KOMPAS.com — Sebanyak 10 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) berhasil meraih total 32 penghargaan dalam ajang Airport Service Quality Customer Experience Awards 2025 dari Airports Council International (ACI).
Pengumuman pemenang penghargaan tersebut disampaikan pada Selasa (24/2/2026).
Program ACI ASQ Customer Experience Awards disebut sebagai satu-satunya program global yang mengukur tingkat kepuasan penumpang secara langsung (real-time) saat berada di bandara. Pengukuran dilakukan untuk memotret pengalaman pengguna di setiap tahap perjalanan, baik di area keberangkatan ataupun kedatangan.
InJourney Airports mengatakan, pencapaian itu merupakan bukti keberhasilan program transformasi bandara yang dijalankan sejak perusahaan resmi berdiri pada September 2024.
InJourney Airports menekankan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan pengakuan atas peningkatan layanan bandara yang dirasakan langsung oleh penumpang.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R Pahlevi menegaskan, capaian global tersebut sebagai fase penting dalam mewujudkan bandara sebagai “wajah dan kebanggaan bangsa” (Face and Pride of the Nation).
“Pencapaian global ini adalah fase penting dalam mewujudkan bandara sebagai wajah dan kebanggaan bangsa,” katanya dalam rilis pers resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (1/3/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada regulator, pemangku kepentingan, karyawan, serta pengguna jasa bandara.
Menurut Pahlevi, penghargaan tersebut menandakan bahwa program transformasi berada di jalur yang tepat untuk membawa bandara-bandara di bawah naungan InJourney Airports terus memberikan layanan kelas dunia.
Capaian tersebut juga menjadi bukti janji perusahaan untuk “Melayani Sepenuh Hati” kepada para pelancong.
InJourney Airports mengatakan, pendirian perusahaan sebagai entitas terintegrasi di bawah InJourney pada September 2024 menjadi titik awal babak baru pengelolaan kebandarudaraan nasional.
Momentum itu diklaim bukan sekadar penggabungan organisasi, melainkan menjadi fondasi transformasi menyeluruh untuk menghadirkan standar layanan bandara kelas dunia.
Transformasi pada fase awal dimulai dengan harmonisasi tata kelola dan operasional, menyatukan praktik terbaik, dan membangun standar layanan nasional yang seragam.
Dua bandara tersibuk di Indonesia, yakni Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, ditetapkan sebagai pilot project.
Kedua bandara tersebut menjadi “laboratorium transformasi” untuk memastikan perubahan tidak hanya terjadi di level kebijakan, tetapi bisa dirasakan langsung oleh penumpang.
Pada pilar Premises, InJourney Airports menekankan modernisasi infrastruktur dan fasilitas bandara dengan pendekatan berfokus pada pengalaman pelanggan. Area keberangkatan dan kedatangan ditata ulang agar lebih nyaman, bersih, intuitif, dan efisien.
Sebanyak 10 bandara di bawah naungan InJourney Airports memenangkan 32 penghargaan dalam ajang Airport Service Quality Customer Experience Awards 2025 dari Airports Council International (ACI). Pada pilar Process, transformasi diarahkan untuk memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam ekosistem kebandarudaraan dan aviasi. Tujuannya, untuk meningkatkan efisiensi, kecepatan, serta integrasi layanan.
Sementara pada pilar People, InJourney Airports menyoroti pengembangan SDM pelayanan berstandar global dengan orientasi customer centric. Pelayanan tidak lagi sekadar prosedural, tetapi berfokus pada empati dan kualitas interaksi.
Selain itu, InJourney Airports juga melakukan transformasi dengan strategi branding bertahap dengan mencantumkan InJourney Airports sebagai brand endorser.
Hal itu dilakukan untuk memperkuat nama-nama bandara yang menggunakan nama pahlawan kebanggaan bangsa.
Diukur lewat pengalaman nyata penumpang
InJourney Airports menjelaskan, hasil transformasi tersebutkemudian diuji melalui program ASQ dari ACI. Program ini diklaim sebagai tolok ukur paling kredibel karena mengukur kepuasan penumpang saat mereka berada di bandara.
Dengan berbasis survei langsung kepada pengguna jasa, hasil program tersebut dapat mencerminkan pengalaman aktual, bukan persepsi sepihak.
Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir mengatakan, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan Indonesia serta evaluasi untuk meningkatkan standar pelayanan secara berkelanjutan.
“Program ASQ secara spesifik mengukur kepuasaan pengguna jasa bandara dengan tools yang dimiliki ACI dalam melihat kualitas pelayanan di bandara dan customer experience di bandara. Oleh karena itu, ASQ menjadi salah satu referensi utama di dunia dalam mengukur kinerja layanan bandara,” katanya.
Pada ACI ASQ Customer Experience Awards 2025, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang meraih gelar “Best Airport at Departures: Over 40 Million Passengers in Asia-Pacific dan Cleanest Airport in Asia-Pacific”.
Sementara itu, Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar dinobatkan sebagai “Best Airport of 15 to 25 Million Passengers in Asia-Pacific”.
Dua bandara InJourney lain juga meraih penghargaan bergengsi ACI World Director General’s Roll of Excellence, yakni Bandara Internasional Yogyakarta dan Bandara Pattimura Ambon.
Penghargaan itu hanya diberikan kepada bandara yang telah meraih beragam kategori juara selama lima tahun dalam periode 10 tahun program ACI ASQ Customer Experience Awards.
Berikut adalah daftar penghargaan lengkap yang diterima sejumlah bandara InJourney Airports.
Bandara Soekarno-Hatta Tangerang.
Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar.
Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.
Sebanyak 10 bandara di bawah naungan InJourney Airports memenangkan 32 penghargaan dalam ajang Airport Service Quality Customer Experience Awards 2025 dari Airports Council International (ACI). Bandara Internasional Yogyakarta.
Bandara Adi Soemarmo Solo.
Bandara Pattimura Ambon.
Bandara Sultan Hasanuddin Makassar
Bandara Supadio Pontianak
Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.
InJourney Airports mengatakan, pengakuan dunia tersebut menegaskan transformasi yang dilakukan berada pada jalur tepat.
Perusahaan juga menekankan bahwa bandara kini diposisikan bukan hanya sebagai infrastruktur transportasi, melainkan representasi kualitas layanan Indonesia di mata dunia. Sebab, bandara merupakan gerbang pertama dan terakhir yang membentuk kesan wisatawan ataupun pelaku bisnis internasional.