Advertorial

Pesona Green Season Hokkaido, dari Kushiro hingga Furano

Kompas.com - 27/02/2026, 15:43 WIB

KOMPAS.comHokkaido identik dengan hamparan salju dan musim dingin yang dramatis. Namun, ada satu musim yang tak kalah memesona dan justru menjadi favorit wisatawan domestik Jepang, yaitu green season atau musim panas.

Ketika sebagian besar wilayah Jepang didera terik matahari, Hokkaido justru menawarkan udara yang sejuk dan lanskap hijau membentang luas, terutama di kawasan timurnya.

Bagi yang pernah mengunjungi Hokkaido di musim dingin, green season menghadirkan wajah berbeda dari pulau ini, lebih segar, lebih terbuka, dan penuh warna.

Rute perjalanan yang direkomendasikan adalah Jakarta–Tokyo–Kushiro, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Sapporo dan pulang melalui Bandara Sapporo. Dengan rute ini, wisatawan dapat menjelajahi Hokkaido timur hingga tengah secara menyeluruh.

Lalu, apa saja yang bisa dinikmati selama green season Hokkaido? Berikut sejumlah destinasi yang sayang untuk dilewatkan.

Kota Kushiro di timur Hokkaido menjadi titik awal yang strategis untuk memulai perjalanan. Dok. HIS Kota Kushiro di timur Hokkaido menjadi titik awal yang strategis untuk memulai perjalanan.

  1. Kota Kushiro

Terletak di timur Hokkaido, Kushiro dikenal sebagai kota yang memadukan keindahan alam dan aktivitas industri. Kota ini memiliki dua taman nasional, kekayaan alam yang luas, serta Pelabuhan Kushiro yang mencatat volume pendaratan ikan tertinggi di Jepang.

Keberadaan Bandara Kushiro menjadikan kota ini titik awal yang strategis untuk menjelajahi Hokkaido timur.

Pemandangan matahari terbenam di Kushiro masuk dalam daftar tiga sunset terindah di dunia. Dok. HIS Pemandangan matahari terbenam di Kushiro masuk dalam daftar tiga sunset terindah di dunia.

  1. Kushiro Sunset Cruise

Pemandangan matahari terbenam di Kushiro dikenal sebagai salah satu dari "Tiga Sunset Terindah di Dunia", bersama Manila di Filipina dan Bali di Indonesia. Perpaduan uap dari rawa dan laut menciptakan gradasi warna langit yang memerah saat matahari terbenam.

Menjelang senja, suara burung camar dan deburan ombak terdengar lembut, sementara lampu-lampu kota mulai menyala satu per satu. Momen ini menghadirkan pengalaman menikmati matahari terbenam dengan suasana yang tenang dan menyeluruh.

Robatayaki, hidangan makanan laut segar yang dipanggang di atas arang, diyakini berasal dari Kushiro. Dok. HIS Robatayaki, hidangan makanan laut segar yang dipanggang di atas arang, diyakini berasal dari Kushiro.

  1. Robatayaki barbeku ala Kushiro

Setelah menikmati sunset, perjalanan dapat dilanjutkan dengan mencicipi robatayaki di restoran sekitar pelabuhan Kushiro. Hidangan ini berupa makanan laut segar yang dipanggang di atas arang.

Kushiro diyakini sebagai tempat asal gaya penyajian robatayaki yang kini dikenal luas di Jepang.

Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan Dosanko, kuda khas Hokkaido, di Kushiro Fureai Horse Park. Dok. HIS Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan Dosanko, kuda khas Hokkaido, di Kushiro Fureai Horse Park.

  1. Kushiro Fureai Horse Park

Kushiro Fureai Horse Park adalah tempat pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan kuda khas Hokkaido yang disebut Dosanko. Tersedia berbagai pilihan aktivitas, mulai dari menunggang kuda untuk pemula, naik kereta kuda, hingga berkuda bebas bagi yang berpengalaman.

Tempat ini dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga.

Pasar Washo adalah salah satu dari tiga pasar utama Hokkaido yang berdiri sejak 1954. Dok. HIS Pasar Washo adalah salah satu dari tiga pasar utama Hokkaido yang berdiri sejak 1954.

  1. Pasar Washo

Didirikan pada 1954 dan dinamai dari seruan semangat "Wasshoi, wasshoi!", Pasar Washo merupakan salah satu dari tiga pasar utama di Hokkaido bersama Pasar Pagi Hakodate dan Pasar Nijo di Sapporo.

Di dalam pasar tersebut terdapat sekitar 50 toko yang menjual ikan segar, makanan laut olahan, hasil pertanian, dan daging.

Selain itu, pengunjung juga bisa mencicipi pengalaman kuliner “katte don”. Pengunjung cukup membeli nasi sesuai porsi yang diinginkan, lalu memilih sendiri berbagai topping seafood untuk merakit donburi sesuai selera.

Bagi yang tidak mengonsumsi makanan mentah, tersedia pula pilihan seperti ikan panggang.

Akan Ainu Kotan adalah permukiman suku Ainu yang masih melestarikan budaya tradisional hingga kini. Dok. HIS Akan Ainu Kotan adalah permukiman suku Ainu yang masih melestarikan budaya tradisional hingga kini.

  1. Akan Ainu Kotan

Akan Ainu Kotan adalah permukiman yang dihuni sekitar 120 orang dari suku Ainu, penduduk asli Hokkaido yang tinggal dan melestarikan budaya tradisional setempat. Di kawasan ini terdapat teater, museum seni, serta toko yang menjual kerajinan tangan dan makanan khas Ainu.

Tak jauh dari pemukiman ini, terdapat Danau Akan yang dapat diakses hanya dengan berjalan kaki sekitar lima menit. Bagi penggemar serial Golden Kamui, suasana kawasan ini tentu terasa tidak asing.

Dari ketinggian 525 mdpl, Bihoro Pass menyuguhkan panorama Danau Kussharo, kaldera terbesar di Jepang. Dok. HIS Dari ketinggian 525 mdpl, Bihoro Pass menyuguhkan panorama Danau Kussharo, kaldera terbesar di Jepang.

  1. Michi-no-Eki Gurutto Panorama Bihoro Pass

Bihoro Pass berada di sepanjang Jalan Nasional 243 yang menghubungkan Kushiro dan Kitami, sekaligus melintasi Taman Nasional Akan. Di puncak jalur ini terdapat rest area bernama Michi-no-Eki Gurutto Panorama pada ketinggian sekitar 525 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Dari area peristirahatan tersebut, pengunjung dapat menikmati hamparan panorama Danau Kussharo, kaldera terbesar di Jepang, secara leluasa. Sembari beristirahat, tersedia pula zangi, ayam goreng khas Hokkaido dengan bumbu manis asin berbasis kecap dan balutan tepung kentang.

Road to Heaven, jalan lurus sepanjang 28,1 km yang seolah menyatu dengan langit di Shari Town. Dok. HIS Road to Heaven, jalan lurus sepanjang 28,1 km yang seolah menyatu dengan langit di Shari Town.

  1. The Road to Heaven Viewing Point

Road to Heaven terpilih sebagai salah satu dari "100 Momen Paling Menggetarkan di Hokkaido". Jalan lurus sepanjang 28,1 km ini menghubungkan National Route 244 dan Route 334 di Shari Town.

Dinamai demikian karena jalurnya tampak memanjang tanpa ujung, seolah menyatu dengan langit. Dari titik pandangannya, terlihat Pegunungan Shiretoko, Laut Okhotsk, serta hamparan ladang hijau di kedua sisi jalan.

Air Terjun Oshinkoshin di kawasan Warisan Dunia Shiretoko dijuluki Air Terjun Keindahan Kembar. Dok. HIS Air Terjun Oshinkoshin di kawasan Warisan Dunia Shiretoko dijuluki Air Terjun Keindahan Kembar.

  1. Air Terjun Oshinkoshin

Air Terjun Oshinkoshin merupakan salah satu air terjun terkenal di kawasan Warisan Dunia Shiretoko dan terpilih sebagai salah satu dari 100 air terjun terindah di Jepang. Karena alirannya yang bercabang dua, air terjun ini juga dikenal sebagai "Air Terjun Keindahan Kembar".

Nama "Oshinkoshin" berasal dari bahasa Ainu "O-shunk-us-i" yang berarti tempat tumbuhnya pohon cemara Ezo. Suara gemuruh air yang jatuh menghadirkan suasana alami yang menenangkan.

