Advertorial

KDM Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Kabupaten Ciamis

Kompas.com - 25/02/2026, 19:32 WIB

CIAMIS, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyalurkan bantuan uang tunai kepada 170 kepala keluarga (KK) korban banjir di Desa Bangunsari dan Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Rabu (25/2/2026).

Penyerahan bantuan dilakukan di Aula Desa Sukahurip. Setiap KK menerima bantuan sebesar Rp 5 juta yang ditransfer langsung ke rekening Bank BJB warga terdampak banjir.

Dedi tiba di Desa Sukahurip sekitar pukul 15.30 WIB. Kedatangannya disambut ribuan warga yang memadati kantor desa hingga jalanan di depan kantor desa.

Setelah menyalami warga, pria yang akrab disapa KDM itu langsung masuk ke aula desa untuk menemui ratusan warga terdampak banjir yang hendak menerima bantuan.

Sebelum menyampaikan sambutan, KDM menghampiri sejumlah ibu-ibu yang tampak menangis. Mereka merupakan korban banjir, tetapi belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

KDM menjelaskan, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengajukan bantuan untuk 250 KK terdampak banjir. Setelah diverifikasi, ia menyebut hanya 170 KK yang memenuhi syarat, sedangkan 80 KK lainnya tidak memenuhi syarat.

“Tetapi, yang namanya masyarakat mendengar bantuan, yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat tetap harus dibantu,” kata Dedi disambut riuh tepuk tangan warga.

Dedi menegaskan, 80 KK yang belum masuk kriteria tetap akan diproses. Ia menargetkan penyaluran susulan dapat dilakukan dua hari kemudian.

“Jadi yang 80 KK tetap saya proses. Mudah-mudahan dua hari selesai, nanti Jumat (27/2/2026) diserahkan lagi susulannya. Jadi, semuanya 250 KK sesuai pengajuan bupati kita dikabulkan, hatur nuhun,” ujar Dedi.

Ia meminta 80 KK bersabar karena bantuan akan segera dicairkan. “Yang lain nyusul ya,” kata dia.

Dedi juga menekankan, bantuan ditransfer ke rekening masing-masing penerima dan tidak boleh ada alasan apa pun untuk meminta biaya administrasi. Bantuan Rp 5 juta itu harus diterima utuh oleh warga.

“Jangan sampai setelah menerima bantuan muncul di media sosial (medsos) bantuannya dipotong. Harus terima utuh. Bekal puasa dan Lebaran,” ujar Dedi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi mengatakan, pihaknya akan segera melengkapi data verifikasi dan validasi terhadap 80 KK korban banjir.

Realisasi bantuan susulan diupayakan pada Jumat. “Perintah Pak Gubernur Jumat ya. Nominalnya sama, Rp 5 juta,” kata Ade.

Berdasarkan verifikasi dan validasi masyarakat desa terdampak tanggul jebol Sungai Citalahab di Kecamatan Pamarican, kriteria penerima bantuan mencakup petani, buruh tani, dan pekebun, serta KK yang masuk desil 1 sampai dengan 4. Usulan penerima bantuan sebanyak 250 KK.

Di Desa Bangunsari, wilayah terdampak berada di Dusun Kubangsari. Luas lahan sawah yang terdampak sekitar 200 hektare. Usulan penerima bantuan tercatat 250 KK, sedangkan yang memenuhi kriteria penerima bantuan sebanyak 156 KK.

Sementara itu, di Desa Sukahurip, wilayah terdampak meliputi tiga dusun, yakni Ciparakan, Mekarjaya, dan Sambungjaya. Luas lahan sawah yang terdampak sekitar 55,5 hektare. Usulan penerima bantuan sebanyak 61 KK, sedangkan penerima bantuan sesuai kriteria tercatat 14 KK.

Dua hari pascabanjir, masyarakat disebut telah kembali ke rumah. Di Desa Sukahurip, terdapat satu rumah rusak yang sudah diperbaiki secara swadaya. Adapun wilayah terdampak banjir didominasi lahan sawah dengan kondisi rusak atau puso.

Salah satu warga terdampak banjir, Marsinoh (52), menyampaikan terima kasih kepada Dedi. Ia bersyukur telah menerima bantuan tersebut.

“Terima kasih banyak bisa bantu warga sini, meringankan korban banjir,” ujar Marsinoh.

Ia mengatakan, warga kehilangan padi hingga ikan akibat banjir.

“Terima kasih Pemprov Jabar. Khususnya buat Bapak aing (KDM) yang sigap membantu,” kata Marsinoh.

Warga lainnya, Tursiah (50), mendoakan agar Dedi sehat selalu. Ia menyebut warga sangat mendukungnya.

“Terima kasih atas bantuan ini. Berapa itu nilainya saya terima. Semoga berkah barokah,” kata Tursiah dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau