KOMPAS.com – Memasuki usia ke-17, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) berkomitmen memperkuat peran sebagai lembaga pembiayaan pembangunan (Development Finance Institution/DFI) yang menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan dalam rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) PT SMI di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Adapun kegiatan syukuran yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama itu dihadiri Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung, pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan, jajaran manajemen dan komisaris PT SMI, serta para pemangku kepentingan strategis.
Mengusung tema “Delivering Impact, Driving Sustainability”, momentum 17 tahun ini menjadi refleksi atas perjalanan transformasi PT SMI sebagai special mission vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu yang diperkuat menuju peran DFI dengan orientasi dampak jangka panjang dan keberlanjutan.
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan, usia ke-17 menjadi titik refleksi atas konsistensi dan resiliensi perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Menurutnya, peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat atas perjalanan panjang perusahaan sebagai katalis pembangunan dan mitra strategis pemerintah daerah.
“Momentum ini bukan sekadar peringatan bertambahnya usia, melainkan merupakan refleksi dari pengabdian, pembelajaran, dan komitmen yang terus diperkuat untuk menghadirkan dampak nyata bagi pembangunan nasional,” ujar Reynaldi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (27/2/2026).
Ia menambahkan, selama 17 tahun berkiprah, PT SMI berperan sebagai katalis pembangunan, mitra strategis Pemerintah Daerah, serta penggerak ekosistem pembiayaan pembangunan yang berkelanjutan.
“Pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-17 ini, kami mengangkat tema ‘Delivering Impact, Driving Sustainability’ sebagai cerminan komitmen kami untuk memastikan bahwa setiap peran dan kontribusi yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang bermakna dan berjangka panjang bagi bangsa Indonesia,” kata Reynaldi.
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan, usia ke-17 menjadi titik refleksi atas konsistensi dan resiliensi perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan nasional.Salurkan pembiayaan
Sepanjang 17 tahun berdiri, PT SMI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 274,96 triliun dengan total nilai proyek yang dibiayai mencapai Rp 1.183 triliun.
Secara agregat, pembiayaan tersebut diperkirakan berkontribusi senilai Rp 1.160 triliun terhadap perekonomian nasional.
Kontribusi tersebut juga tecermin dari penciptaan lapangan kerja. Komitmen pembiayaan PT SMI disebut telah membuka peluang kerja bagi sekitar 10,9 juta orang di berbagai sektor, mulai dari konstruksi hingga operasional proyek.
Capaian itu menegaskan posisi PT SMI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas dampak pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Juda Agung menekankan pentingnya memperjelas kerangka dampak dari setiap pembiayaan yang disalurkan.
“Impact itu tidak boleh abstrak. Saya minta pembiayaan PT SMI ke depan harus memiliki kerangka dampak yang lebih tajam. Jangan cepat puas hanya karena proyek sudah selesai atau uang tersalurkan, tapi yang terpenting apa perubahan yang sudah dihasilkan lalu bagaimana impact kepada masyarakat dan kualitas hidup mereka”, kata Juda.
Ia juga mendorong PT SMI untuk mengoptimalkan skema blended finance dalam mendukung proyek-proyek berkelanjutan dan sosial.
Hingga akhir 2025, portofolio pembiayaan hijau PT SMI tercatat mencapai Rp 36,5 triliun.
Meski mengapresiasi capaian tersebut, Juda mengingatkan agar perusahaan tetap menjaga tata kelola dan integritas dalam menjalankan mandatnya.
“Kami berharap, PT SMI selalu berpegang teguh pada prinsip tata kelola yang baik dan menjaga integritas dalam setiap sendi bisnis dan operasionalnya,” lanjutnya.
Memasuki usia ke-17, PT SMI juga berkomitmen senantiasa memperkuat transformasi sebagai institusi pembiayaan pembangunan yang adaptif dan resilien.
Perusahaan menargetkan setiap pembiayaan yang disalurkan tidak hanya menyelesaikan proyek, tetapi juga menghasilkan multiplier effect yang terukur dan berdampak lintas generasi bagi masyarakat Indonesia.