Pengalaman menjelajahi alam liar dalam kegelapan penuh untuk mencari satwa liar di Shiretoko. Dok. HIS Pengalaman menjelajahi alam liar dalam kegelapan penuh untuk mencari satwa liar di Shiretoko.

  1. Night Safari di Shiretoko

Night Safari di Shiretoko menawarkan pengalaman menjelajahi alam liar pada malam hari menggunakan mobil. Tanpa penerangan jalan, perjalanan dilakukan dalam kegelapan penuh untuk mencari satwa liar atau menikmati langit berbintang saat cuaca cerah.

Tur yang terbuka untuk anak-anak dan orang dewasa tersebut berlangsung sekitar dua jam dan tersedia sepanjang periode Maret hingga November.

Kurodake Ropeway menyuguhkan pemandangan pegunungan dan ngarai Sounkyo dari ketinggian sekitar 670 meter. Dok. HIS Kurodake Ropeway menyuguhkan pemandangan pegunungan dan ngarai Sounkyo dari ketinggian sekitar 670 meter.

  1. Kurodake Ropeway

Kurodake Ropeway berada di Taman Nasional Daisetsuzan dan menghubungkan Stasiun Gunung Sounkyo di kaki gunung dengan Stasiun 5 Gunung Kurodake. Perjalanan ropeway selama kurang lebih tujuh menit ini menyuguhkan pemandangan pegunungan dan ngarai Sounkyo dari ketinggian sekitar 670 meter.

Kereta Norokko sengaja memperlambat lajunya di titik-titik panorama terbaik sepanjang Furano dan Biei. Dok. HIS Kereta Norokko sengaja memperlambat lajunya di titik-titik panorama terbaik sepanjang Furano dan Biei.

  1. Kereta Norokko

Kereta Norokko yang dioperasikan JR Hokkaido melintasi lanskap Furano dan Biei melewati perbukitan lavender dengan latar Pegunungan Daisetsu.

Di beberapa titik panorama terbaik, kereta akan sengaja memperlambat lajunya sehingga penumpang punya waktu untuk menikmati dan mengabadikan pemandangan secara leluasa.

Farm Tomita di Furano menarik sekitar 1 juta pengunjung setiap tahun dengan hamparan lavender ungu tua. Dok. HIS Farm Tomita di Furano menarik sekitar 1 juta pengunjung setiap tahun dengan hamparan lavender ungu tua.

  1. Farm Tomita

Farm Tomita merupakan salah satu destinasi paling terkenal di Hokkaido yang menarik sekitar 1 juta pengunjung setiap tahun. Ladang bunganya yang luas dipenuhi lavender ungu tua yang bermekaran dari akhir Juni hingga awal Agustus.

Selain lavender, terdapat pula hamparan bunga lain seperti popi, lupin, dan aster liar yang membentuk gradasi warna berlapis.

Keindahan itu semakin lengkap dengan hadirnya area pertokoan bergaya lorong beratap khas Perancis atau passage, yang menjual berbagai produk berbahan lavender seperti potpourri dan parfum.

Bagi yang berkunjung di luar musim panas, rumah kaca di lokasi ini tetap memungkinkan pengunjung menikmati lavender dan geranium sepanjang tahun.

Di sana juga tersedia pameran yang mengisahkan perjalanan lavender sebagai tanaman pertanian sekaligus perkembangan Furano sebagai pusat budaya lavender.

Domaine Raison merupakan kebun anggur seluas 40 hektare yang menerapkan siklus pertanian alami dengan memelihara kambing di area kebun. Dok. HIS Domaine Raison merupakan kebun anggur seluas 40 hektare yang menerapkan siklus pertanian alami dengan memelihara kambing di area kebun.

  1. Domaine Raison

Domaine Raison adalah kebun anggur seluas 40 hektare yang menghasilkan anggur untuk produksi wine dari ladangnya sendiri. Di area ini juga dipelihara kambing yang memakan rumput di sekitar kebun.

Kotoran kambing dimanfaatkan sebagai kompos untuk mengembalikan nutrisi ke tanah sehingga menciptakan siklus pertanian yang alami dan berkelanjutan.

Bagi Anda yang tertarik menjelajahi green season Hokkaido, PT Harum Indah Sari Tours & Travel siap membantu perjalanan Anda. Hubungi tim mereka melalui surel marketing.jkt@his-world.com atau nomor telepon +62-573 3791 pada Senin–Jumat pukul 09.00–17.00 WIB.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau