Advertorial

Sat-Set di Jam Kritis Ramadhan, Ini Rekomendasi 5 Motor dan 5 Mobil yang Pas buat Berburu dan Usaha Takjil 2026

Kompas.com - 02/03/2026, 15:19 WIB

KOMPAS.com – Bukan cuma soal lapar, “jam kritis” menjelang buka puasa juga sering jadi ujian kesabaran di jalan.

Sore hari di bulan Ramadhan biasanya mengubah ritme kota. Pasar takjil dadakan muncul di mana-mana, pemburu gorengan bergerak serentak, pedagang dadakan hilir mudik, hingga arus ngabuburit pelan-pelan menutup ruang manuver kendaraan.

Pada kondisi ramai seperti itu, kendaraan yang dipakai jadi penentu. Ada yang butuh motor ringan buat menyelinap ke gang dan parkir cepat.

Ada pula yang perlu mobil dengan bagasi besar, dek rata, atau kabin lega untuk membawa pesanan kantor, mulai dari beberapa kantong plastik sampai puluhan boks takjil.

Kalau kamu sedang mencari kendaraan yang “sat-set” untuk kebutuhan Ramadhan 2026, berikut daftar motor dan mobil yang paling pas berdasarkan kombinasi kelincahan, daya angkut, fitur praktis, serta kisaran harga pasar untuk on-the road (OTR) Jakarta.

5 motor cekatan buat berburu dan jualan takjil

  1. Honda Vario 160

Berbicara soal motor harian yang tetap kuat saat dipakai bawa muatan, Honda Vario 160 masih sering jadi pilihan utama. Keunggulannya ada di dek rata yang memudahkan membawa barang tanpa mengganggu posisi kaki.

Spesifikasi: Mesin 160 cc, eSP+, tenaga 11,3 kW.
Nilai lebih: Panel instrumen full digital dan Smart Key System. Motor ini cocok untuk ritme “stop-and-go” di area pasar takjil.
Kisaran harga 2026: Rp 28.500.000 – Rp 31.000.000.

  1. Yamaha Grand Filano Hybrid

Grand Filano bukan sekadar tampil “classy”. Salah satu detail yang terasa berguna saat Ramadhan adalah posisi tangki bensin di depan. Jadi, pengguna tidak perlu bongkar muatan bagasi belakang saat hendak mengisi bensin.

Spesifikasi: Mesin 125 cc dengan Hybrid Power Assist.
Nilai lebih: Bagasi 27 liter yang lega untuk bungkusan takjil, belanjaan kolak, sampai es buah.
Kisaran harga 2026: Rp 27.800.000 – Rp 28.500.000.

  1. Honda BeAT Deluxe

Pada jam kritis jelang berbuka puasa, motor ringan dan ramping sering jadi penyelamat. Honda BeAT Deluxe dikenal mudah diajak bermanuver, terutama saat harus menembus kepadatan di sekitar pasar kaget.

Spesifikasi: Mesin 110 cc eSP, konsumsi BBM hingga 60,6 km per liter.
Nilai lebih: Irit dan ringan. Cocok untuk mobilitas harian selama Ramadhan tanpa bikin pengeluaran bensin membengkak.
Kisaran harga 2026: Rp 19.200.000 – Rp 20.500.000.

  1. Yamaha Lexi LX 155

Kalau butuh kenyamanan ala “Maxi” tapi tetap ingin motor yang praktis untuk angkut barang, Yamaha Lexi LX 155 bisa jadi pilihan menarik. Salah satu alasannya adalah karena motor Yamaha seri Maxi ini masih punya dek rata.

Spesifikasi: Mesin Blue Core 155 cc, Variable Valve Actuation (VVA).
Nilai lebih: Power-to-weight ratio terasa mantap yang berguna saat tanjakan atau saat membawa beban lebih.
Kisaran harga 2026: Rp 26.000.000 – Rp 30.500.000.

  1. Honda Scoopy

Honda Scoopy sering konsumen dipilih karena praktis untuk kebutuhan harian yang repetitif. Buat mendukung aktivitas saat Ramadhan, detail yang tersedia, seperti console box tertutup plus USB Charger terasa membantu. Utamanya, ketika ponsel dipakai untuk koordinasi pesanan atau lokasi buka puasa.

Spesifikasi: Mesin 110 cc, pelek 12 inci dengan ban tubeless lebar.
Nilai lebih: Desain ikonik, plus hook atau gantungan barang yang aman buat kantong belanjaan.
Kisaran harga 2026: Rp 22.500.000 – Rp 23.800.000.

5 mobil praktis untuk angkut takjil dan mobilitas Ramadhan

  1. Toyota Veloz Hybrid EV

Untuk kamu yang mencari mobil keluarga, tetapi tetap nyaman dipakai “kejar waktu” saat Ramadhan, Toyota Veloz Hybrid EV menawarkan kombinasi kabin lega dan teknologi keselamatan. Ada juga fitur Long Sofa Mode yang bisa membantu saat menunggu waktu berbuka.

Spesifikasi: Mesin 1.500 cc hybrid, transmisi CVT.
Nilai lebih: Toyota Safety Sense (TSS) membantu ketika lalu lintas padat dan situasi jalan lebih tidak terprediksi.
Kisaran harga 2026: Rp 360.000.000 – Rp 385.000.000.

  1. Daihatsu Gran Max Blind Van

Kalau fokusnya usaha, Gran Max Blind Van sering disebut “tulang punggung” bisnis kuliner musiman, termasuk saat Ramadhan. Mobil ini hadir tanpa kursi belakang dan bagian kaca tertutup sehingga area kargo bisa lebih aman untuk muatan besar.

Spesifikasi: Pilihan mesin 1.300 cc atau 1.500 cc bensin.
Nilai lebih: Radius putar kecil dan pintu geser praktis untuk parkir sempit di dekat lapak takjil.
Kisaran harga 2026: Rp 175.000.000 – Rp 190.000.000.

  1. Suzuki S-Presso

Buat yang butuh mobil baru dengan bujet lebih terjangkau, Suzuki S-Presso menawarkan dimensi ringkas dan mudah diparkir. Ground clearance mobil ini juga cukup aman untuk kondisi jalan yang beragam.

Spesifikasi: Mesin 1.000 cc K10C.
Nilai lebih: Gesit, ringkas, dan cenderung irit. Cocok untuk mobilitas padat selama Ramadhan.
Kisaran harga 2026: Rp 170.000.000 – Rp 185.000.000.

  1. Honda WR-V

Honda WR-V bisa jadi pilihan cocok untuk pengguna yang sering berpacu dengan waktu dari kantor menuju rumah menjelang maghrib. Sebab, mobil ini punya tenaga mesin yang terasa responsif dan kapasitas bagasi yang cukup memadai untuk menampung belanjaan.

Spesifikasi: Mesin 1.500 cc i-VTEC, tenaga 121 PS.
Nilai lebih: Bagasi 380 liter, tetap lega meski membawa banyak barang.
Kisaran harga 2026: Rp 285.000.000 – Rp 330.000.000.

  1. Wuling Air EV (Lite dan Standard)

Untuk “war takjil” yang butuh mobil kecil dan lincah, Wuling Air EV jadi opsi menarik karena mudah diparkir dengan biaya operasional relatif ringan.

Spesifikasi: Jarak tempuh 200 km – 300 km untuk sekali pengisian daya hingga penuh.
Nilai lebih: Dimensi mungil, nyaman untuk manuver di ruang terbatas, termasuk area padat menjelang buka puasa.
Kisaran harga 2026: Rp 195.000.000 – Rp 240.000.000.

Memilih kendaraan untuk mendukung mobilitas selama Ramadhan bukan cuma soal merek. Kalau kebutuhannya usaha, prioritasnya jelas, yakni daya tampung dan kemudahan bongkar-muat.

Jika fokusnya berburu takjil dan mobilitas cepat, carilah kendaraan yang ringan, lincah, dan mudah parkir. Pasalnya, jam kritis sering tidak memberi banyak ruang untuk salah pilih.

#DealBikinBerkah bersama OLX, sedekah barang bekas bisa berhadiah

Selain berburu takjil, tradisi merapikan rumah dan menyingkirkan barang tak terpakai sudah jadi kebiasaan banyak keluarga saat Ramadhan agar suasana Lebaran terasa lebih lega.

Namun, barang-barang yang sudah jarang dipakai itu sering kali masih layak pakai dan sayang kalau langsung dibuang.

Kalau ingin lebih bermanfaat, kamu bisa memanfaatkannya dengan mengikuti program OLX #DealBikinBerkah. Lewat program ini, kamu dapat membagikan barang bekas yang masih layak pakai dengan cara mengiklankannya secara gratis di OLX.

Bukan sekadar aksi sosial, program tersebut juga membuka kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan hadiah.

Cara mengikutinya praktis. Cukup unggah iklan barang di OLX pada kategori “Barang Gratis”, lalu sertakan foto yang jelas dan deskripsi yang jujur tentang kondisi barang.

Selanjutnya, peserta yang paling aktif membagikan barang berkualitas sesuai syarat dan ketentuan akan berpeluang berada di posisi teratas papan klasemen mingguan (leaderboard).

Artinya, semakin banyak unggahan barang yang memenuhi ketentuan dan berhasil divalidasi, semakin besar peluang untuk memenangkan hadiah.

Tiga pengunggah terbanyak yang berhasil divalidasi pada periode Jumat (13/3/2026) hingga Senin (16/3/2026) berhak mendapatkan hadiah. Juara pertama memperoleh hadiah utama berupa iPhone 17 Air (256 GB). Peringkat kedua serta ketiga akan mendapatkan PlayStation 5 Slim Digital dan iPad Generasi 10.

Hadiah bagi pemenang akan dikirimkan langsung ke alamat rumah yang didaftarkan pada Rabu (25/3/2026).

Bagi yang ingin mengikuti program tersebut, bisa dimulai dari langkah sederhana. Bongkar gudang atau lemari, pilih barang yang sudah tidak terpakai tetapi masih layak digunakan, lalu pasang iklannya di OLX.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau