KOMPAS.com — Universitas Negeri Malang (UM) meluncurkan delapan program studi (prodi) baru sebagai langkah strategis memperkuat daya saing lulusan di tengah tantangan dunia kerja dan tingginya angka pengangguran terdidik.
Peluncuran tersebut digelar di Aula Lantai 9 Gedung Kuliah Bersama A20, Malang, Jumat (13/2/2026).
Rektor UM Prof Dr Hariyono, MPd, mengatakan bahwa pembukaan prodi baru di jenjang magister, doktor, hingga profesi bukan sekadar ekspansi akademik.
“Kami tidak ingin program studi baru ini justru melahirkan pengangguran intelektual. Mahasiswa datang ke UM bukan sekadar mengejar ijazah, melainkan untuk menguasai ilmu yang paripurna dan terus berkembang,” ujar Hariyono dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (23/2/2026).
Delapan prodi yang diluncurkan meliputi Pendidikan Profesi Psikolog, S2 Double Degree TEP–Goldsmiths, University of London, S2 Pendidikan Bahasa Jerman, S2 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, S3 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), S3 Ilmu Akuntansi, S3 Ekonomi Pembangunan, serta S3 Pendidikan Sejarah.
Program S3 PAUD dihadirkan untuk memperkuat kepakaran akademik di bidang pendidikan anak usia dini pada level doktoral.
Sementara itu, S2 Pendidikan Bahasa Jerman, S2 Pendidikan IPA, dan S3 Pendidikan Sejarah memperluas pengembangan keilmuan di bidang bahasa, sains, dan humaniora.
Adapun program double degree bersama Goldsmiths, University of London menandai penguatan kolaborasi internasional UM.
Program Pendidikan Profesi Psikolog juga ditujukan untuk mendukung ketersediaan tenaga profesional bersertifikasi.
Wakil Bupati Malang Latifah Shohib mengapresiasi langkah strategis UM yang dinilai sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas serta poin ke-8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Melalui penguatan pendidikan tinggi, UM menargetkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing global menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami berharap, kehadiran program studi baru ini mampu bersinergi dengan kebutuhan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia,” kata Latifah.