KOMPAS.com – Ramadhan menjadi momentum peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sektor kuliner. Tradisi berburu takjil menjelang berbuka puasa mendorong lonjakan permintaan makanan dan minuman, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha ultramikro untuk meningkatkan penjualan.
Melihat peluang tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggelar program Cicip-Cicip Produk Nasabah Mekaar (Cici Rosa) di seluruh cabang PNM.
Cici Rosa melibatkan ribuan nasabah binaan PNM Mekaar yang memiliki usaha kuliner, mulai dari makanan ringan, gorengan, es podeng, ayam geprek, hingga gado-gado dan aneka menu khas berbuka puasa lainnya.
Sejak sore hari, pengunjung memadati area bazar Cici Rosa untuk berburu takjil sekaligus mendukung produk-produk lokal hasil karya perempuan prasejahtera binaan PNM.
Tidak hanya menjadi ajang jual beli, Cici Rosa juga menjadi ruang interaksi hangat antara nasabah dan masyarakat.
Sekretaris Perusahaan PNM Dodot Patria Ary mengatakan, Cici Rosa adalah ruang yang disiapkan PNM agar para nasabah kuliner dapat memasarkan produknya.
“Melalui Cici Rosa, kami ingin menghadirkan tempat yang nyaman bagi ibu-ibu nasabah untuk menjual hasil usahanya. Tidak hanya menyediakan lokasi, kami juga ikut membantu mengenalkan dan mempromosikan produk mereka agar semakin banyak yang membeli. Harapannya, dagangan mereka semakin laris dan usaha mereka terus berkembang,” ujar Dodot dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (3/3/2026).
Program Cici Rosa menjadi bukti bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan juga tentang membuka peluang dan memperluas keberkahan.
Di tengah semarak berburu takjil, PNM menghadirkan akses pasar yang nyata bagi perempuan prasejahtera agar produknya semakin dikenal, omzet meningkat, dan roda ekonomi keluarga terus berputar.
Ramadhan pun menjadi momentum kolaborasi antara semangat berbagi, tradisi kuliner, dan penguatan usaha ultramikro.