Advertorial

KDM Beri Bantuan Rp 5 Juta Per KK untuk Korban Banjir Pamarican Ciamis

Kompas.com - 26/02/2026, 11:16 WIB

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi korban banjir akibat tanggul jebol Sungai Citalahab di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Rabu (25/2/2026).

Setibanya di Kantor Desa Sukahurip, gubernur yang akrab disapa KDM itu langsung berdialog dengan masyarakat terdampak bencana yang sudah menunggu kedatangannya.

Melalui kunjungan tersebut, KDM menyalurkan bantuan masing-masing Rp 5 juta kepada 170 keluarga terdampak banjir ke rekening masing-masing korban sesuai hasil verifikasi.

Sebelumnya, Bupati Ciamis mengusulkan sebanyak 250 kepala keluarga terdampak banjir untuk mendapatkan bantuan. Namun, hanya 170 kepala keluarga yang memenuhi syarat. 

Meski ada yang tidak memenuhi syarat, KDM memutuskan untuk tetap memberi bantuan kepada 80 kepala keluarga dan akan disalurkan pada Jumat (27/2/2026).

“Jadi, yang 80 kepala keluarga (KK) tetap sama saya diproses bantuannya, mudah-mudahan dua hari selesai. Nanti hari Jumat diserahkan susulannya,” ucap Dedi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (26/2/2026).

KDM menegaskan, bantuan harus diterima secara utuh oleh korban banjir, tanpa potongan apa pun.

"Tidak boleh ada alasan apa pun untuk meminta biaya administrasi. Jadi, (bantuan) utuh harus (senilai) Rp 5 juta,” ujarnya.

Sebagai informasi, banjir akibat meluapnya air Sungai Citalahab terjadi pada Senin (23/2/2026). dan menggenangi dua desa, yakni Desa Bangunsari dan Sukahurip. Selain rumah, sawah milik masyarakat pun turut tergenang banjir dan mengakibatkan puso.

Dua hari pascabanjir, masyarakat telah kembali ke rumah. Sementara itu, satu rumah rusak di Desa Sukahurip telah diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau