Advertorial

Kunjungi STTKD Yogyakarta, Menko Polkam Djamari Chaniago Tinjau Hanggar hingga Pesawat Latih Taruna

Kompas.com - 06/03/2026, 13:34 WIB

KOMPAS.com – Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta menerima kunjungan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik dan Keamanan (Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago pada Rabu (4/3/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum yang menunjukkan sinergi antara dunia pendidikan dirgantara dan pemangku kebijakan strategis nasional.

Kehadiran Djamari juga menegaskan posisi STTKD sebagai salah satu institusi pendidikan penerbangan yang secara konsisten berkembang dan berkontribusi mencetak sumber daya manusia unggul di sektor aviasi.j

Rombongan Menko Polkam tiba di kampus STTKD dan disambut para taruna dengan prosesi jajar kehormatan serta penampilan drum corps. Penyambutan ini menciptakan suasana khidmat karena menggambarkan disiplin dan karakter kepemimpinan yang ditanamkan di lingkungan kampus.

Setelah itu, rombongan bersama jajaran pimpinan STTKD melaksanakan shalat zuhur berjamaah di Masjid At Tien Kurniadi STTKD. Momen ini menjadi pengingat bahwa nilai religiositas dan integritas menjadi bagian penting dalam pembentukan generasi profesional di bidang penerbangan.

Usai melaksanakan ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan campus tour untuk memperkenalkan sejumlah fasilitas pendidikan dan praktik yang dimiliki STTKD. Kunjungan dimulai dari Hanggar 2. Di sini, rombongan diperkenalkan dengan helikopter BO 105 dan pesawat Cessna 402 yang digunakan sebagai sarana pembelajaran praktikum bagi para taruna.

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya STTKD menghadirkan pendidikan berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan industri penerbangan.

 Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago berfoto bersama taruna STTKD Yogyakarta saat melakukan kunjungan pada Rabu (4/3/2026). Dok. STTKD Yogyakarta Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago berfoto bersama taruna STTKD Yogyakarta saat melakukan kunjungan pada Rabu (4/3/2026).

Rombongan kemudian mengunjungi area pembelajaran teknik untuk melihat secara langsung mesin Boeing yang digunakan sebagai media pembelajaran teknologi dirgantara. Selain itu, rombongan juga meninjau ruang tools yang berisi berbagai peralatan teknis untuk praktik perawatan pesawat.

Lingkungan pembelajaran tersebut menjadi laboratorium nyata bagi para taruna untuk mempersiapkan diri menjadi tenaga profesional di bidang aviasi, baik sebagai staf maskapai, staf bandara, maupun teknisi penerbangan.

Campus tour ditutup dengan kunjungan ke pesawat Boeing 737-200 yang menjadi salah satu ikon fasilitas pembelajaran STTKD. Di lokasi ini, rombongan mendapatkan penjelasan mengenai fungsi pesawat sebagai media pembelajaran sistem pesawat secara komprehensif.

Pesawat tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh taruna teknik penerbangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi taruna dari berbagai program studi lain, termasuk program pendidikan pramugari, untuk memahami operasional pesawat secara langsung.

Sebagai informasi, kegiatan kunjungan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan STTKD, di antaranya Pembina Yayasan Citra Dirgantara beserta jajaran, Ketua Senat STTKD, serta Ketua STTKD Dr Erwhin Irmawan, SSi, MCs, bersama para wakil ketua dan pejabat struktural lain.

Sementara itu, dari pihak Kemenko Polkam hadir sejumlah pejabat, antara lain Sesmenko Polkam Letjen TNI Moch Hasan, Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Mayjen TNI (Purn) Heri Wiranto, Staf Khusus Menko Polkam Ahmad Dedi, Plt Deputi IV Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Irjen Pol Desman Tarigan, Deputi V Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Marsda TNI Eko Doni, serta Staf Khusus Menko Polhukam Bidang Intelijen Mayjen TNI (Purn) Syafnil Armen.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, rombongan melakukan sesi foto bersama di area pesawat Boeing 737-200. Kegiatan ini menjadi simbol dukungan terhadap pengembangan pendidikan dirgantara nasional.

Melalui kunjungan tersebut, STTKD berharap dapat memperkuat peran sebagai institusi pendidikan penerbangan yang tidak hanya mencetak lulusan profesional, tetapi juga berkontribusi dalam membangun masa depan industri aviasi Indonesia melalui pendidikan berkualitas, inovasi teknologi, dan pembentukan karakter generasi penerbang bangsa.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau