budaya dan mentransformasikannya menjadi solusi desain yang relevan, berkelanjutan, serta berdampak nyata bagi masyarakat. 

Melalui tema tersebut, desainer muda didorong menciptakan karya beridentitas lokal yang tetap kompetitif di kancah global.

Inisiatif ini selaras dengan peluncuran Trend Beyond Colours (TBC) 2026/27 bertajuk RESONATE. 

Kolaborasi Nippon Paint dan Colour Hive tersebut mengajak para desainer menerjemahkan tren global ke dalam praktik desain yang human-centered (berpusat pada manusia) serta kontekstual terhadap kebutuhan sosial.

"AYDA adalah ruang belajar sekaligus pengembangan talenta. Kami ingin mendukung lahirnya generasi desainer yang tidak hanya mengedepankan solusi, tetapi juga memiliki kepekaan budaya dan sosial agar siap berkontribusi di tingkat global," ujar Sr Marketing Manager Nippon Paint Indonesia Linda Kam dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (20/2/2026).

Salah satu dewan juri AYDA Indonesia 2025/26 Maria Rosantina dari Yolodi+Maria Architects memberikan tanggapan kepada peserta. Dok. Nippon Paint Salah satu dewan juri AYDA Indonesia 2025/26 Maria Rosantina dari Yolodi+Maria Architects memberikan tanggapan kepada peserta.

Finalis terbaik

Grand Final AYDA Indonesia 2025/26 berlangsung di The Westin Jakarta dengan menampilkan 10 finalis terbaik dari berbagai universitas di Indonesia. 

Karya-karya para finalis dinilai oleh dewan juri profesional yang berasal dari berbagai firma arsitektur dan desain ternama.

Adapun jajaran juri tersebut terdiri atas E Ary Witjaksono dari Airmas Asri, Maria Rosantina dari Yolodi+Maria Architects, Chrisye Octaviani dari Bitte Design Studio, Aghnia Fuad dari Suasana Studio, Grace Hartanti dari Grace Hartanti Design Lab, serta Ibam Arafi dari D&B Consultant.

Pada kesempatan tersebut, Chrisye mengapresiasi kualitas para peserta.

"Kami melihat bagaimana desainer muda saat ini mampu menerjemahkan narasi ruang secara berani, otentik, dan sangat relevan dengan isu keberlanjutan masa kini," kata Chrisye.

Selain bagi mahasiswa, Nippon Paint juga membuka kesempatan bagi arsitek dan desainer interior profesional melalui Creative Colour Awards (CCA). Pendaftaran masih dibuka hingga Minggu (8/3/2026) dengan mengeklik tautan berikut.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Nippon Paint turut berperan sebagai mitra bagi komunitas kreatif di Indonesia dengan menghubungkan identitas budaya dan masa depan ruang hidup manusia.

Melalui tema “Converge: Crafting Cultural Legacies”, desainer muda didorong menciptakan karya beridentitas lokal yang tetap kompetitif di kancah global. Dok. Nippon Paint Melalui tema “Converge: Crafting Cultural Legacies”, desainer muda didorong menciptakan karya beridentitas lokal yang tetap kompetitif di kancah global.

Gold Winner AYDA Awards Indonesia 2025/2026

Setelah melalui proses penjurian yang ketat pada Grand Final AYDA Awards 2025/26, dua mahasiswa terbaik berhasil meraih Gold Winner. 

Kategori Arsitektur diraih oleh Syaukat Firdausi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan karya Hanging Garden of Malioboro.

Adapun kategori Desain Interior berhasil disabet mahasiswa Binus University Jessica Josephine Purwadi dengan karya Tree of Literacy.

Sebagai Gold Winners, keduanya akan mewakili Indonesia pada ajang AYDA International Awards 2026 yang digelar di Bangkok dan diikuti peserta dari 17 negara. 

Di tingkat internasional, mereka akan memperebutkan gelar Designer of The Year dengan hadiah utama berupa beasiswa di Harvard Graduate School of Design.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau