Advertorial

BSI Fest Ramadhan 2026 Hadir di 9 Kota, Usung “Langkah Emas” untuk Dorong Literasi Keuangan Syariah

Kompas.com - 09/03/2026, 14:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menggelar BSI Fest Ramadan 2026 secara maraton di sembilan kota besar di Tanah Air sebagai bagian dari penguatan literasi keuangan syariah dan layanan perbankan di momentum Ramadan 1447 Hijriah.

Mengusung tema bertajuk “#LangkahEmasRaihKemenangan”, festival tersebut memadukan edukasi finansial, layanan produk perbankan, tausiyah dari dai nasional, hiburan religi, hingga kegiatan sosial dalam satu rangkaian acara terpadu.

Rangkaian BSI Fest Ramadan 2026 dimulai di Surabaya pada 19–22 Februari 2026. Selanjutnya, kegiatan digelar di Yogyakarta, Jakarta, Medan, dan Bogor mulai 26 Februari–1 Maret 2026.

Setelah itu, festival berlanjut ke Palembang mulai 5–8 Maret 2026, serta Makassar, Balikpapan, dan Bandung mulai 12–15 Maret 2026.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI menjadikan festival ini sebagai langkah strategis untuk memperluas inklusi keuangan syariah. Agenda ini juga menjadi momentum penting bagi BSI setelah resmi menyandang status persero di bawah naungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). 

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan, BSI Fest Ramadan tahun ini dirancang lebih ekspansif dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Transformasi BSI menjadi Persero, lanjut Erwan, memberikan energi baru untuk tidak hanya sekadar menjadi bank, melainkan Sahabat Finansial, Sahabat Sosial, dan Sahabat Spiritual bagi masyarakat.

Ramadhan adalah bulan kemenangan. Melalui tema Langkah Emas, kami ingin mengajak masyarakat menjadikan bulan ini sebagai titik balik, tidak hanya dalam peningkatan kualitas ibadah, tetapi juga dalam perencanaan finansial yang matang,” ujar Erwan di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Erwan melanjutkan, emas diangkat sebagai narasi utama karena sifatnya yang safe haven dan sesuai syariah untuk menjaga nilai aset masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.

Salah satu fokus utama festival ini adalah edukasi perencanaan ibadah haji dan umrah melalui instrumen emas. Dalam ekspo tersebut, BSI menawarkan program cicil emas sebagai langkah awal menabung porsi haji.

Menurut Erwan, generasi muda yang mulai sadar pentingnya investasi jangka panjang dan ingin memfasilitasi kebutuhan tersebut dengan skema yang sesuai prinsip syariah.

“Kami melihat tren anak muda yang mulai sadar investasi. Di BSI Fest, kami fasilitasi mereka untuk memiliki emas mulai dari gramasi terkecil sebagai langkah awal menabung untuk porsi haji. Ini adalah bentuk konkret dukungan BSI terhadap ekosistem haji dan umrah nasional yang lebih kuat,” tambah Erwan.

Perbaiki kualitas perencanaan keuangan

Selain edukasi finansial, BSI Fest Ramadan 2026 juga menghadirkan tausiyah dari sejumlah dai nasional, seperti Hilman Fauzi, Das'ad Latif, Muhammad Assad, dan Riza Muhammad.

Dalam sesi kajian BSI Fest Ramadan 2026 di Jakarta, Ustadz Muhammad Assad menekankan bahwa Ramadhan merupakan momentum evaluasi diri secara menyeluruh, baik spiritual maupun finansial. Ia mengingatkan pentingnya progres dalam kehidupan.

Sesi talkshow BSI Fest Ramadan 2026 di Cibinong City Mall, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/3/2026). KOMPAS.com/Yakob Arfin T Sasongko Sesi talkshow BSI Fest Ramadan 2026 di Cibinong City Mall, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/3/2026).

“Kalau hari ini kita tidak lebih baik dari kemarin, berarti kita rugi. Ramadhan ini momentum terbaik untuk memperbaiki kualitas ibadah sekaligus memperbaiki perencanaan hidup,” ujar Ustadz Assad kepada Kompas.com, Sabtu (28/2/2026).

Menurutnya, Ramadhan merupakan bulan “training” guna melatih umat menahan amarah, menjaga hawa nafsu, serta mengendalikan konsumsi.

Latihan satu bulan ini, kata dia, menjadi fondasi untuk 11 bulan berikutnya.

“Ramadhan itu bulan latihan. Kita dilatih menahan lapar dan haus, menahan emosi, menahan gaya hidup konsumtif. Maka seharusnya setelah ramadhan, kualitas diri kita meningkat, termasuk dalam mengelola keuangan,” katanya.

Assad juga menyoroti pentingnya literasi keuangan di tengah ketidakpastian global. Ia mengingatkan bahwa Islam mengajarkan prinsip preventif atau pencegahan sebelum terjadi krisis.

“Nabi mengajarkan prinsip preventif lebih baik daripada kuratif. Dalam konteks keuangan, artinya kita harus punya persiapan. Jangan semua penghasilan habis untuk konsumsi. Mulai menabung, mulai berinvestasi, dan siapkan masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak persoalan sosial bahkan konflik keluarga berakar dari masalah ekonomi. Oleh karena itu, literasi keuangan bukan sekadar soal menambah kekayaan, melainkan menjaga stabilitas dan ketenangan hidup.

Terkait investasi emas, ia menilai instrumen tersebut memiliki nilai historis dan stabilitas yang diakui secara global.

Salah satu fokus utama festival ini adalah edukasi perencanaan ibadah haji dan umrah melalui instrumen emas. Dalam ekspo tersebut, BSI menawarkan program cicil emas sebagai langkah awal menabung porsi haji. KOMPAS.com/Yakob Arfin T Sasongko Salah satu fokus utama festival ini adalah edukasi perencanaan ibadah haji dan umrah melalui instrumen emas. Dalam ekspo tersebut, BSI menawarkan program cicil emas sebagai langkah awal menabung porsi haji.

Namun ia mengingatkan agar masyarakat memandang emas sebagai investasi jangka panjang, bukan untuk spekulasi jangka pendek.

“Emas itu bukan untuk beli hari ini, minggu depan dijual. Tapi untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Mulai saja dari nominal kecil, yang penting konsisten,” ujarnya.

Pengalaman digital dan ragam diskon

Selain kajian dan literasi keuangan, BSI Fest Ramadan 2026 menghadirkan pengalaman digital melalui super app BYOND by BSI.

Pengunjung yang membuka rekening secara daring di lokasi acara berkesempatan memperoleh e-voucher belanja hingga Rp 200.000 serta hadiah langsung berupa sembako melalui transaksi QRIS.

Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan Fashion Show Muslim Cilik, Lomba Adzan, Lomba Hadroh, hingga Shopping Race yang melibatkan partisipasi aktif pengunjung dan UMKM binaan di sekitar lokasi.

Erwan melanjutkan, sebagai bank syariah terbesar yang kini berada di bawah payung Danantara, BSI berkomitmen untuk mendorong inklusi keuangan syariah.

“Kami menargetkan BSI Fest ini dapat dihadiri ratusan ribu pengunjung dan menciptakan efek ganda bagi perputaran ekonomi UMKM binaan kami di sekitar lokasi acara,” ujar Erwan.

Selama penyelenggaraan festival, BSI menawarkan sejumlah promo unggulan, antara lain diskon paket umrah hingga Rp 4 juta melalui kartu debit dan Hasanah Card BSI, cashback cicil emas hingga Rp 300.000, special margin setara 1,5 persen untuk pembiayaan rumah BSI Griya, serta down payment (DP) 0 persen dan special margin 2 persen untuk pembiayaan kendaraan BSI OTO.

BSI juga memberikan free satu kali angsuran berupa cashback rekening BSI Emas maksimal Rp 2,5 juta untuk persetujuan pembiayaan payroll, serta hadiah saldo rekening emas 0,1 gram bagi nasabah yang mengajukan pembiayaan selama periode festival.

Melalui kombinasi edukasi, layanan, dan hiburan religi tersebut, BSI berharap BSI Fest Ramadan 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga gerakan bersama untuk meningkatkan literasi keuangan syariah dan kualitas spiritual masyarakat di bulan suci.

Untuk informasi lebih lengkap, klik tautan berikut dan kunjungi official Instagram Bank Syariah Indonesia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau