Advertorial

Pemprov Jabar Gelar Program Inkubasi buat IKM Lokal, Cek Cara Daftarnya

Kompas.com - 02/03/2026, 13:52 WIB

KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) menggulirkan Program Inkubasi Industri Kecil Menengah (IKM) 2026 dengan melibatkan 200 pelaku usaha terpilih. Penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing di pasar nasional dan global.

Program yang dijalankan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar itu menggandeng Science Techno Park (STP) Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia (UI) untuk memberikan pendampingan terstruktur selama tiga bulan.

Kepala Disperindag Jabar Nining Yuliastiani mengatakan, program tersebut dirancang untuk mendorong IKM naik kelas dan mengakses pasar yang lebih luas agar tidak hanya bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.

“Melalui kerja sama dengan STP UI, kami berharap, IKM dapat terfasilitasi secara lebih terstruktur, baik dalam standardisasi, sertifikasi, hingga kesiapan ekspor,” ujar Nining dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (2/3/2026).

Selama masa inkubasi, peserta mendapatkan diagnosis kesehatan bisnis, pendampingan manajemen usaha, penguatan strategi pemasaran dan branding, hingga penyusunan pitching deck untuk menjangkau calon investor.

Selain itu, pelaku IKM juga difasilitasi untuk memperoleh sertifikasi, seperti Halal, Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) merek, serta Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sesuai kebutuhan usaha.

Nining melanjutkan, Pemprov Jabar secara konsisten memberikan fasilitasi standardisasi setiap tahun melalui dukungan pemerintah daerah maupun pusat.

Menurut Nining, IKM Jawa Barat masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kesenjangan kapasitas dan standar kualitas, keterbatasan sumber daya, hingga daya saing yang rendah terhadap produk impor.

Oleh karena itu, lanjutnya, pengembangan IKM tidak cukup hanya melalui promosi. Produk IKM, kata dia, harus mampu masuk ke dalam rantai pasok industri dan menjadi bagian dari value chain lokal.

“Produk IKM harus bisa masuk dalam rantai pasok industri dan menggantikan bahan impor. Tantangan terbesar kita saat ini adalah aspek keberlanjutan dan keberanian untuk terus berkembang,” kata Nining.

Program Inkubasi IKM 2026 diawali dengan gelar wicara daring pada Kamis (25/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan Nining, CEO PT Sainsgo Karya Indonesia (Maskit) Yolla Miranda, serta Direktur STP UI Chairul Hudaya.

Adapun program Inkubasi itu diikuti pelaku IKM se-Jawa Barat, asosiasi, serta perwakilan disperindag kabupaten/kota

Harapannya, kapasitas manajerial pelaku IKM bisa semakin kuat lewat sejumlah materi program, termasuk digitalisasi keuangan. Dengan demikian, IKM menjadi lebih modern. Dalam program itu, Pemprov Jabar juga membuka peluang bagi IKM untuk mengakses investor.

Pendaftaran program dibuka secara daring mulai Kamis (26/2/2026) hingga Selasa (17/3/2026) dengan mengeklik tautan berikut.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau