Advertorial

Sambut Lebaran 2026, Pemprov Jabar Siapkan SuperApps Sapawarga untuk Informasi dan 3.040 Tiket Mudik Gratis

Kompas.com - 27/02/2026, 16:36 WIB

KOMPAS.com - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat (Jabar) memaksimalkan aplikasi superapps Sapawarga untuk memberikan informasi mudik Idul Fitri 2026.

Kepala Diskominfo Jabar Adi Komar mengatakan, masyarakat dapat mengetahui informasi terkini perihal mudik di Jabar hingga jalur mudik yang aman melalui aplikasi Sapawarga.

"Kami fokus menyampaikan informasi akurat, khususnya jalur mudik yang aman dan lancar. Aplikasi ini juga menyediakan program mudik gratis hingga terintegrasi dengan pantauan lalu lintas melalui CCTV," kata Adi dalam siaran tertulis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (27/2/2026).

Selain informasi mudik, Sapawarga juga menjadi aplikasi pemesanan tiket mudik gratis yang akan dilaksanakan Pemprov Jabar.

Pemesanan tiket mudik gratis sudah dapat dilakukan mulai 11-12 Maret 2026.

Saat mendaftar, pemudik hanya perlu memasukkan data diri, yakni nama, nomor induk kependudukan (NIK), alamat, nomor Kartu Keluarga, tanggal lahir, dan rute keberangkatan. Pemilihan tanggal keberangkatan dilakukan saat aktivasi tiket pada 1-12 Maret 2026.

Diskominfo Jabar juga akan memaksimalkan command center sebagai pusat pengelolaan informasi jalur mudik yang memanfaatkan CCTV di sepanjang jalur mudik dan jalur wisata di Jabar. Dengan memanfaatkan CCTV, informasi terakurat dapat segera diketahui saat itu juga.

"Command center akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan petugas lapangan untuk monitoring serta mengambil keputusan yang tepat terkait kondisi perjalanan mudik 1447 Hijriah," tambahnya.

Sediakan 3.040 tiket mudik gratis

Untuk Program Mudik Gratis 2026, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar Dhani Gumelar mengatakan bahwa peserta akan diberangkatkan pada 13-15 Maret 2026. Titik keberangkatan mudik tersebar di beberapa lokasi, seperti Terminal Leuwipanjang (Bandung), Terminal Cikarang, dan Kota Bekasi.

Pemprov Jabar bersama Jasa Raharja mempersiapkan kuota mudik gratis sebanyak 3.040 tiket dari 74 unit unit bus.

Pemprov Jabar melakukan berbagai persiapan mudik Lebaran 2026.DOK. Diskominfo Jabar Pemprov Jabar melakukan berbagai persiapan mudik Lebaran 2026.

Untuk menyukseskan program ini, Pemprov Jabar menggandeng beberapa perusahaan otobus (PO) bus, yakni PO Sugeng Rahayu, PO Damri, PO Sinar Jaya, PO Primajasa, PO MGI. Total bus yang disediakan sebanyak 74 unit.

Melalui Program Mudik Gratis Tahun 2026, Pemprov Jabar menyediakan rute, baik dalam maupun luar Provinsi Jabar. Program mudik gratis terbuka untuk semua warga asal dan tinggal di Jabar yang ingin mudik ke kampung halaman.

Armada bus yang akan digunakan juga telah memenuhi standar keselamatan melalui pemeriksaan teknis (ramp check) sebelum keberangkatan. Pengemudi dan kru juga dipastikan dalam kondisi sehat dan siap melayani penumpang selama perjalanan.

Selain dengan Diskominfo, Dishub Jabar juga berkoordinasi dengan dinas lain untuk memastikan keandalan jalur mudik, terutama mengantisipasi kemungkinan gangguan alam seperti longsor.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau