Advertorial

Jangan Disepelekan, Nyeri Dada Bisa Jadi Alarm Gawat Darurat Jantung

Kompas.com - 12/03/2026, 06:49 WIB

KOMPAS.com – Nyeri dada yang kerap dianggap sepele dapat menjadi tanda gawat darurat jantung. Namun, keluhan ini tidak selalu mengarah pada serangan jantung karena bisa dipicu masalah lain, seperti gangguan otot dan tulang dada, masalah lambung dan paru-paru, hingga stres.

Dokter Spesialis Jantung Mayapada Hospital Surabaya dr Deo Idarto, MBiomed, SpJP(K), FIHA, FAPSC, menjelaskan bahwa nyeri dada yang mengarah ke masalah jantung umumnya memiliki gejala khas.

Nyeri dada yang mengarah ke masalah jantung umumnya terasa tertekan atau berat, menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung. Gejalanya juga disertai sesak napas, keringat dingin, mual, atau pusing, yang terjadi tiba-tiba atau saat aktivitas ringan,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (10/3/2026).

Jika keluhan tersebut terjadi, maka perlu segera dilakukan pemeriksaan. Sebab, penanganan yang cepat penting untuk meminimalkan risiko kerusakan permanen pada otot jantung.

Dokter Deo menjelaskan, dalam serangan jantung dikenal istilah time is muscle, yakni semakin lama penanganan tertunda, semakin besar kerusakan yang dapat terjadi.

Untuk memastikan penyebab nyeri dada dan menentukan penanganan yang tepat, pemeriksaan perlu dilakukan secara komprehensif dalam waktu singkat.

“Pemeriksaan dilakukan melalui evaluasi terstruktur, seperti penilaian klinis, rekam jantung (EKG), tes darah penanda jantung, serta pemeriksaan penunjang lain, untuk memastikan penyebab dan menentukan penanganan yang tepat,” jelas dr Deo.

Heart & Vascular Center Mayapada Hospital Surabaya

Sejalan dengan kebutuhan pemeriksaan nyeri dada dan perawatan jantung yang komprehensif, Mayapada Hospital Surabaya menghadirkan Heart & Vascular Center. Layanan ini diperkuat tiga pilar utama.

Pertama, Emergency Excellence melalui Chest Pain Unit yang berfokus pada evaluasi, diagnosis, dan penanganan awal keluhan nyeri dada, baik akibat gangguan jantung maupun non-jantung.

Layanan tersebut juga mencakup pemeriksaan awal gratis apabila tidak ditemukan indikasi jantung, serta rujukan lanjutan jika terindikasi penyakit jantung melalui Cardiac Emergency. Layanan ini memiliki dengan dukungan dokter spesialis dan subspesialis siaga 24 jam on-site.

Kedua, Advanced Treatment yang mencakup layanan pembuluh darah (vaskular), gangguan irama jantung (aritmia), serta kelainan struktur jantung (structural heart), seperti penyakit katup.

Ketiga, Team-Based Management. Pilar ini memastikan keputusan klinis dan rencana perawatan ditetapkan melalui kolaborasi aktif dalam Cardiac Board yang melibatkan dokter spesialis jantung, bedah toraks kardiovaskular, anestesi kardiovaskular, hingga jantung anak.

Melalui pendekatan multidisiplin, tim dokter dapat menentukan tindakan yang paling sesuai untuk pasien.

Tindakan tersebut mencakup Coronary Angiography (CAG), Percutaneous Coronary Intervention (PCI), Complex PCI, penanganan gangguan katup dan vaskular jantung, irama jantung, hingga terapi gagal jantung lanjut dengan dukungan alat bantu pompa jantung terkini Left Ventricular Assist Device (LVAD).

Layanan itu juga memiliki Cardiac Advisor yang akan mendampingi pasien dan keluarga secara menyeluruh sejak awal hingga pemulihan.

Pendampingan ditujukan agar setiap keputusan medis dapat dipahami dengan jelas, proses perawatan berjalan lancar, dan keraguan pasien dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar layanan jantung di seluruh unit Mayapada Hospital, dapat diakses melalui fitur Health Articles & Tips di aplikasi MyCare.

Selain itu, aplikasi tersebut juga memiliki fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access untuk memantau detak jantung, kalori, langkah, dan Body Mass Index (BMI).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau