Advertorial

Perkuat Daya Saing Lulusan, UM Luncurkan 8 Prodi Baru

Kompas.com - 24/02/2026, 09:34 WIB

KOMPAS.com — Universitas Negeri Malang (UM) meluncurkan delapan program studi (prodi) baru sebagai langkah strategis memperkuat daya saing lulusan di tengah tantangan dunia kerja dan tingginya angka pengangguran terdidik.

Peluncuran tersebut digelar di Aula Lantai 9 Gedung Kuliah Bersama A20, Malang, Jumat (13/2/2026).

Rektor UM Prof Dr Hariyono, MPd, mengatakan bahwa pembukaan prodi baru di jenjang magister, doktor, hingga profesi bukan sekadar ekspansi akademik.

“Kami tidak ingin program studi baru ini justru melahirkan pengangguran intelektual. Mahasiswa datang ke UM bukan sekadar mengejar ijazah, melainkan untuk menguasai ilmu yang paripurna dan terus berkembang,” ujar Hariyono dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (23/2/2026).

Delapan prodi yang diluncurkan meliputi Pendidikan Profesi Psikolog, S2 Double Degree TEP–Goldsmiths, University of London, S2 Pendidikan Bahasa Jerman, S2 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, S3 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), S3 Ilmu Akuntansi, S3 Ekonomi Pembangunan, serta S3 Pendidikan Sejarah.

Program S3 PAUD dihadirkan untuk memperkuat kepakaran akademik di bidang pendidikan anak usia dini pada level doktoral.

Sementara itu, S2 Pendidikan Bahasa Jerman, S2 Pendidikan IPA, dan S3 Pendidikan Sejarah memperluas pengembangan keilmuan di bidang bahasa, sains, dan humaniora.

Adapun program double degree bersama Goldsmiths, University of London menandai penguatan kolaborasi internasional UM.

Program Pendidikan Profesi Psikolog juga ditujukan untuk mendukung ketersediaan tenaga profesional bersertifikasi.

Wakil Bupati Malang Latifah Shohib mengapresiasi langkah strategis UM yang dinilai sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas serta poin ke-8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Melalui penguatan pendidikan tinggi, UM menargetkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing global menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami berharap, kehadiran program studi baru ini mampu bersinergi dengan kebutuhan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia,” kata Latifah.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau