KOMPAS.com — PT Nojorono Tobacco International kembali mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai Laboratorium Penguji untuk penerapan standar SNI ISO/IEC 17025:2017. Standar ini merupakan rujukan internasional yang memastikan kompetensi dan konsistensi proses pengujian yang andal.
Pencapaian tersebut menegaskan penguatan tata kelola perusahaan melalui komitmen jangka panjang terhadap sistem mutu yang terukur dan terverifikasi secara independen.
Dalam proses akreditasi yang berlangsung sejak April 2025 hingga Rabu (21/1/2026), Nojorono tidak hanya mempertahankan akreditasi sebelumnya, tetapi juga memperoleh perluasan ruang lingkup dari 8 menjadi 18 parameter uji.
Penambahan tersebut mencakup pengujian pada rokok kretek, rokok putih, tembakau, dan finished blend.
Sementara itu, parameter uji yang diperluas meliputi kandungan asap, seperti total particulate matter, nikotin, dan tar, serta karakteristik bahan baku seperti kadar nikotin, gula reduksi, klorida, dan kadar air.
Perluasan itu menjadi validasi kompetensi tambahan yang memperkuat kapabilitas laboratorium dalam memastikan mutu produk secara ilmiah.
Direktur PT Nojorono Tobacco International Daniel Halim mengatakan, akreditasi tersebut menjadi fondasi penting untuk memastikan produksi dan pengujian mutu dilakukan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Penguatan laboratorium penguji merupakan bagian dari komitmen Nojorono terhadap tata kelola perusahaan yang baik serta kepatuhan pada standar yang berlaku,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (26/2/2026).
Ia mengatakan, akreditasi LP-2213-IDN juga memperkuat pengakuan kompetensi pengujian secara nasional serta mendukung kesiapan perusahaan dalam memenuhi persyaratan regulasi dan dinamika industri yang semakin menuntut akuntabilitas.
Daniel menambahkan, akreditasi tersebut juga merupakan investasi jangka panjang perusahaan yang ia naungi untuk menjaga integritas setiap produk Nojorono.
“Nojorono akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan berkelanjutan terhadap sistem mutu. Kepatuhan dan disiplin terhadap standar menjadi langkah strategis kami dalam memastikan perusahaan tetap adaptif, bertanggung jawab, dan tepercaya,” tutur Daniel.